TRIBUNJAKARTA.COM - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur memegang erat seorang pria yang diduga sebagai pelaku penjambretan viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Dalam video yang beredar di Instagram, pemuda bertato itu tampak tak berkutik saat kedua tangannya dipegang erat oleh seorang petugas Dishub.
Di lokasi kejadian, warga terlihat mengerumuni pria tersebut dan menjadi sasaran amukan massa.
Namun, petugas Dishub segera mengamankannya agar kondisi si pelaku tak parah.
Belakangan diketahui, anggota Dishub yang terlihat dalam video tersebut bernama Muhamad Nahrawi dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur.
Nahrawi menceritakan, saat itu dirinya bersama sejumlah petugas sedang melakukan pengamanan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Jalan Pedurenan Masjid Raya, dekat persimpangan Setiabudi.
"Jadi begini, kita kan memang lagi jaga HBKB, kebetulan di titik situ, di Jalan Pedurenan Masjid Raya," ujarnya kepada TribunJakarta.com pada Minggu (19/7/2026).
Saat bertugas, ia dan rekan-rekannya tiba-tiba mendengar teriakan warga yang menyebut telah terjadi aksi penjambretan.
"Emang kita lagi posisi jaga di situ, ada warga yang teriak, 'Jambret! Jambret!'" katanya.
Nahrawi mengatakan, terduga pelaku saat itu berjumlah dua orang yang mengendarai satu sepeda motor.
Menurutnya, ketika hendak melarikan diri, motor yang mereka gunakan terhambat kendaraan di persimpangan hingga akhirnya terjatuh.
"Nah, pas warga teriak kita lihat ternyata ada pelaku satu motor dua orang. Pas depan kita persimpangan, dia kaget juga ada mobil, akhirnya dia jatuh juga di situ," ujarnya.
Salah seorang terduga pelaku berhasil melarikan diri.
Sementara satu orang lainnya langsung diamankan petugas bersama warga.
Nahrawi mengatakan, prioritas petugas saat itu bukan hanya mengamankan terduga pelaku, tetapi juga mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri.
"Diamankan dulu sama warga. Kita lalu amankan daripada diamuk massa," tuturnya.
Ia mengungkapkan, sedikitnya empat petugas Dishub ikut membantu proses pengamanan.
Selain mengamankan terduga pelaku, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan tindak kejahatan.
"Dari kita ada beberapa orang, ada empat orang, ada yang ngamanin barang bukti celurit satu dan HP tiga," katanya.
Nahrawi menyebut, berdasarkan pengakuan pria tersebut, tiga telepon genggam yang ditemukan merupakan hasil dugaan penjambretan sebelumnya pada hari yang sama.
"Ada sajamnya. Jadi HP itu ada tiga di tas di motornya dia. Ternyata dari hasil sebelumnya dia menjambret di hari yang sama," ujarnya.
Sementara itu, telepon genggam milik korban yang diduga baru saja dijambret disebut dibawa kabur oleh pelaku lain yang berhasil meloloskan diri.
"Nah yang dijambret yang di lokasi itu kebetulan dibawa sama pelaku yang satu yang berhasil kabur," jelasnya.
Nahrawi mengaku sempat menghadapi perlawanan kecil saat mengamankan pria tersebut.
"Enggak terlalu melawan sih, cuma agak berontak. Yang pegang tangannya saya. Kemudian dikasih seutas kabel dari warga buat ikat tangannya," ucapnya.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, petugas kemudian menyerahkan pria tersebut ke Polsek Setiabudi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Nahrawi juga memastikan pria itu tidak sampai mengalami luka parah karena lebih dulu diamankan petugas dari kerumunan warga.
"Enggak sampai babak belur karena kita amanin lebih dulu," katanya.
Kasudin Perhubungan Jakarta Selatan Bernad Octavianus Pasaribu mengatakan, pelaku diperkirakan berjumlah dua orang.
"Pelaku berjumlah dua orang, salah satunya membawa sajam berupa celurit," kata Bernad saat dikonfirmasi.
Penangkapan pelaku berawal saat beberapa warga meneriaki pelaku dengan sebutan jambret.
Kedua pelaku yang berboncengan sepeda motor kemudian mencoba melarikan diri.
Namun, kondisi jalan yang padat membuat kedua pelaku panik hingga satu di antara mereka terjatuh dari motor.
"Karena lalu lintas di sekitar sedang padat, pelaku terjatuh dari motor. Pelaku berjumlah dua orang, yang satu melarikan diri dan yang satu tertangkap," ujar Bernad.
Dari tangan pelaku, petugas menemukan tiga HP yang diduga hasil kejahatan sebelumnya. Hanya saja, HP milik wanita yang menjadi korban dibawa kabur oleh salah satu pelaku.
"HP ibunya dibawa pelaku yang kabur. Itu tiga HP infonya hasil sebelumnya mungkin," ungkap Bernad.
Saat ini, pelaku jambret yang diamankan telah dibawa ke Polsek Metro Setiabudi untuk menjalani pemeriksaan.
"Sementara pelaku sudah kami amankan dan sedang dikembangkan karena pelaku satu lagi melarikan diri," kata Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Riyanto.