TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Usaha telur asin legendaris di Brebes, telur asin Tjoa, masih terus melestarikan cita rasa warisan nenek moyang.
Bisnis yang dirintis sejak tahun 1965 ini kini dikelola oleh generasi kedua, Novi, yang berkomitmen menjaga kualitas dan keaslian rasa yang sudah berusia lebih dari setengah abad.
Baca juga: Pemudik Ramai Berburu Oleh-oleh Telur Asin Brebes, Sehari Laku Rp 15 Ribu Butir
Novi menuturkan, usaha ini bermula dari jerih payah kakek dan neneknya, Tjoa Kim Tim dan Tjoa Kin Wan.
"Ia mamah dan papah saya, generasi kedua dari telur asin Tjoa," terangnya.
Menurutnya, sang nenek mulai memperkenalkan telur asin sekitar tahun 1965 dan sejak saat itu usaha tersebut terus lestari hingga sekarang.
"Awal mula usaha telur asin sekitar 1965 setahu saya. Waktu itu nenek punya dua toko. Berjalannya waktu, setelah dipegang mama saya, hampir semua orang di Brebes jadi ikut jualan telur asin," kenang Novi.
Hingga era modern saat ini, Novi tetap menjaga pakem resep yang diturunkan keluarganya.
Salah satu kunci sukses telur asin Tjoa adalah menjaga kepuasan pelanggan, terutama pada tekstur telur yang "masir" atau berpasir dan warna kuning telur yang merah sempurna.
Kualitas ini, menurut Novi, didapat karena mereka tidak menggunakan telur dari itik yang dikandangkan, melainkan itik yang diliarkan.
"Biasanya orang pada tanya, berminyak enggak nih atau masir? Kita tetap mempertahankan masir, dalamnya merah, bagus, tidak seperti telur itik yang dikandang. Kalau ini kan itik yang diliarkan jadi telur merah," jelasnya.
Proses pembuatan pun masih konvensional dengan membalut telur menggunakan batu bata atau abu gosok agar proses pengasinan berlangsung optimal.
Terkait harga, produk telur asin Tjoa memang sedikit di atas rata-rata pasaran.
Namun, kualitas yang konsisten membuat pelanggan tetap setia.
"Kalau harga mengikuti harga pasaran, memang agak mahal sedikit, satu butir Rp 6 ribu. Mau itu yang rebus, bakar, asap, atau pindang," ujar Novi.
Untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas, Novi kini juga mulai memanfaatkan platform digital.
Langkah ini dilakukan mengingat banyaknya pelanggan dari luar kota yang menanyakan ketersediaan produk secara daring.
"Kita jual juga di Shopee, karena orang dari luar kota kan sering tanya, jual di online enggak," katanya.