Jakarta (ANTARA) - Satuan Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya membeberkan kronologi kecelakaan beruntun di Jalan Tol KM 54.600 A Ruas Bintara arah Cakung, pada Sabtu siang, diduga karena sopir truk mengalami tertidur sesaat (micro sleep).
Kepala Satuan PJR Polda Metro Jaya AKBP Rieki Indra Bratamaanggala menjelaskan kecelakaan pada pukul 11.45 WIB yang melibatkan enam kendaraan itu mengakibatkan satu orang pengemudi meninggal dunia di tempat dan dua lainnya luka-luka akibat hantaman keras beruntun.
"Kejadian bermula saat keenam kendaraan tersebut sama-sama melaju di lajur satu dari arah Bintara menuju Cakung," kata Rieki dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Rieki menambahkan situasi arus lalu lintas di depan saat itu sedang mengalami kepadatan.
Berdasarkan urutannya, kendaraan pertama sampai kendaraan kelima sudah mengantisipasi dengan mengurangi kecepatan mereka.
Namun, petaka terjadi dari arah belakang. Kendaraan keenam, yaitu truk engkel bernomor polisi F 9539 FD yang dikemudikan oleh Gandi Sugandi (59), melaju tanpa mengurangi kecepatan.
"Pengemudi truk tersebut diduga kuat mengalami micro sleep atau tertidur sesaat, sehingga kehilangan kendali penuh atas kendaraannya dan kurang menjaga jarak aman," katanya.
Akibatnya, truk engkel tersebut menabrak bagian belakang kendaraan kelima (truk trailer B 9282 UIY) dengan sangat keras. Hantaman ini memicu efek domino, di mana kendaraan kelima terdorong maju menabrak kendaraan keempat (light truck), lalu beruntun menghantam kendaraan ketiga (truk trailer), kendaraan kedua (mobil boks), dan berakhir di kendaraan pertama (pikap B 9112 UAP).
"Benturan beruntun ini membuat posisi akhir keenam kendaraan menumpuk di lajur satu dan bahu jalan menghadap ke arah utara," ujar Rieki.

Hantaman fatal ini menyebabkan bagian depan truk engkel ringsek parah dan menjepit sang pengemudi, Gandi Sugandi, hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Selanjutnya, jenazah Gandi kemudian dievakuasi petugas ke RS Polri Kramat Jati.
Sementara itu, dua pengemudi lain yang terkena dampak tabrakan beruntun, yakni Hamdan Hidayat (supir mobil boks) mengalami luka berat dan Jajang Irawan (supir truk trailer) mengalami luka ringan. Keduanya langsung dilarikan ke RS Mitra Keluarga Jati Asih.
Rieki menambahkanbsetelah melakukan olah TKP awal dan mengevakuasi seluruh kendaraan ke tempat yang aman agar tidak menyumbat arus tol, pihak PJR langsung melimpahkan penanganan perkara ini ke Unit Laka Lantas Satlantas Polres Metro Jakarta Timur.





