SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 sukses memukau ribuan penonton dengan menghadirkan parade kolosal bertema sejarah "Perang Bayu", yang diikuti ratusan talenta lokal hingga puluhan wisatawan mancanegara pada Sabtu (18/7/2026) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).
Penyelenggaraan ke-14 festival ini, sukses bertransformasi menjadi panggung diplomasi budaya internasional yang megah.
Berikut adalah beberapa fakta penting dari kemeriahan Banyuwangi Ethno Carnival 2026:
Keterlibatan wisatawan mancanegara sebagai peserta mengenakan kostum etnik yang terinspirasi sejarah Perang Bayu memberi warna baru pada BEC tahun ini. Salah satunya adalah Jerome, wisatawan asal Belgia yang baru pertama kali berkunjung ke Indonesia.
"Saya sangat excited. Ini pertama kali saya ke Indonesia, pertama kali juga ke Banyuwangi dan bertepatan dengan digelarnya event BEC. Saya merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari agenda akbar masyarakat Banyuwangi ini," ujar Jerome.
Pengalaman luar biasa juga dirasakan oleh Melissa Curtis, peserta asal Inggris yang mengagumi filosofi mendalam di balik kostum megah yang dikenakannya.
"Amazing experience. Pakaian yang saya kenakan ini ternyata sarat filosofi," ungkap Melissa.
Selain itu, Murad, pemuda berusia 21 tahun asal Pakistan, menyebut keterlibatannya sebagai bagian dari parade BEC 2026 sebagai momen yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang hidupnya.
Tema Perang Bayu yang diusung tahun ini, menceritakan salah satu babak sejarah paling heroik di Banyuwangi saat melawan penjajah Belanda. Nilai historis inilah yang justru memikat penonton asing seperti Cynthia dari Belanda.
“Amazing, sangat kagum dengan kostumnya yang megah. Yang paling menarik adalah history yang diangkat pada pertunjukkan ini, semuanya bagus dan indah. Saya juga bahagia, orang-orang di sini ramah, suatu saat saya akan kesini lagi,” kata Cynthia.
Dengan memadukan unsur seni, sejarah, dan kreativitas tanpa batas, BEC 2026 berhasil membuktikan bahwa nilai sejarah lokal dapat dikemas menjadi atraksi wisata bertaraf internasional yang mampu merekatkan hubungan antar-bangsa.