TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Kecelakaan lalu lintas menelan korban jiwa di Jalan Diponegoro, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 08.45 WIB.
Dua sepeda motor terlibat, yakni Honda Supra dan Kawasaki Ninja.
Pengendara Honda Supra bernopol L-3583-GS tewas.
Baca juga: Truk Rem Blong Picu Kecelakaan Beruntun 9 Kendaraan Tewaskan 4 Orang
Korban meninggal berinisial MZ (26), warga Desa Tanjungsari, Windusari, Magelang, Jawa Tengah.
Sedangkan korban luka, pemotor Kawasaki Ninja, berinisial WB (50) warga Sukaraja, Kota Bandung, Jabar.
Kronologi
Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Supriono, kecelakaan bermula saat pemotor Honda Supra melaju dari arah utara kawasan Sawahan menuju ke selatan kawasan Wonokromo.
Setibanya di persimpangan empat jalan, pemotor Honda Supra diduga bermanuver berbelok ke kanan atau arah Barat.
Tapi, tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah lain yang sedang gilirannya melintas sesuai dengan petunjuk lampu warna hijau yang sedang menyala.
Tak pelak, lanjut Supriyono, pemotor Honda Supra tertabrak pemotor Kawasaki Ninja yang sedang gilirannya melintas sesuai petunjuk lampu hijau yang menyala.
Akibatnya, kedua belah pihak terkapar di tengah jalan dan mengalami luka pada beberapa bagian tubuh.
"Asal mula Motor Honda berjalan dari arah utara ke selatan sampai di TKP belok kanan lampu traffic light menyala hijau, melanggar rambu putar balik dan terjadi kecelakaan motor Kawasaki yang berjalan dari arah selatan ke utara. Akibat kecelakaan, korban MZ meninggal dunia dan WB mengalami luka," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com pada Sabtu (19/7/2026).
Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya Linda Novanti mengatakan, petugas BPBD Kota Surabaya, Posko Terpadu Dukuh Pakis, PMI dan TGC Pakis yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan.
Saat personelnya tiba di lokasi ternyata kedua korban berada di tengah jalan.
Diketahui, pemotor Honda Supra dalam keadaan kesadarannya menurun.
Kondisi serupa juga dialami pemotor Kawasaki Ninja, bahkan terindikasi mengalami patah tangan kanan.
"Setelah dilakukan pengecekan untuk K1 (MZ) dan K2 (WB) langsung dirujuk ke RSUD dr Soetomo menggunakan ambulance PMI dan TGC Dukuh Pakis," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com.
Imbauan polisi
Anggota Satlantas Polrestabes Surabaya tak henti-hentinya mengedukasi masyarakat mengenai keselamatan berkendara, secara langsung dengan terjun ke lapangan ataupun memanfaatkan berbagai macam platform medsos kekinian.
Supriono mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi rambu-rambu, peraturan, etika serta kedisiplinan dalam berlalu lintas selama berkendara di jalanan.
Sebelum mulai berkendara jarak jauh atau dekat, pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, standar dan aman.
Kemudian, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat, bugar, dan memiliki ketahan kuat.
"Jangan memaksakan diri. Kalau merasa tubuh sudah lelah atau mengantuk di perjalanan, segera menepi ke tempat aman atau rest area yang tersedia untuk beristirahat memulihkan kondisi kebugaran dan kesehatan sebelum melanjutkan perjalanan," katanya.
Terakhir, Supriono berharap masyarakat juga proaktif dan tidak segan melaporkan segala bentuk kendala selama di perjalanan kepada anggota Kepolisian yang tersebar di masing-masing pos lalu lintas.
Masyarakat bisa memanfaatkan layanan darurat Polisi Call Center 110 secara gratis selama 24 jam.
"Sudah menjadi tugas pokok dan fungsi kami memberikan pelayanan pada masyarakat semaksimal mungkin. Demi menciptakan situasi keamanan, ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas di tengah masyarakat," pungkasnya. (*)
Baca juga: Detik-detik Mobil Pikap di Brebes Terjun ke Sungai, Bermula Hindari Kecelakaan