Trenggalek Usulkan 6 Lokasi Ikuti ProKlim 2026, Dusun Kojur Ditargetkan Raih Trofi
Ndaru Wijayanto July 19, 2026 08:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Trenggalek tengah mematangkan persiapan untuk mengusulkan enam lokasi baru dalam Program Kampung Iklim (ProKlim) tahun 2026.

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim global.

Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DLH Kabupaten Trenggalek, Ariyoga Widyasetyo Wahono, mengungkapkan 6 lokasi yang diusulkan tersebut saat ini sedang dalam proses persiapan. Untuk tahapan penilaian dan verifikasi.

"Untuk perkembangan ProKlim tahun 2026, saat ini ada 6 lokasi yang dipersiapkan untuk diusulkan," ujar Ariyoga saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).

Ariyoga memerinci 6 lokasi usulan baru tersebut meliputi Dusun Picis di Desa Pringapus, Dusun Jajar di Desa Puru, Dusun Jajar di Desa Nglebo, dan Dusun Rejosari di Desa Salamrejo.

"Selain itu, RW 01 Kelurahan Surodakan serta Dusun Kojur di Desa Gemaharjo," bebernya.

Baca juga: 5 Tahun Berturut-turut Jatim Raih Penghargaan Pembina Proklim Terbaik, Khofifah Beri Apresiasi

Dari 6 lokasi tersebut, DLH Trenggalek memetakan target apresiasi yang berbeda berdasarkan potensi masing-masing wilayah.

Dusun Kojur di Desa Gemaharjo diarahkan untuk membidik nominasi ProKlim Utama Trophy (trofi).

Sementara, lima lokasi lainnya diproyeksikan untuk meraih nominasi ProKlim Utama Sertifikat.

"Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada hasil verifikasi resmi nanti," imbuhnya.

Baca juga: Bupati Trenggalek Terpilih Jadi Pembina Proklim Terbaik Jatim, Mas Ipin: Ada Peran dari Masyarakat

Ari menerangkan penentuan kategori penghargaan bukan semata-mata didasarkan pada status lokasi yang baru pertama kali diajukan.

Kategori tersebut ditentukan secara objektif melalui hasil penilaian dalam Sistem Registri Nasional (SRN).

"Tim penilai juga akan melakukan verifikasi faktual terhadap aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah konsisten dilakukan oleh masyarakat setempat," ulasnya.

Secara umum, Ari menjelaskan ada ambang batas nilai yang menjadi acuan pengkategorian ProKlim.

Wilayah dengan nilai di bawah 70 akan masuk kategori Pratama, sedangkan nilai 70 hingga kurang dari 80 masuk kategori Madya. Untuk kategori Utama, disyaratkan memiliki nilai 80 ke atas.

"Untuk Utama Trophy, selain nilai di atas 85, hasil verifikasi juga harus dinyatakan layak," paparnya.

DLH Trenggalek menegaskan esensi utama dari pelaksanaan ProKlim bukanlah sebatas mengejar penghargaan atau seremonial semata.

"Dampak nyata jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan menjadi prioritas utamanya. Mampu meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem," imbuhnya.

Di sisi lain, Ari menerangkan ProKlim menjadi motor penggerak dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) melalui berbagai aksi lingkungan mandiri.

Mulai dari pengelolaan sampah, optimalisasi bank sampah, penghijauan, hingga konservasi air.

"Tidak hanya berdampak pada ekologi, program ini juga didesain untuk memperkuat ketahanan pangan lokal melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan metode pertanian organik," jelasnya.

DLH Trenggalek mendorong melalui ProKlim ini Smsecara ekonomi, kesejahteraan warga turut terdongkrak lewat pemberdayaan masyarakat yang produktif.

"Jadi, ProKlim bukan sekadar tentang sertifikat atau trophy. Penghargaan adalah bentuk apresiasi atas aksi nyata masyarakat," paparnya.

Menurutnya, perubahan nyata di lapangan adalah indikator keberhasilan yang paling krusial.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin tangguh menghadapi perubahan iklim, kualitas lingkungan meningkat, emisi berkurang, ketahanan pangan terjaga, dan ekonomi warga kian berdaya.

Ke depan, DLH Trenggalek menargetkan lokasi-lokasi yang nantinya berhasil meraih predikat Utama dapat menjadi mentor bagi wilayah lain.

"Lokasi yang sudah mendapatkan predikat Utama juga diharapkan mampu membina lokasi-lokasi lainnya agar gerakan ProKlim terus berkembang dan berkelanjutan menuju ProKlim Lestari," tutupnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.