Laporan Wartawan TribunJatim.com, Bobby Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Motor Besar Club Indonesia (MBCI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Surabaya.
Selain menjadi forum penyusunan program kerja organisasi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengampanyekan keselamatan berkendara sekaligus mempromosikan potensi wisata Jawa Timur.
Rakernas yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) dihadiri peserta dari hampir seluruh chapter MBCI di Indonesia.
Rangkaian kegiatan turut diisi touring menuju Madura dengan melintasi Jembatan Suramadu sebelum menikmati wisata kuliner di Pulau Garam.
Ketua MBCI Jawa Timur, Wiega Danny, mengatakan Rakernas MBCI diselenggarakan secara bergilir di berbagai daerah.
Tahun ini, Jawa Timur dipercaya menjadi tuan rumah dengan kehadiran peserta dari hampir seluruh chapter MBCI di Indonesia.
"Setiap tahun Rakernas berpindah-pindah. Tahun ini Jawa Timur menjadi tuan rumah dan hampir 100 persen wilayah Indonesia hadir. Setiap event kami juga selalu ada kegiatan sosial," ujar Danny ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (19/7/2026).
Baca juga: Kronologi Kecelakaan di Jalan Diponegoro Surabaya, Pemotor Honda Supra Tewas Tabrakan dengan Ninja
Selain menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi, MBCI memanfaatkan momentum tersebut untuk mengedukasi masyarakat bahwa komunitas motor besar mengedepankan etika dan keselamatan saat berkendara.
"Khususnya untuk masyarakat Surabaya, kami ingin memberikan edukasi tentang motor besar dan bagaimana berkendara yang baik di jalan," kata Wiega.
Ia berharap kehadiran komunitas motor besar dapat memberikan contoh bahwa kegiatan touring harus dilakukan secara tertib, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan seluruh pengguna jalan.
Sebagai bagian dari rangkaian Rakernas, ratusan peserta juga mengikuti touring melewati sejumlah ikon Jawa Timur. Salah satu rute yang dipilih adalah melintasi Jembatan Suramadu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Madura.
Baca juga: Komunitas VinFast VF3 Suroboyo Resmi Berdiri, Siapkan Touring Perdana ke Banyuwangi
Menurut Wiega, pemilihan rute tersebut bukan tanpa alasan. MBCI ingin memperkenalkan salah satu ikon kebanggaan Jawa Timur kepada peserta yang datang dari berbagai daerah.
"Suramadu merupakan salah satu keindahan di Jawa Timur, khususnya Surabaya. Karena menjadi jembatan yang menghubungkan dua pulau, rombongan kami arahkan melewati Suramadu, kemudian makan siang di salah satu kuliner bebek legendaris di Madura," ungkapnya.
Ketua Umum MBCI, Arif Purnomo Shidhi, menambahkan bahwa setiap kegiatan touring yang diselenggarakan organisasinya diupayakan memberikan manfaat bagi daerah yang dikunjungi.
"Kami ingin setiap kegiatan touring memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah yang kami kunjungi, bukan sekadar berkendara bersama," ujarnya.
Menurut Arif, kehadiran ratusan peserta dari berbagai kota turut menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga UMKM setempat.
"Dengan banyaknya peserta yang datang dari berbagai kota, sektor pariwisata dan usaha lokal ikut bergerak sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," katanya.
Pihaknya memastikan penyelenggaraan Rakernas memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Tingginya jumlah peserta membuat tingkat hunian hotel di Surabaya meningkat.
"Dengan acara Rakernas ini sangat membantu perekonomian. Hotel yang kami gunakan bahkan hampir penuh dan cukup sulit mendapatkan kamar karena banyaknya peserta yang hadir," ujarnya.
Di sela kegiatan, MBCI juga menggelar aksi sosial berupa penggalangan dana untuk pembangunan masjid.
Dana tersebut disalurkan untuk membantu pembangunan lantai dan atap masjid di Kabupaten Sidoarjo.
"Setiap kegiatan MBCI selalu kami sisipkan aksi sosial. Kali ini kami kembali menggalang dana untuk membantu pembangunan masjid," kata Arif.
Ia menjelaskan, kegiatan sosial telah menjadi tradisi organisasi. Sebelumnya MBCI juga membantu pembangunan musala dan masjid di Bali maupun Kalimantan, serta rutin memberikan santunan kepada anak yatim