- Benarkah kuning telur bikin kolesterol naik?
- Berapa batas konsumsi telur?
- Nutrisi yang terkandung dalam telur
- Apa itu kolesterol?
- Jenis-jenis kolesterol 1. Kolesterol HDL (high-density lipoprotein) 2. Kolesterol LDL (low-density lipoprotein)
- Apa fungsi kolesterol?
- Faktor yang memengaruhi kadar kolesterol
Kuning telur kerap dihindari karena dianggap dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Tak sedikit orang memilih hanya mengonsumsi putih telur demi menjaga kesehatan, khususnya kesehatan jantung.
Meski kuning telur memang mengandung kolesterol, bukan berarti makanan ini otomatis menjadi penyebab utama kolesterol tinggi. Justru, pola makan secara keseluruhan dan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dinilai lebih berpengaruh terhadap kenaikan kadar kolesterol.
Benarkah kuning telur bikin kolesterol naik?
Spesialis gizi dr Cindiawaty Josito Pudjiadi Mars, Ms, SpGK, mengatakan di dalam kuning telur memang ada kandungan 210 mg kolesterol. Meski begitu, dr Cindiawaty menyebut tingginya kolesterol di dalam tubuh seseorang bisa disebabkan oleh berbagai faktor selain dari makanan. Hal ini dikarenakan kadar kolesterol secara alami juga dapat dibentuk oleh tubuh.
"Selain kuning telur, sebenarnya yang lebih bahaya itu makanan yang mengandung lemak jenuh, karena akan berkontribusi atas kenaikan kadar kolesterol kita," ucapnya kepada detikcom, dikutip dari 20detik, Minggu (24/12/2023).
Senada, spesialis jantung dan pembuluh darah dr Hasjim H, SpJP mengatakan sebaiknya tidak hanya berfokus pada konsumsi telur. Menurutnya, gorengan, makanan bersantan, hingga daging berlemak justru lebih berisiko jika dikonsumsi berlebihan.
"Nah, kalau dibilang apakah tidak boleh makan telur? Saya sih kurang setuju. Yang salah adalah sudah kebanyakan makan telur, tambah gorengan, tambah gulai. Nah, akhirnya konsumsi lemak itu akan jauh berlebih," kata dr Hasjim Tangerang, Banten, Kamis (26/9/2025).
Berapa batas konsumsi telur?
dr Hasjim menyebut konsumsi satu kuning telur per hari umumnya masih dapat memenuhi kebutuhan kolesterol harian. Sementara itu, putih telur tidak mengandung kolesterol sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan protein masing-masing orang.
"Secara statistik, satu telur saja sudah cukup sebenarnya untuk memenuhi kolesterol kita," kata dr Hasjim.
Sementara itu, bagi orang yang memiliki kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau diabetes, dr Cindiawaty menyarankan agar asupan kolesterol dari makanan dibatasi sekitar 200-300 mg per hari. Karena itu, jumlah telur yang boleh dikonsumsi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing dan pola makan secara keseluruhan.
"Jadi memang tergantung kondisi kesehatan masing-masing," imbuhnya.
Nutrisi yang terkandung dalam telur
Meski sering dihindari karena kandungan kolesterolnya, telur merupakan salah satu makanan paling padat nutrisi. Dikutip dari Healthline, satu butir telur mengandung berbagai vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh, di antaranya:
- Vitamin A: 8 persen dari angka kecukupan gizi (AKG) harian
- Folat: 6 persen AKG
- Asam pantotenat (vitamin B5): 14 persen AKG
- Vitamin B12: 23 persen AKG
- Riboflavin (vitamin B2): 20 persen AKG
- Fosfor: 7 persen AKG
- Selenium: 28 persen AKG
Selain itu, telur mengandung vitamin D, vitamin E, vitamin B6, kalsium, dan zinc dalam jumlah yang cukup. Tak hanya kaya akan zat gizi utama, telur juga mengandung berbagai mikronutrien yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Karena kandungan gizinya yang sangat lengkap, telur sering disebut sebagai salah satu makanan paling padat nutrisi.
Bahkan, telur mengandung hampir semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh, meski dalam jumlah yang berbeda-beda.
Apa itu kolesterol?
Meski sering dikaitkan dengan berbagai penyakit, kolesterol sebenarnya merupakan zat yang dibutuhkan tubuh. Dikutip dari Cleveland Clinic, kolesterol adalah zat berlemak menyerupai lilin ( yang secara alami terdapat di seluruh sel tubuh.
Zat ini memiliki banyak fungsi penting dan dibutuhkan agar tubuh dapat bekerja dengan baik. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, kolesterol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan pada pembuluh darah.
Jenis-jenis kolesterol
Hasil pemeriksaan profil lipid umumnya mencantumkan beberapa jenis kolesterol berikut:
1. Kolesterol HDL (high-density lipoprotein)
Dikenal sebagai kolesterol baik karena membantu mengangkut kelebihan kolesterol dari pembuluh darah kembali ke hati untuk dibuang, sehingga dapat membantu melindungi kesehatan jantung.
2. Kolesterol LDL (low-density lipoprotein)
Dikenal sebagai kolesterol jahat karena dapat memicu penumpukan plak di dinding arteri. Penumpukan plak ini dapat menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke.
Apa fungsi kolesterol?
Meski sering dianggap berbahaya, kolesterol sebenarnya memiliki banyak fungsi penting bagi tubuh, di antaranya:
- Membentuk dan menjaga struktur membran sel sehingga setiap sel dapat berfungsi dengan baik.
- Membantu hati memproduksi empedu, yaitu cairan yang berperan dalam mencerna lemak dari makanan.
- Menjadi bahan baku pembentukan berbagai hormon, termasuk hormon seks, serta vitamin D.
Faktor yang memengaruhi kadar kolesterol
Adapun kadar kolesterol dalam tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:
- Usia. Seiring bertambahnya usia, kadar kolesterol cenderung meningkat.
- Pola makan. Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.
- Aktivitas fisik. Rutin berolahraga dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik, yang berperan melindungi kesehatan jantung.
- Faktor genetik. Gen yang diwariskan dari orang tua turut memengaruhi jumlah kolesterol yang diproduksi tubuh. Karena itu, kolesterol tinggi dapat diturunkan dalam keluarga.
- Jenis kelamin dan perubahan hormon. Sebelum menopause, perempuan umumnya memiliki kadar kolesterol total yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Namun, setelah menopause, kadar kolesterol LDL cenderung meningkat, sementara kadar kolesterol HDL dapat menurun.
Dengan demikian, kuning telur bukanlah satu-satunya penyebab kolesterol tinggi. Meski mengandung kolesterol, telur tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Yang tak kalah penting, batasi makanan tinggi lemak jenuh dan terapkan pola hidup sehat untuk membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.





