Kebakaran Gudang PT Porto Karanganyar Padam 5 Jam, Polisi Gandeng Labfor Selidiki Penyebabnya
Hanang Yuwono July 19, 2026 08:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Proses pemadaman kebakaran yang melanda gudang penyimpanan sandal PT Porto di Jalan Raya Solo–Sragen, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (19/7/2026), berlangsung kurang lebih lima jam.

Meski kobaran api mulai berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.00 WIB, petugas masih melakukan proses pendinginan lantaran sejumlah titik di dalam gudang masih mengeluarkan asap.

Kapolsek Kebakkramat, Iptu Marindra Prasetya, mengatakan hingga pukul 11.00 WIB api telah berhasil dipadamkan sekitar 70 persen.

Baca juga: Saat Pabrik Sepi, Gudang Sandal di Karanganyar Justru Dilanda Kebakaran Besar

Namun, proses penanganan belum dapat dihentikan karena masih terdapat bara api di sisi barat gudang.

"Sebetulnya sekitar pukul 11.00 WIB api sudah sekitar 70 persen padam. Namun masih ada titik yang mengeluarkan asap di sisi barat karena di lokasi tersebut merupakan tempat penyimpanan biji plastik yang mudah terbakar, ditambah kondisi angin sehingga bara api masih terus muncul," kata Marindra kepada TribunSolo.com, Minggu (19/7/2026).

Untuk memastikan api benar-benar padam, petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Karanganyar bersama sejumlah daerah di Solo Raya terus melakukan proses pendinginan hingga siang hari.

Marindra menjelaskan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemilik PT Porto yang datang langsung dari Jakarta menuju lokasi kebakaran.

Baca juga: Asap Hitam Membumbung Tinggi Dalam Kebakaran Gudang Sandal di Karanganyar, 7 Mobil Damkar Dikerahkan

Pemilik perusahaan tiba di pabrik sekitar pukul 13.00 WIB untuk melihat kondisi gudang yang terbakar sekaligus berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

KOBARAN API: Kebakaran hebat menghanguskan gudang penyimpanan sandal milik PT Porto yang berada di Jalan Raya Solo-Sragen, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Minggu (19/7/2026) pagi.
KOBARAN API: Kebakaran hebat menghanguskan gudang penyimpanan sandal milik PT Porto yang berada di Jalan Raya Solo-Sragen, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Minggu (19/7/2026) pagi. (TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar)

"Kami juga sempat berkoordinasi dengan owner yang langsung datang dari Jakarta. Beliau tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB," ujarnya.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, armada pemadam kebakaran dari sejumlah daerah di Solo Raya secara bertahap kembali ke wilayah masing-masing.

Sementara itu, armada Damkar Kabupaten Karanganyar tetap bersiaga hingga sekitar pukul 14.00 WIB untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun asap yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Baca juga: Kerugian Kebakaran SMPN 2 Karangpandan Karanganyar Capai Rp560 Juta, Elektronik hingga Arsip Hangus

"Teman-teman damkar dari luar Karanganyar sudah kembali setelah situasi terkendali. Sedangkan Damkar Karanganyar tetap berjaga sampai sekitar pukul 14.00 WIB hingga asap benar-benar steril dan terkondisikan," jelasnya.

Usai proses pemadaman, Polres Karanganyar langsung memasang garis polisi di area gudang yang terbakar.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan lokasi sebelum penyelidikan lebih lanjut dilakukan.

Libatkan Labfor Polda Jateng

Marindra mengatakan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pemilik perusahaan untuk melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.

"Polres Karanganyar sudah memasang garis polisi. Kami juga berkoordinasi dengan owner yang saat itu berada di lokasi, dan disepakati akan dilakukan identifikasi bersama Tim Inafis Polres Karanganyar serta Labfor Polda Jawa Tengah untuk mengetahui penyebab kebakaran," katanya.

Selama proses penyelidikan berlangsung, operasional pabrik untuk sementara dihentikan. Selain lokasi masih dipasangi garis polisi, aliran listrik di kawasan pabrik juga dimatikan demi alasan keselamatan.

"Untuk sementara operasional dihentikan sampai batas waktu yang ditentukan oleh owner. Seluruh aliran listrik juga dimatikan. Informasi sementara, para karyawan diliburkan hingga hari Rabu," ungkap Marindra.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Meski demikian, nilai kerugian tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan masih dilakukan.

"Perkiraan sementara kerugian sekitar Rp5 miliar sampai Rp10 miliar. Yang terbakar ada dua bangunan, mesin produksi, serta bahan baku. Nilai bangunan saja ditaksir sekitar Rp5 miliar, sehingga total kerugian diperkirakan mendekati Rp10 miliar," pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.