Profil Frank Alexander Hutapea Anak Hotman Paris, Sinis Ayahnya Bela Febrie, Pendidikannya Mentereng
Dedy Qurniawan July 19, 2026 12:03 AM

BANGKAPOS.COM - Langkah hukum Hotman Paris yang memilih mendampingi mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, sebagai kuasa hukum menuai benturan keras dari putra kandungnya sendiri, Frank Alexander Hutapea.

Anak pertama dari pengacara kondang tersebut secara terbuka melayangkan rasa kecewanya lantaran sang ayah pasang badan untuk tersangka yang terseret dalam pusaran kasus korupsi dan TPPU tersebut.

Melalui pernyataan yang diunggah di jejaring media sosial, Frank Alexander Hutapea tanpa ragu melempar sindiran menukik sekaligus mengoreksi tabiat sang ayah yang dinilainya terlalu sering mengumbar citra di hadapan publik.

Dalam narasi digitalnya, pria yang berprofesi sebagai advokat ini menyoroti pembelaan sepihak Hotman yang berdalih sama sekali tidak memungut biaya sepeser pun dari Febrie Adriansyah.

"Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal. Tarif bayaran saya super mahal di Indonesia. Itulah background-nya biar tahu," kata Hotman Paris.

Merespons pembelaan diri yang diutarakan ayahnya tersebut, Frank langsung melayangkan reaksi sinis.

"Halah kebanyakan pencitraan. Fritz married aja angpaonya lo ambil. Ala ala ga mau duit," ujar Frank

"Orang miskin itu cuma dijadiin senjata marketing aja. He never really care he only care about being center of attention (Dia tidak pernah benar-benar peduli, dia cuam peduli sama perhatian)," sindir Frank.

Frank melemparkan saran radikal agar wadah bantuan hukum yang diinisiasi oleh Hotman dibubarkan total saja.

"Tutup aja ini ig pengais keadilan. Marketing ala ala buat jualan alcohol di holywings," pungkas Frank.

Sikap berani Frank yang memilih berseberangan dan tidak memberikan dukungan kepada Hotman Paris ini seketika memicu perbincangan hangat di kalangan warganet.

Frank pun terpantau memberikan jawaban dingin atas tudingan miring netizen yang sempat mencurigai perselisihan bapak dan anak ini sebagai gimik pemasaran.

"Trik marketing anaknya," sindir netizen.

"Gue ga perlu marketing bro," tegas Frank.

Baca juga: Jadwal Spanyol vs Argentina Final Piala Dunia 2026, Prediksi Skor & Head to Head-nya

Profil Frank Alexander Hutapea dan Pendidikannya

Frank Alexander Hutapea merupakan pria kelahiran tahun 1991 yang memiliki riwayat akademis yang sangat berkelas di luar negeri.

Ia tercatat menuntaskan studi ilmu hukum di University of Kent, London, yang dikenal luas sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka dan bergengsi di Inggris.

Melalui ketekunannya di universitas ternama tersebut, putra sulung Hotman ini sukses merengkuh gelar Bachelor of Laws (LLB).

Memasuki dunia kerja profesional, Frank menempa pengalamannya terlebih dahulu sebagai Associate Trainee di firma hukum papan atas Hadinoto Hadriputranto and Partners semenjak April 2013 hingga September 2014.

Setelah merampungkan masa rekam jejak awal tersebut, ia memutuskan untuk memperkuat barisan kantor hukum milik ayahnya dan menempati posisi strategis sebagai partner di kantor hukum Hotman Paris Hutapea selama lebih dari empat tahun terakhir.

Sebagai pembuktian atas kemandiriannya di bidang hukum, Frank kemudian mendirikan sebuah firma hukum personal yang diberi nama FRANK Solicitors pada Desember 2025.

Baca juga: Hotman Klaim Febrie Adriansyah Kebanggaan Presiden, Soroti Penyidikan Polisi: Tanya Prabowo Dulu

Sudah Menikah dan Sosok Istrinya

Di dalam struktur keluarganya, Frank Hutapea merupakan anak tertua sekaligus kakak kandung dari Felicia Putri Parisienne Hutapea dan Fritz Paris Junior Hutapea.

Menjawab pertanyaan mengenai kehidupan personalnya, Frank Alexander Hutapea saat ini statusnya sudah menikah dengan seorang wanita bernama Winona Delany Tandra.

Momen sakral pernikahan mereka berdua diresmikan pada hari Sabtu, 4 Januari 2025.

Pesta pernikahan mewah itu sempat menyedot perhatian khalayak luas setelah Hotman Paris membeberkan secara blak-blakan bahwa dirinya menggelontorkan dana fantastis mencapai sekitar Rp5 miliar untuk merayakan hari bahagia sang putra.

