TRIBUNJAMBI.COM - Film "Semua Akan Baik-Baik Saja" besutan aktor sekaligus sutradara Baim Wong kembali mencuri perhatian setelah berhasil mengamankan empat nominasi dalam salah satu ajang penghargaan film Indonesia.
Prestasi tersebut disambut dengan penuh rasa syukur oleh Baim Wong.
Ia menegaskan bahwa sejak awal proses produksi, dirinya tidak pernah menjadikan penghargaan sebagai tujuan utama dalam berkarya.
Baca juga: Penjelasan Ending Film Semua Akan Baik-Baik Saja, Berhasilkah Langit Jaga Anak-anak Tari
Menurut Baim, masuknya film "Semua Akan Baik-Baik Saja" ke daftar nominasi merupakan bentuk apresiasi dari insan perfilman Indonesia terhadap karya yang telah ia dan tim hadirkan.
Baginya, pengakuan tersebut menjadi penyemangat untuk terus menghasilkan film yang berkualitas.
"Ajang film Indonesia sudah menilai film saya layak masuk nominasi. Ajang film Indonesia sudah menghargai film nasional," ujar Baim Wong, dalam keterangan resmi, (19/7/2026).
Film produksi Tiger Wong Entertainment itu meraih empat nominasi, yakni Pemeran Utama Terpuji untuk Reza Rahadian, Pemeran Pembantu Terpuji untuk Raihaanun, Penata Kamera Terpuji untuk Yudi Datau, serta Penata Artistik Terpuji untuk Allan Sebastian.
Meski bangga atas pencapaian tersebut, Baim menegaskan bahwa setiap kali memproduksi film, fokus utamanya bukan mengejar penghargaan ataupun nominasi.
Baginya, yang paling penting adalah pesan yang ingin disampaikan melalui film dapat diterima oleh penonton.
"Setiap buat film, saya tidak pernah memprediksikan untuk masuk nominasi. Lebih ke tujuan apa yang ingin disampaikan ke penonton, sudahkah tersampaikan? Kalau dapat nominasi, perasaannya pasti senang banget," katanya.
Bagi Baim, kebahagiaan terbesar justru datang ketika melihat seluruh pemain dan kru yang terlibat dalam proses produksi ikut merasakan kebanggaan atas pencapaian tersebut.
"Lebih senang lagi ketika tim lapangan tahu filmnya masuk nominasi. Bangganya mereka adalah kebahagiaan saya. Sayang banget sama mereka," ungkapnya.
Empat nominasi yang diraih "Semua Akan Baik-Baik Saja" menjadi bukti bahwa film tersebut mendapat perhatian sekaligus apresiasi dari dunia perfilman Indonesia.
Baim menilai penghargaan tersebut bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap karya film nasional dan hasil kerja keras seluruh pemain serta kru yang telah bersama-sama menghadirkan film terbaik bagi penonton.