BANGKAPOS.COM - Laga perpisahan Didier Deschamps pada perebutan juara tiga Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Inggris berakhir tragis.
Laga Prancis versus Inggris di Stadion Miami, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) dini hari pukul 04.00 WIB diwarnai banjir gol.
10 gol tercipta pada laga yang berjalan dalam tempo tinggi dan saling serang secara terbuka ini.
Didier Deschamps yang telah melatih Timnas Prancis selama 14 tahun sejak 8 Juli 2012 harus mengakui keunggulan Inggris.
Prancis gagal meraih juara tiga setelah takluk 4-6.
Gol Prancis dicetak Kylian Mbappe pada menit 48 dan 66, B Barcola menit 54 dan Ousmane Dembelle menit 90+6.
Sedangkan gol Inggris disumbangkan D Rice psa menit 3, E Konsa menit 18, B Saka menit 37 , 45+1 dan 87, serta Jude Bellingham menit 90+8.
Kylian Mbappe saat ini berada di deretan paling atas daftar top skor sementara dengan koleksi 10 gol.
Sedangkan Jude Bellingham (Inggris) mencetak 1 gol, gagal menyalip koleksi 8 gol Lionel Messi (Argentina).
Pertandingan ini menandai akhir bagi masa kepemimpinan Deschams selama 14 tahun melatih Les Bleus.
Deschamps telah menghasilkan gelar juara Piala Dunia 2018, Liga Bangsa-Bangsa UEFA 2021, dan posisi runner-up di Euro 2016 dan Piala Dunia 2022.
Saat manajer berusia 57 tahun itu bersiap untuk menyerahkan kendali kepelatihan kepada Zinedine Zidane, para pemain merenungkan besarnya dampak kepergiannya.
Deschamps telah menorehkan warisan yang menempatkannya di antara pelatih hebat sepanjang masa, bersama Mario Zagallo dari Brasil dan Franz Beckenbauer dari Jerman, sebagai satu-satunya orang yang memenangkan Piala Dunia baik sebagai pemain maupun pelatih.
Catatan 20 kemenangan turnamennya adalah yang terbanyak dari semua manajer dalam sejarah Piala Dunia.
Laga di Florida Selatan ini adalah sebuah penghormatan. Ini adalah halaman terakhir dalam babak penting sepak bola Prancis modern.
Saat Deschamps memimpin skuadnya bertempur melawan Inggris untuk terakhir kalinya, fokusnya pasti akan tertuju pada legacy yang ditinggalkannya.
Baik Deschamps maupun Thomas Tuchel, menghadapi kritik pedas atas keputusan taktis yang menandai kekalahan timnya di semifinal, Deschamps akan mengundurkan diri sebagai manajer setelah turnamen ini.
"Ada perebutan posisi ketiga, jadi kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mendapatkannya," kata Deschamps setelah kekalahan Prancis di semifinal.
"Kita tidak berada di tempat yang kita inginkan atau harapkan. Kekecewaan ini sesuai dengan ambisi kita, tetapi kita harus menerimanya. Kita tidak punya pilihan lain."
Namun, meskipun itu hanya akan menjadi sedikit penghiburan, pertandingan ini bisa jadi sangat penting dalam perebutan Sepatu Emas Piala Dunia.
Ketua PSSI Provinsi Bangka Belitung Mintra Jaya dalam Podcast Bangka Pos Selebrasi Lokal menilai Prancis sebenarnya lebih diunggulkan dibandingkan Inggris.
"Jadi kalau dari segi kualitas pemain Prancis lebih unggul, dari belakang sampai ke depan merata. Tapi kalau Inggris sangat kelihatan kalau belakangnya cukup rapuh, memang depannya lumayan tajam," ujar Mintra Jaya, Kamis (16/7/2026).
Jelang melawan Prancis, Mintra Jaya juga menyoroti taktik pelatih Inggris, Thomas Tuchel khususnya pasca unggul terlebih dahulu saat melawan Argentina.
Setidaknya terdapat tiga pergantian yang berujung anti klimak bagi Inggris, di antaranya Anthony Gordon (Menit ke-72) digantikan oleh Ezri Konsa untuk mengubah formasi menjadi lima bek.
Reece James (Menit ke-82) digantikan oleh bek senior Dan Burn, serta Declan Rice gelandang yang tampil apik justru digantikan oleh gelandang muda Nico O'Reilly.
"Penyakitnya Inggris dari babak grup sampai penyisihan, memang di menit-menit terakhir. Melawan Argentina tidak seharusnya mereka bertahan, gelandang serang diganti pemain belakang," bebernya.
Alhasil pasca permainan bertahan yang diperagakan Inggris, justru Lionel Messi mampu leluasa menguasai lini tengah dan mengirimkan dua assist yang membuat langkah Inggris terhenti.
"Ketika mereka bermain bertahan saya udah bersorak dalam hati, ternyata memang terbukti melalui dua assist Messi. Jadi mereka terlalu percaya diri dengan kemenangan 1-0, bisa mempertahankannya sampai akhir," kata Mintra Jaya.
Perjalanan Prancis dan Inggris di Piala Dunia 2026
Inggris
Prancis
(Tribunnews/mba/Bangkapos.com)