TRIBUN-MEDAN.com – Warga di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, kembali harus menghadapi bencana banjir bandang pada Sabtu (18/7/2026) sore.
Hujan deras yang mengguyur kawasan Tapanuli selama dua hari berturut-turut membuat dua kelurahan, Hutanabolon dan Sipange, terendam air.
Banjir Mengulang Tragedi November 2026
Banjir di Hutanabolon kali ini disebut warga hampir sama dahsyatnya dengan peristiwa 25 November 2026 lalu.
Air meluap deras, membawa material kayu besar yang hanyut terbawa arus.
Kondisi ini menimbulkan kepanikan warga yang terjebak di dalam rumah.
Seorang warga, Eka Suryani Pasaribu, membagikan siaran langsung melalui Facebook.
Dalam video berdurasi sekitar 30 menit, ia memperlihatkan derasnya arus banjir yang masuk ke rumahnya.
Dengan suara bergetar, Eka memohon pertolongan.
“Sudah masuk air. Selamatkan nyawa kami ya Allah,”ujarnya.
Tanggul Jebol Jadi Sorotan
Dalam siaran langsungnya, Eka menegaskan bahwa banjir terjadi akibat tanggul yang kembali jebol.
Ia meluapkan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dianggap tidak serius memperbaiki infrastruktur penahan banjir.
“Buat pemerintah, tolong kami. Asal hujan tanggul jebol. Berarti tanggulnya kurang bagus,” ujarnya.
Warga lain juga mengeluhkan hal serupa.
Meski tanggul sudah dibangun pasca-bencana sebelumnya, faktanya setiap kali hujan deras, Hutanabolon tetap dilanda banjir.
Dalam video tersebut, Eka dan keluarganya terlihat histeris.
Mereka hanya bisa bertahan di dalam rumah, tidak mampu keluar karena air semakin tinggi.
“Awas itu kayu. Redalah hujan ini ya Allah. Tolong kami sudah terjebak. Mau keluar juga gak bisa. Sudah besar kali airnya,” kata Eka dengan tangis.
Catatan Bencana
Peristiwa ini menambah panjang daftar banjir bandang yang melanda Tapanuli Tengah.
Hutanabolon menjadi titik rawan yang berulang kali mengalami bencana serupa.
Warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi serius terhadap kualitas tanggul dan sistem drainase agar tragedi ini tidak terus berulang.
Jejak Banjir Bandang Tapteng
Hutanabolon: Hampir setiap hujan deras, wilayah ini kembali dilanda banjir. Peristiwa terbaru disebut warga mirip dengan banjir besar 25 November 2025 lalu.
Sipange: Kelurahan lain yang ikut terdampak, memperlihatkan pola berulang dari banjir musiman. Derasnya arus air membawa material kayu dan lumpur.
(aziz/Tribun-medan.com)
Baca juga: KETAKUTAN Warga Saat Hutanabolon Banjir Bandang Lagi, Air Masuk ke Rumah: Asal Hujan Tanggul Jebol
Baca juga: Hutanabolon Banjir Bandang Lagi, Warga Histeris Terjebak di Dalam Rumah: Tolong Kami Ya Allah