Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Rencana mengisi akhir pekan dengan memancing berakhir tragis bagi Alfian Reza Prasetyo (16), pelajar kelas X SMK Pemkab Ponorogo.
Remaja asal Desa Brahu, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, itu meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di Sungai Kedung Samijah, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Sabtu (18/7/2026) sore.
Peristiwa tersebut diduga terjadi karena korban tidak mengetahui kondisi kedalaman sungai ketika memutuskan berenang setelah memancing bersama temannya.
Korban sempat dicari oleh warga menggunakan batang bambu setelah rekannya meminta pertolongan. Namun saat ditemukan di dasar sungai, Alfian sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Baca juga: Monyet Ekor Panjang Turun ke Telaga Ngebel Ponorogo, BKSDA Imbau Wisatawan Tak Beri Makan
Salah satu warga, Eko Subiyanto, mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar ada orang meminta pertolongan.
Ia kemudian menuju lokasi dan ikut membantu proses pencarian korban.
“Tadi ada orang minta tolong, temannya tenggelam. Saya lari lah ke lokasi. Saya ikut mencari. Ketemu di dasar sungai korbannya dalam kondisi tak bernyawa,” ungkap Eko, Sabtu sore.
Menurutnya, korban datang ke lokasi untuk memancing bersama temannya. Setelah itu, korban memutuskan mandi karena merasa kepanasan.
Namun karena bukan warga setempat, Alfian diduga tidak mengetahui bahwa bagian sungai tersebut memiliki kedalaman cukup tinggi.
“Kemudian berenang di lokasi. Nah karena orang luar Desa Ngindeng, korban Alfian ini tidak tahu kedalaman sungai. Di sini kedalamannya hampir 3 meter,” jelas Eko.
Kapolsek Sawoo AKP Tutut Ariyanto menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, korban bersama temannya, Arda, berangkat memancing menggunakan sepeda motor Yamaha Vega tanpa nomor polisi.
Keduanya menuju Sungai Bendo di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo.
“Sesampai di lokasi parkiran klatakan dekat SDN 2 Ngindeng sekitar pukul 13.30 WIB, kemudian korban dan teman korban melakukan mancing di spot pertama,” ujar AKP Tutut.
Karena tidak mendapatkan banyak ikan, keduanya berpindah lokasi hingga tiga titik.
Saat berada di lokasi ketiga, yakni Kedung Keyang, korban mengajak temannya untuk mandi karena merasa gerah setelah memancing selama lebih dari dua jam.
“Korban Alfian mengajak mandi di lokasi ketiga, karena tidak mengetahui kedalaman sungai, sehingga korban tenggelam,” tegas AKP Tutut.
Polisi menyebut korban diduga tidak terlalu mahir berenang. Saat masuk ke sungai, korban langsung tenggelam.
Teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun tidak berhasil hingga akhirnya meminta bantuan warga sekitar.
“Pas masuk langsung tenggelam. Ketinggian sungai perkiraan 2,5 meter. Teman korban juga sempat menolong tetapi tidak kuat, akhirnya minta tolong ke warga,” terang Ipda Mujiono dari Pamapta 2 Polres Ponorogo.
Warga kemudian melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan. Namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Polsek Sawoo bersama Tim Inafis Polres Ponorogo dan tenaga medis melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian serta tubuh korban.
Hasil pemeriksaan memastikan korban meninggal dunia akibat tenggelam. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.
Kapolsek Sawoo AKP Tutut Ariyanto mengatakan luka pada pelipis kiri korban bukan akibat kekerasan, melainkan terjadi saat proses pencarian menggunakan batang bambu.
“Hasil olah TKP petugas jaga Polsek Sawoo, Unit Ident Polres Ponorogo, dan pemeriksaan luar oleh Tim Medis Puskesmas Sawoo bahwa korban meninggal dunia murni karena tenggelam,” jelasnya.
Pihak keluarga yang diwakili Kepala Desa Brahu telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menyatakan tidak menuntut pihak mana pun dan bersedia membuat surat pernyataan.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di sungai, agar lebih berhati-hati dan memastikan kondisi lokasi sebelum berenang, terutama di area yang memiliki kedalaman tidak diketahui.