Baca juga: Arti Kata Catuk, Apa Arti Catuk, Arti Catuk di Medsosia Sosial, Arti Catuk dalam Bahasa Gaul
Kata atau istilah ini sudah sering digunakan kaula muda dalam bahasa formal dan bahasa pergaulan di Riau, baik di media sosial maupun di dunia nyata.
Bagi para kaula muda Pekanbaru atau kaula muda Riau umumnya yang ingin menggunakan kata ini sebagai bahasa dalam pergaulan, simak penjelasannya agar paham artinya dan lawan bicara tidak salah paham.
Secara bahasa, arti kata double dealing atau double dealing artinya adalah bermuka dua, berkhianat, berbuat curang, atau bermain api di dua sisi sekaligus.
Secara istilah, arti kata double dealing atau double dealing artinya adalah sifat atau perbuatan seseorang yang berjanji, bersepakat, atau bersahabat baik sama kamu di depan, tapi di belakang dia juga berjanji, bekerja sama, atau bersekongkol sama musuh atau orang lain untuk merugikan kamu, menipu kamu, atau mengambil keuntungan diam-diam dari kedua belah pihak.
Intinya, mulut sama kamu, hati atau kelakuan sama orang lain. Dua wajah, dua hati, dua janji yang saling bertentangan.
Berikut double dealing :
- Bermain di dua sisi :
Dia bilang dia setia sama kamu, dia tim kamu, dia dukung kamu - tapi diam-diam dia juga dekat, curhat, atau bikin kesepakatan sama orang yang kamu gak suka, sama musuh kamu, atau sama orang yang mau nyakitin kamu.
- Curang dan Tidak Jujur :
Dia ambil untung dari dua-duanya. Dapat kepercayaan dari kamu, dapat keuntungan atau dukungan dari orang lain - kamu dikasih harapan palsu, orang lain juga dikasih janji manis.
- Bohong Berlipat :
Kalau ditanya, dia elak, dia bohong, dia bilang enggak kok, aku cuma sama kamu, padahal buktinya dia main dua peran.
- Ingkar Janji :
Apa yang dia sepakati sama kamu, dia langgar diam-diam demi kepentingan dia sendiri.
Berikut contoh double dealing :
1. Contoh dalam Bisnis
- Seorang agen properti menjual tanah kepada Pembeli A dengan harga tertentu, namun di saat yang sama ia juga menawarkan tanah yang sama kepada Pembeli B dengan harga lebih tinggi, dan menerima uang muka dari keduanya tanpa memberi tahu bahwa tanah tersebut sudah ditawarkan ke orang lain.
- Seorang perantara dagang berjanji kepada Pemasok X akan membantu menyalurkan barangnya, tetapi diam-diam ia juga bekerja sama dengan Pemasok Y yang menjual barang serupa, dan memberikan informasi rahasia harga dari Pemasok X kepada Pemasok Y agar Y bisa memenangkan persaingan.
2. Contoh dalam Pekerjaan
- Seorang karyawan berjanji setia dan bekerja penuh waktu di Perusahaan A, tetapi diam-diam ia juga bekerja di Perusahaan B yang bergerak di bidang usaha yang sama dan merupakan pesaing utama, serta memberikan data atau strategi kerja Perusahaan A ke Perusahaan B.
- Seorang manajer proyek menerima tawaran kerja sama dari Rekanan A, namun ia juga bernegosiasi dengan Rekanan B, lalu memanipulasi penawaran harga kedua belah pihak agar ia mendapatkan keuntungan pribadi (uang pelicin) dari salah satu atau keduanya, padahal keputusan pemenang sudah ia tentukan sebelumnya.
3. Contoh dalam Hubungan
- Seseorang berjanji akan menikah atau menjalin hubungan serius dengan Pasangan A, tetapi diam-diam ia juga menjalin hubungan serius dan membuat janji yang sama dengan Pasangan B.
- Dalam pertemanan, seseorang berpura-pura mendukung dan menyetujui pendapat temannya di depan muka, tetapi di belakang ia menyebarkan keburukan atau mengadu kepada orang lain untuk menjatuhkan temannya tersebut.
Secara bahasa, arti double dealing di media sosial adalah perilaku bermuka dua, tidak jujur, dan memainkan dua sisi sekaligus di dunia maya: menampilkan citra yang berbeda-beda kepada orang yang berbeda, menyembunyikan status hubungan, atau berinteraksi diam-diam dengan orang lain di belakang pasangan.
Berbeda dengan kenyataan aslinya, seseorang membuat topeng yang berbeda di media sosial: di depan pasangan terlihat setia, tapi di akun atau fitur tersembunyi bersikap seolah masih lajang dan bebas mendekati orang lain.
Bentuk-bentuk perilakunya di media sosial :
1. Menyembunyikan status hubungan
- Tidak pernah memposting foto berdua, tidak menandai pasangan, atau menyembunyikan daftar teman/akun yang diikuti.
- Mengubah status menjadi "Lajang" atau menyembunyikan status hubungan di profil, padahal sedang berpacaran serius.
- Meminta pasangan tidak memposting hal yang berhubungan dengannya agar tidak "diketahui orang lain".
2. Punya akun rahasia atau tambahan
- Membuat akun kedua/akun palsu yang tidak diketahui pasangan, untuk berinteraksi dengan orang lain tanpa ketahuan.
- Memblokir atau membatasi akses pasangan ke akun tertentu, tapi membiarkan orang lain melihat semua aktivitasnya.
