Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin meresmikan pembentukan organisasi kebencanaan, yakni Sinergi Aksi Peduli Bangsa (Sigap Bangsa), di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

"Ada organisasi baru yang bernama Sigap Bangsa. Organisasi ini dibentuk untuk mengantisipasi sekaligus menjadi organisasi yang efektif dalam penanggulangan bencana,” ujar Cak Imin dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Selain itu, kata dia, pembentukan Sigap Bangsa menjadi langkah baru PKB dalam memperkuat keterlibatan masyarakat di bidang penanggulangan bencana.

“Kami berharap semakin banyak orang terlibat dalam penanggulangan bencana. Saya yakin, cara, teknik, dan strategi penanggulangan bencana di Indonesia akan semakin maju," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan PKB akan terus mendorong lahirnya masyarakat yang tangguh menghadapi bencana melalui pendidikan, pelatihan, dan penguatan kapasitas relawan di berbagai daerah.

"PKB akan terus melibatkan masyarakat agar menjadi warga yang tangguh serta memiliki keterampilan dan kekuatan dalam menghadapi bencana," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP PKB Bidang Penanggulangan Bencana Marwan Dasopang mengatakan pembentukan Sigap Bangsa menandai semakin luasnya kontribusi PKB bagi masyarakat.

"Saat ini PKB tidak hanya tampil sebagai partai politik, tetapi juga hadir mengurus persoalan sosial kemasyarakatan. Peluncuran Sigap Bangsa ini sekaligus menjadi kado bagi Hari Lahir Ke-28 PKB," kata Marwan.

Dalam keterangan yang sama, Sigap Bangsa disebut telah melatih 250 relawan tanggap bencana.

Program tersebut akan terus diperluas melalui pelatihan serupa di berbagai daerah guna memperkuat jaringan relawan kebencanaan yang siap diterjunkan saat dibutuhkan.

Dengan hadirnya Sigap Bangsa, PKB berharap dapat memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun budaya siaga bencana serta meningkatkan ketangguhan Indonesia menghadapi berbagai potensi bencana.

Puncak Harlah Ke-28 PKB akan digelar di Jakarta pada 23 Juli 2026. PKB turut mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara tersebut.