TRIBUNBEKASI-Harga terbaru emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tak berubah alias stagnan pada perdagangan Minggu (19/7/2026).
Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.614.000 per gram.
Harga emas Antam itu tak berubah jika dibandingkan dengan harga pada Sabtu (18/7/2026) di level Rp 2.614.000 per gram.
Sementara itu untuk emas 3 Gram Rp7,727,000, 5 Gram Rp12,845,000, dan 10 Gram Rp25,635,000.
Harga emas di pekan ini berada di titik terjenuhnya setelah awal tahun 2026 lalu sempat menguat dan menjadi borongan investor logam mulia.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Bekasi, Bekasi, Karawang Minggu 19 Juli 2026: Sebagian Cerah
Kemudian harga buyback logam mulia hari ini Rp 2.401.000 per Gram.
Buyback emas adalah aktivitas menjual kembali emas yang Anda miliki kepada produsen, toko emas, atau lembaga keuangan (seperti Butik Emas Antam atau Pegadaian).
Praktik ini dilakukan investor untuk mencairkan aset emas menjadi uang tunai atau merealisasikan keuntungan dari kenaikan harga emas.
Harga emas terkini yang diperbaharui setiap hari pukul 08.30 dapat dilihat di sini.
Aturan Pajak Pembelian dan Penjualan Emas
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen.
Namun, jika pembeli menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tarif pajak menjadi lebih ringan yakni 0,25 persen, sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 38 Tahun 2023.Setiap pembelian emas akan disertai bukti potong PPh 22.
Untuk transaksi buyback atau penjualan kembali ke Antam dengan nilai di atas Rp 10 juta, berlaku PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Pajak ini langsung dipotong dari total nilai buyback.
Cara Membeli Emas Antam Secara Online
Dimuat Kompas.com Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit menilai logam mulia masih berada dalam fase bearish pada time frame harian.
Menurut dia, belum terdapat sinyal teknikal yang mengindikasikan perubahan tren secara signifikan sehingga dominasi tekanan jual diperkirakan masih berlanjut selama harga belum mampu menembus area resistance penting.
Berdasarkan analisis teknikal, harga emas masih menunjukkan kecenderungan melemah setelah gagal mempertahankan pergerakan di atas area resistance.
Kondisi tersebut membuat struktur tren turun tetap terjaga dan membuka peluang harga melanjutkan pelemahan menuju area support terdekat di level 3.942.
Apabila tekanan jual semakin kuat dan level tersebut berhasil ditembus, ruang penurunan diperkirakan semakin terbuka menuju support berikutnya di kisaran 3.782.
Geraldo menjelaskan, hingga saat ini pelaku beli (buyer) masih belum mampu mengambil alih kendali pasar.
Hal itu terlihat dari kegagalan harga mencatatkan penutupan (closing) di atas area resistance yang menjadi batas penting perubahan tren.
Selama kondisi tersebut masih berlangsung, arah pergerakan emas diperkirakan tetap mengikuti tren bearish yang telah terbentuk dalam beberapa waktu terakhir.
Geraldo mengatakan, Moving Average (MA) 21 masih berada di atas harga dan berfungsi sebagai dynamic resistance.
Posisi tersebut menunjukkan bahwa setiap upaya kenaikan harga masih menghadapi tekanan jual yang cukup besar.
Dengan kata lain, selama harga belum mampu bergerak dan bertahan di atas Moving Average tersebut, peluang pembalikan tren ke arah bullish masih relatif terbatas.