3. Berinteraksi diam-diam dengan orang lain
- Sering membalas komentar atau mengirim pesan pribadi secara berlebihan, memuji berlebihan, atau menggunakan bahasa manis kepada orang lain, lalu menyembunyikannya dari pasangan.
- Mengirim pesan lalu segera menghapusnya, atau menggunakan fitur pesan yang otomatis hilang.
- Mengikuti atau terus memantau profil orang yang dia sukai diam-diam, sementara menolak pasangan melihat siapa yang dia ikuti.
4. Bermain harapan kepada dua pihak
- Membagikan konten yang seolah-olah masih mencari pasangan atau kesepian, sehingga orang lain berani mendekatinya.
- Di depan pasangan dia bilang "kamu satu-satunya", tapi di kolom komentar atau pesan pribadi dia memberi harapan sama kepada orang lain.
- Membicarakan pasangan secara buruk di belakang
- Di depan pasangan terlihat harmonis, tapi di grup tertutup atau akun rahasia dia mengeluh, menghina, atau menyebarkan cerita yang merugikan pasangan kepada orang lain.
Perbuatan ini sangat menyakitkan, karena media sosial sering dianggap sebagai cerminan diri dan pengakuan hubungan. Perilaku ini membuat pasangan merasa tidak dihargai, disembunyikan, dan tidak dianggap sebagai bagian penting dari hidupnya.
Secara bahasa, arti double dealing dalam Bahasa Gaul adalah bermuka dua, makan dua kakinya, main dua sisi, curang diam-diam, atau buang jala ke sana-sini.
Maksudnya, orang yang di depan lo ngomong manis, janji setia, bilang cuma sama lo - tapi di belakang lo dia juga deket, akrab, atau bikin kesepakatan sama orang lain (atau musuh lo) buat untung-untungan sendiri.
Intinya, main dua-duanya, nipu dua-duanya, biar dia enak sendiri.
Contoh gampangnya :
- Di pacaran : Bilang Kamu satu-satunya, eh ternyata punya pacar lain diam-diam, atau masih chatan mesra sama banyak orang. Makan dua kakinya banget.
- Di pertemanan : Depan lo bilang dukung lo, jadi kawan baik. Belakang lo dia gibahin lo, atau malah akrab sama orang yang benci lo. Orang gini palsu parah.
- Di kerjaan : Janji kerjasama sama lo, tapi diam-diam bocorin rahasia lo ke saingan bisnis lo biar dia dapat untung dua kali.
Intinya, gak jujur, gak punya prinsip, jago nipu, maunya enak sendiri aja.
Contoh ngomong anak muda :
- Jangan percaya dia deh, orangnya double dealing banget. Depan manis, belakang tusuk punggung.
- Cowok itu double dealing parah! Bilangnya serius sama lo, eh ternyata ada cewek lain yang dia janji nikahin juga. Dasar penipu!
- Gue gak mau temenan sama orang yang double dealing, capek ah dijaga-jaga terus kayak ada bom waktunya.
Secara bahasa, arti double dealing dalam Bahasa Melayu Riau adalah bermuko duo, makan duo kakinyo, kato satu buek satu, khianat belakang, atau nak ambil untung dari duo-duo belah.
Maksudnya, orang atau perbuatan yang depan muko kau dia kato manis-manis, janji setia, kato kawan sejati, kato sayang kau sajok - tapi belakang kau, dia juo kawan rapat, dia juo berjanji, dia juo buek perjanjian samo orang lain atau musuh kau, nak untung diri sendiri, nak tipu duo-duo belah sekaligus.
Itu namonyo penipu mato, tak jujur betul.
Kato mudahnyo, mulut kat sini, hati dan kelakuan kat sana. Main duo-duonyo, nipu duo-duonyo.
Tanda-tanda double dealing :
- Janji samo sado orang :
Kat kau dia kato kau sajok di hati aku. Kat orang lain dia kato hal samo juo. Janji nak serius, nak kawin, nak bina rumahtangga - kat duo atau banyak orang sekaligus.
- Penuoh rahsia dan bohong :
HP dikunci rapat, padam pesan tiap saat, tukar namo kontak, bohong hal kedudukan. Kau ingat dia sorang, ruponyo ado kawan lain banyak.
- Aturan ganda :
Kalau kau salah sikit, dimaro habis, dikato curang. Kalau DIA yang salah beso, ado sajok alasan : kan cato ngobrol doang, kau nyo yang lebay. Dia bebas, kau yang dilarang.
- Tak nak lepaskan siapo-siapo :
Gak mau lepas kau, gak mau lepas yang lain juo. Nak pegang duo-duonyo, biar kalau satu gagal, ado cadangan lain. Ito namonyo penipu ulung.
Contoh kalimat dalam Bahasa Melayu Riau :
- Jangan percayo dia, orangnyo double dealing betul. Depan manis, belakang tikuk punggung.
- Lelaki tu makan duo kakinyo - dasar double dealing! Kato sayang kau, ruponyo ado bini lain kat luar.
- Orang ni tak bole dipegang janji, sado-sado yang dimulut tipu sajok, kelakuannyo double dealing habis.
Sumber : tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id, urbandictionary.com, yourdictionary.com, Kamus Bahasa Indonesia - Bahasa Melayu Riau
Demikian penjelasan tentang arti kata double dealing atau double dealing artinya dan contoh double dealing serta arti double dealing di media sosial hingga arti double dealing dalam Bahasa Gaul dan arti double dealing dalam Bahasa Melayu Riau .
( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )