kegiatan tersebut tidak hanya dirancang sebagai ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga setempat.
Jakarta (ANTARA) - Jarum jam baru menunjukkan pukul 03.00 WITA ketika halaman depan Rumah Dua Negara di Sebatik, Kalimantan Utara, mulai dipadati warga. Puluhan kursi plastik telah tersusun, sementara puluhan pasang mata tertuju pada dua layar lebar meski kantuk masih menggelayuti pelupuk.
Anak-anak, remaja, orang tua hingga para tokoh masyarakat berkumpul. Sebagian membawa jaket tebal, sebagian lagi menggenggam gelas kopi panas untuk mengusir kantuk.
Tidak sedikit yang datang bersama keluarga. Bagi mereka, dini hari kali ini bukan sekadar waktu untuk menyaksikan sejarah baru sepak bola terbesar di dunia, melainkan menjadi momen kebersamaan yang jarang mereka rasakan.
Sorak-sorai mulai terdengar ketika pembawa acara muncul di depan layar. Sesekali, tawa anak-anak memecah suasana di antara deretan kursi, sementara para orang tua sibuk mencari posisi terbaik agar dapat menyaksikan pertandingan dengan nyaman.
Nonton bareng final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina ini digelar oleh Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang sama bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Meski berada jauh dari pusat-pusat kota, warga Sebatik tetap dapat merasakan atmosfer Piala Dunia, dengan kegembiraan dan antusiasme yang tak kalah dari para penonton di tempat lain.
Direktur Utama Perum LKBN Antara Benny Siga Butarbutar, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, mengatakan nonton bareng Piala Dunia dapat menjadi hiburan sekaligus menghadirkan kegembiraan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di wilayah perbatasan.
Semangat itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa semarak Piala Dunia harus dirasakan oleh semua orang tanpa terkecuali, sekaligus dapat menginspirasi anak-anak Indonesia.
"Bapak Presiden ingin masyarakat di perbatasan memiliki kesempatan yang sama dalam menikmati Piala Dunia. Kegembiraan ini adalah milik seluruh rakyat Indonesia," kata Benny dalam sambutannya.
Pengalaman pertama
Nonton bareng secara komunal bagi warga Sebatik Tengah ini menjadi pengalaman baru sejak kecamatan tersebut berdiri. Kehadiran ANTARA mengubah suasana dini hari menjadi ruang pertemuan yang mempererat hubungan antarmasyarakat.
Setiap kali serangan berbahaya dilancarkan kedua tim, seluruh mata seketika tertuju ke layar. Dalam beberapa detik, para penonton seolah menahan napas, menunggu bagaimana sebuah peluang akan berakhir.
Sepanjang laga, tak tampak wajah-wajah lelah. Kopi, teh hangat, dan makanan ringan berpindah tangan di antara para penonton. Obrolan ringan tentang jalannya pertandingan pun menjadi penghangat suasana, membuat dinginnya dini hari dan kantuk yang perlahan datang terasa tak lagi berarti.
Suasana semakin intim seiring waktu terus bergerak menuju pagi. Kursi-kursi yang disediakan tak lagi mampu menampung warga yang datang dari berbagai penjuru. Terlebih, lokasi nonton bareng itu berada tepat di jantung aktivitas masyarakat Sebatik Tengah.
Bagi anak-anak yang hadir, menyaksikan aksi para pemain terbaik dunia bukan sekadar hiburan. Di hadapan layar lebar, imajinasi mereka tentang masa depan pun ikut tumbuh, tentang mimpi menjadi pemain sepak bola, meraih prestasi, atau suatu hari tampil di panggung dunia.

Perlahan, sayup-sayup azan Subuh berkumandang. Sebagian warga pun meninggalkan lokasi untuk menunaikan ibadah di rumah atau masjid, sementara sebagian lainnya memilih melaksanakan salat di Rumah Dua Negara. Tak lama berselang, mereka kembali mengisi kursi-kursi yang sebelumnya ditinggalkan.
Ketika pertandingan Spanyol melawan Argentina tampak akan ditentukan melalui adu penalti, pemain Spanyol Ferran Torres tiba-tiba mengubah suasana. Gol yang disarangkannya ke gawang Argentina seketika memecah ketegangan dan membuat lokasi nonton bareng riuh.
Sebagian warga berjingkrak merayakan gol tersebut, sementara sebagian lainnya hanya tertunduk lesu, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Seorang anak bahkan melepas bajunya sambil berlari merayakan gol itu.
Peluit panjang akhirnya mengakhiri pertandingan dengan kemenangan Spanyol di Piala Dunia edisi kali ini.
Warga pun mulai beranjak meninggalkan lokasi dengan wajah penuh cerita. Sebagian masih membahas jalannya pertandingan, sementara yang lain bergegas pulang untuk beristirahat setelah melewati malam panjang bersama sepak bola.
Ekonomi warga
Dalam kegiatan nonton bareng kali ini, ANTARA selaku panitia tidak hanya menyediakan proyektor, tenda, dan layar lebar. Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut dilibatkan untuk menghidupkan suasana sekaligus merasakan manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.
Mereka menyediakan beragam makanan dan minuman, mulai dari kukusan, gorengan, kopi, dan teh hingga soto khas Sebatik, yang dapat dinikmati warga secara gratis.
Secangkir kopi panas dan camilan sederhana pun menjadi teman setia para penonton yang bertahan mengikuti jalannya pertandingan hingga usai.
Benny mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya dirancang sebagai ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga setempat.
Nonton bareng itu pun menjadi lebih dari sekadar agenda menyaksikan pertandingan sepak bola. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa jarak geografis bukan penghalang untuk menghadirkan pengalaman yang sama bagi seluruh warga negara.
Di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, layar lebar yang menyala hingga sepertiga malam menjadi simbol bahwa perhatian negara dapat hadir dalam berbagai bentuk, termasuk melalui ruang kebersamaan yang sederhana.
Akhirnya, warga pulang membawa lebih dari sekadar kenangan tentang hasil pertandingan. Mereka membawa cerita tentang sebuah dini hari ketika sepak bola menyatukan masyarakat, mengikis rasa jauh dari pusat negeri, dan mengingatkan bahwa kegembiraan dapat hadir hingga ke beranda paling luar Indonesia.





