Dalangi Pembunuhan Ayah Angkat, Tabiat Gadis 19 Tahun Dibongkar Warga, BB Dibuang
Noval Andriansyah July 19, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Nganjuk - Tabiat dan gelagat janggal seorang gadis berinisial DM (19) dibongkar oleh warga setelah dirinya terbukti menjadi otak pembunuhan berencana terhadap ayah angkatnya, Gatot Tri Wahyu Widodo (53), di Desa Kaloran, Kabupaten Nganjuk.

Baca juga: Ayah NS Syok Temukan Hal Mengejutkan di HP Anak Angkat, Kenapa Dikoleksi?

Guna menyembunyikan jasad korban yang dikubur di pekarangan, remaja tersebut dengan licik mengunci rapat rumah hingga sengaja membuang ibu angkatnya ke luar kota agar menjauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut kesaksian warga setempat, Joko, gelagat aneh DM mulai terlihat sehari setelah eksekusi pembunuhan dilakukan.

Pelaku sengaja memadamkan seluruh lampu dan mengunci akses rumah pada Selasa (14/7/2026) malam, hingga membuat ibu angkatnya, Mbak Tin, terpaksa menumpang tidur di rumah kerabat karena tidak bisa masuk.

Siasat jahat DM berlanjut keesokan harinya. Pada Rabu (15/7/2026) pagi, ia berpura-pura mengajak sang ibu pergi jauh menggunakan sepeda dengan dalih mencari keberadaan korban yang dilaporkan hilang.

"DM mengajak ibunya pergi mencari ayahnya, mereka diajak berputar-putar bersepeda sampai ke Malang. Namun, sesampainya di Malang, ibunya malah ditinggal begitu saja hingga harus telantar dan pulang sendirian," papar Joko mengungkap tabiat keji pelaku di lingkungan sekitar, dilansir Surya.co.id.

Warga juga menambahkan bahwa keluarga korban selama ini dikenal memiliki kepribadian yang cukup tertutup dari interaksi sosial masyarakat setempat.

Rencanakan Pembunuhan dan Bagi Peran

Di balik tabiat janggalknya di lingkungan rumah, kepolisian memastikan bahwa DM merupakan dalang utama yang menyusun skenario maut ini bersama kekasihnya, NJS (28).

Berdasarkan hasil penyidikan, DM sudah membagi tugas dengan kekasihnya sejak Sabtu (11/7/2026).

Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, menegaskan aksi pembunuhan ini telah dirancang dengan matang. DM bahkan sudah menyiapkan palu untuk menghantam kepala korban serta sebilah pisau untuk menikam perut dan menggorok leher ayahnya di dalam rumah.

"Tersangka DM adalah orang yang punya inisiatif, merencanakan, sekaligus membagi peran. Sehingga otak utama dari pembunuhan berencana ini adalah anak angkat korban sendiri," jelas AKP Sukaca, Kamis (16/7/2026).

Sementara itu, Wakapolres Nganjuk, Kompol Didid Wahyu Agustyawan, membeberkan bahwa DM nekat berbuat keji karena memendam dendam masa kecil akibat pola asuh keras secara fisik dan verbal dari korban.

Emosi pelaku semakin tak terkendali setelah ia mengetahui status aslinya yang hanya merupakan anak angkat. Saat ini, polisi masih melakukan pencarian terhadap dua senjata tajam yang dibuang pelaku untuk menghilangkan jejak perkara.

NJS Terlibat karena Sakit Hati

Sementara untuk NJS, menurut Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Suka terlibat dalam kasus ini karena sakit hati hubungannya dengan DM tak direstui. 

Alasannya, perbedaan kasta finansial. Keluarga DM menilai ekonomi NJS kurang mampu. 

Selain itu, NJS dijanjikan DM mendapatkan sejumlah uang setelah melakukan tindak kejahatan tersebut. 

"Iming-iming itu diterima NJS. Sebab NJS sedang menghadapi tekanan ekonomi akibat keluarganya terlilit utang," sebutnya. 

DM dan NJS diamankan Satreskrim Polres Nganjuk di Jalan Jenderal S. Parman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (16/7/2026) pukul 01.00 WIB. 

DM dan NJS sempat melarikan diri ke sejumlah tempat, termasuk Pasuruan, pasca membunuh Gatot.  

Dibunuh dengan Kejam

DM dan NJS begitu sadis menghabisi nyawa Gatot Tri Wahyu Widodo (53).

Gatot menghadapi serangan bertubi dari DM dengan menggunakan benda tumpul serta senjata tajam. 

Bukan hanya itu, kedua tersangka mengubur jasad korban di pekarangan samping rumahnya. 

Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca mengatakan tersangka memiliki peran masing-masing saat melancarkan aksi keji tersebut. 

DM berperan membekap mulut korban dari belakang dalam posisi berdiri. 

Kemudian, NJS berdiri di hadapan korban sembari menjegalnya hingga Ttubuh korban terhempas ke lantai. 

"Tatkala terjatuh, korban sempat memberikan perlawanan ke NJS," katanya. 

Karena menderita penyakit paru-paru, korban kalah kekuatan. Tubuh korban lemas dengan posisi telentang. 

Saat itu lah, DM dan NJM membunuh Gatot dengan keji sebelum akhirnya menguburnya di pekarangan rumahnya. 

Peristiwa pembunuhan ini berlangsung Senin (13/7/2026) sekira pukul 15.00 WIB. 

Menurut keterangan warga yang mengecek rumah korban, mereka melihat bercak darah di ruang belakang dekat kamar mandi. Penghabisan nyawa Gatot ditengarai dilakukan di lokasi itu. 

Berselang waktu, pukul 19.00 WIB, tersangka mengubur korban di pekarangan samping rumah. Tersangka NJS mengeduk tanah menggunakan sebuah cangkul. 

Tersangka menggali tanah tak terlalu dalam, perkiraannya kurang dari 1,5 meter-2 meter. Sehingga bau menyengat terhirup tetangga sekitar. 

Di atas gundukan kuburan, tertata rapi genting dan batang pohon pisang. 

"Kematian disebabkan urat nadi yang terputus di leher. Luka fatalnya di leher," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.