TRIBUNJAKARTA.COM, CEMPAKA PUTIH - Ikatan Keluarga Kalimantan Barat (IKKB) menyiapkan sejumlah rekomendasi untuk mendukung pembangunan Kalimantan Barat, mulai dari penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemberdayaan generasi muda, hingga pendataan diaspora asal Kalbar di Jabodetabek.
Rekomendasi tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Kerja (Raker) IKKB periode 2026-2031 yang digelar di The Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026).
Ketua Panitia Raker IKKB Liana Yanis Chaniago mengatakan, seluruh hasil pembahasan nantinya akan disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Barat sebagai bentuk kontribusi organisasi terhadap pembangunan daerah.
“Hasil Raker ini juga akan kami sampaikan kepada Pak Gubernur sebagai rekomendasi kontribusi IKKB untuk ikut bersama-sama membangun Kalimantan Barat,” ucapnya.
Selain membahas program organisasi, Raker juga memfokuskan pembahasan pada penguatan sektor UMKM.
Sekretaris Umum IKKB Mitha Djawari mengatakan, organisasi telah menyiapkan sejumlah program yang akan digerakkan oleh pelaku usaha muda asal Kalimantan Barat.
“Untuk UMKM ini kita sudah melakukan beberapa program-program yang akan dilaksanakan dan penggerak utamanya adalah anak muda di bawah usia 30 yang kebetulan sudah memiliki usaha lebih dari 30 outlet,” ujarnya.
Menurut Mitha, dua pengusaha muda asal Kalimantan Barat nantinya akan menjadi mentor bagi pelaku UMKM lainnya yang berada di Jakarta agar mampu mengembangkan usahanya.
Ketua Harian IKKB, Budi Siswanto, menegaskan pihaknya ingin memperbesar peran generasi muda dalam berbagai program organisasi.
IKKB bahkan telah menjalin komunikasi dengan organisasi mahasiswa asal Kalimantan Barat yang berada di Jakarta.
“InsyaAllah dalam Raker ini akan kita putuskan karena kita juga ada bidang pemuda dan keolahragaan,” tuturnya.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya berkembang untuk kepentingan pribadi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah asalnya.
“Kita tentu akan mengajak adik-adik kita, teman-teman mahasiswa pemuda Kalbar yang ada di Jakarta. Mereka harus berdaya guna bukan hanya untuk dirinya, tapi juga daerahnya, Kalimantan Barat,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum IKKB periode 2026-2031 Dean Arslan mengatakan, organisasi juga berkomitmen mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pembangunan yang tetap memperhatikan aspek lingkungan dan budaya.
Menurut Dean, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Barat diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
“Jadi kita ingin perusahaan-perusahaan di Kalimantan Barat juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” kata Dean Arslan.
Ia menegaskan pembangunan harus tetap menjaga keseimbangan ekologi serta kelestarian budaya Kalimantan Barat.
“Persoalan lingkungan hidup juga menjadi konsern kita agar alam di Kalimantan Barat bisa tetap terjaga,” titurnya.
Selain itu, IKKB juga akan memperkuat pendataan diaspora Kalimantan Barat di wilayah Jabodetabek sebagai dasar penyusunan berbagai program organisasi ke depan.
“Setelah kita mempunyai database kita akan melaksanakan program-program yang akan kita laksanakan untuk di pusat maupun di daerah,” kata Liana.
Baca juga: Baru Kritik Fasilitas, Igor Tolic Blak-blakan Bongkar Pekerjaan Rumah Persib Usai Ditinggal Bojan
Baca juga: 10 ASN DKI Diberangkatkan Magang di Belanda, Siapkan Inovasi Pengelolaan Air untuk Jakarta
Baca juga: Kebakaran Tumpukan Sampah di Kamal Muara Jakut, Petugas Damkar Gerak Cepat Padamkan Api