Sosok istri Frank, Winona Delany Tandra, rupanya bukan orang sembarangan karena memiliki latar belakang akademis dan portofolio karier yang sama-sama mentereng.

Winona merupakan seorang alumnus dari University of Exeter, Inggris, dengan fokus pendalaman pada jurusan Ekonomi Bisnis, di mana ia berhasil meraih gelar Bachelor of Arts pada tahun 2014.

Semasa masih berstatus sebagai mahasiswa, Winona diketahui sempat meniti pengalaman dengan magang di lembaga keuangan internasional UOB Kay Hian Singapura.

Bahkan, perempuan cerdas ini juga tercatat pernah memegang jabatan mentereng sebagai Senior Analyst di salah satu korporasi keuangan akuntansi global terkemuka yang masuk dalam jajaran Big Four, yakni KPMG Indonesia.

Menjabat sebagai Tenaga Ahli sekaligs Ketua Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional

Nama Frank Alexander Hutapea kian santer dibicarakan masyarakat luas setelah dirinya resmi mengemban amanah baru dan dilantik sebagai Tenaga Ahli di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional (DPN).

Frank terpilih sebagai salah satu figur dari total 12 Tenaga Ahli yang diambil sumpah jabatannya secara langsung oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, yang bertindak dalam kapasitasnya sebagai Ketua Harian DPN Republik Indonesia.

Seremonial pelantikan resmi tersebut diselenggarakan bertempat di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Gedung Jenderal Sudirman Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, pada hari Kamis, 15 Januari 2026.

Pengangkatan resmi ini bersandarkan pada payung hukum Keputusan Ketua Harian DPN Nomor: KEP/3/KH/X/2025.

Selain itu, mekanisme pelaksanaan pelantikan ini berjalan sesuai dengan regulasi yang diatur di dalam Peraturan Presiden Nomor 202 Tahun 2024 mengenai Dewan Pertahanan Nasional.

Di antara belasan nama tokoh yang ikut dilantik hari itu, profil Frank Hutapea menjadi yang paling memantik atensi publik lantaran faktor asal-usul keluarganya sekaligus rekam jejak profesionalnya di bidang hukum.

Publik mengenal luas dirinya sebagai putra pertama dari pasangan pengacara ternama Hotman Paris Hutapea dan Agustianne Marbun.

Alasan Hotman Paris Membela Febrie Adriansyah

Sebelum gelombang sindiran dari anak sulungnya mencuat ke permukaan, Hotman Paris sudah terlebih dahulu memaparkan alasan fundamental di balik kesediaannya menjadi pengacara Febrie Adriansyah.

Di dalam sesi konferensi pers yang digelar pada hari Jumat, 17 Juli 2026 malam, Hotman Paris mengutarakan bahwa hatinya merasa terpanggil secara moral untuk memberikan pembelaan hukum kepada Febrie.

"Walaupun klien saya membeludak, hampir semua konglomerat saya yang pegang. Saya terpanggil karena saya merasa ada yang baik," ungkap Hotman Paris.

Menurut pemaparan Hotman, Febrie merupakan sosok jaksa penegak hukum yang menorehkan kontribusi dan jasa yang sangat masif bagi kelangsungan negara.

Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan Febrie memimpin penanganan berbagai kasus megakorupsi yang berujung pada pemulihan aset negara dengan nominal yang luar biasa besar.

Hotman menilai Febrie sebagai salah satu aparat penegak hukum yang berhasil mencatatkan rekor emas di lingkungan Kejaksaan, khususnya dalam menyelamatkan uang negara hingga berulang kali menuai pujian langsung dari Presiden Prabowo.

Oleh sebab itu, di kala kini Febrie didera oleh jeratan hukum atas dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang, Hotman merasa berkewajiban secara profesional untuk membentenginya.

"Saya melihat benar-benar merasa miris karena apa? Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo karena dengan dia, negara mendapatkan (pengembalian aset) sebagai Satgas PKH 300 triliun, dalam satu tahun. Kemudian pengembalian kerugian negara dapat 130 triliun. Sudah 430 triliun kembali, dibanggakan oleh Presiden," pungkas Hotman.

Di dalam konstelasi kasus yang melilit Febrie, Hotman mengendus adanya indikasi kuat tindakan kriminalisasi yang diarahkan kepada mantan Jampidsus tersebut.

"Bayangkan, orang kebanggaan Presiden, tiba-tiba dikriminalisasi, bahkan tanpa pamit sama Presiden," kata Hotman.

"Ini sudah 430 triliun yang terkumpul uang berupa uang cash masuk ke negara. Berarti banyak oligarki yang terganggu. Jadi benar-benar dengan melakukan itu terhadap Jampidsus ini, mantan Jampidsus ini, benar-benar saya melihat kurang penghormatan terhadap Presiden Prabowo. Itulah alasannya saya terpanggil," sambungnya. (Bangkapos.com/ Tribun Network)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.