Salam Perpisahan Mbappe untuk Deschamps, Ode bagi Pelatih Terbaik Sepanjang Masa Prancis
Beri Bagja July 19, 2026 04:33 AM

FRANCK FIFE/AFP
Didier Deschamps berpelukan dengan Kylian Mbappe setelah sang striker cetak gol untuk Timnas Prancis ke gawang Senegal pada laga Piala Dunia 2026 di New Jersey (16/6/2026).

BOLASPORT.COM - Kylian Mbappe mengucapkan salam perpisahan untuk Didier Deschamps menjelang pertandingan terakhirnya di kursi pelatih Timnas Prancis.

Duel perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 akan menjadi 'tarian terakhir' bagi sang pelatih bersama skuad Les Bleus.

Didier Deschamps mencapai garis finis perjalanan 14 tahun membesut Timnas Prancis dengan menghadapi Inggris di Stadion Miami, Sabtu (18/7/2026) petang waktu setempat.

Hanya sekitar tiga jam sebelum kick-off pertandingan, Kylian Mbappe menulis salam perpisahan mengharukan buat Deschamps.

Bak sebuah ode, dia menumpahkannya dalam postingan di akun Instagram. Dua jam saja, unggahan tersebut disukai 1,8 juta akun yang turut memberi apresiasi.

Bagi Deschamps, partai melawan Inggris menandakan akhir petualangan penuh tantangan.

Sejak menggantikan tugas Laurent Blanc pasca-Piala Eropa 2012, eks gelandang tangguh Les Bleus mengembalikan negaranya ke posisi terhormat di kancah dunia.

Untuk Mbappe, Deschamps amat spesial. Dia memberinya mandat sebagai kapten dan di bawah asuhannya pula Mbappe memecahkan rekor pencetak gol terbanyak di tim nasional.

"Hari ini adalah langkah terakhir Anda. Anda, yang telah memberi kami begitu banyak hal."

"Seharusnya kami memberi Anda akhir yang lebih baik, tapi kami gagal," bunyi pesan pembuka Mbappe yang ditujukan kepada Deschamps.

Kalimat pembuka tersebut mewakilkan perasaan sesal awak Timnas Prancis yang gagal membawa negaranya lolos ke final Piala Dunia 2026.

Digadang-gadang punya skuad terbaik, Si Biru malah tersingkir karena dikalahkan Spanyol di semifinal.

"Sangat sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata apa yang telah Anda berikan selama lebih dari 14 tahun."

"Anda telah menjadi sosok yang sangat penting dalam kebangkitan kembali tim ini."

"Orang-orang tidak selalu tahu cara menghargai kehebatan Anda, tetapi waktu dan sejarah akan membuktikannya."

"Saya merasa terhormat bisa berada di samping salah satu legenda terbesar negara kami."

"Saya hanya akan menyimpan kenangan indah dari segala hal yang kita alami dan raih bersama."

"Saya mendoakan yang terbaik untuk Anda dalam petualangan baru," tutupnya disertai emotikon mahkota.

 

Unggahan emosional Kylian Mbappe untuk pelatih Didier Deschamps, yang akan meninggalkan kursi Timnas Prancis usai laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026.
INSTAGRAM.COM/K.MBAPPE/
Unggahan emosional Kylian Mbappe untuk pelatih Didier Deschamps, yang akan meninggalkan kursi Timnas Prancis usai laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026.

Spesialis Calon Juara

Di bawah asuhan Didier Deschamps, Timnas Prancis hampir selalu menjadi kandidat juara di semua turnamen yang diikutinya.

Selain memenangi Piala Dunia 2018 sebagai prestasi terbesarnya, dia membawa tim menjadi runner-up Piala Dunia 2022, mencapai semifinal Piala Dunia 2026, menjuarai UEFA Nations League 2021, runner-up Euro 2016, dan peringkat ketiga UEFA Nations League 2025.

Memang tidak semuanya mulus. Di kesempatan lain, Prancis hanya mencapai perempat final Piala Dunia 2014, babak 16 besar Euro 2020, dan gagal lolos ke semifinal UEFA Nations League 2019 serta 2023.

Akan tetapi, sederet pencapaian itu sudah layak menjadikan Deschamps sebagai salah satu, jika bukan, yang terbaik sepanjang masa di Timnas Prancis.

Dengan gelar juara Piala Dunia 2018, dia juga mencatar rekor sebagai satu dari hanya tiga orang di kolong langit yang memenangi trofi sebagai pelatih dan pemain.

Prestasi ini cuma bisa digapai Deschamps (1998, 2018), Mario Zagallo (Brasil: 1958-1962, 1970), dan Franz Beckenbauer (Jerman: 1974, 1990).

Pria 57 tahun itu merupakan kapten Si Biru yang mengangkat trofi pertamanya di kejuaraan terakbar saat menjadi tuan rumah 1998.

Total, Deschamps membukukan 181 pertandingan, dan akan selesai dengan catatan 182 partai saat melawan Inggris.

Dari 181 laga yang sudah dilalui, ia mencatatkan 118 kemenangan, 35 seri, dan 28 kalah. Rasio kemenangannya 65,2 persen.

Setelah kepergian mantan gelandang Juventus itu, Timnas Prancis siap ditangani legenda top lain yang juga anggota tim juara 1998.

Dia adalah Zinedine Zidane, yang dikabarkan siap bertugas pertama kalinya di balik kemudi pada September mendatang.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.