SURYA.CO.ID SURABAYA - Perkembangan teknologi operasi katarak kini tak lagi hanya mengembalikan penglihatan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup pasien.
Melalui lensa premium, masyarakat berpeluang menikmati penglihatan optimal tanpa bergantung pada kacamata setelah operasi.
Perkembangan teknologi operasi katarak terus menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang ingin memperoleh kualitas penglihatan terbaik, terutama saat memasuki usia lanjut.
Kini, tujuan operasi katarak tidak lagi sekadar menghilangkan kekeruhan lensa mata, tetapi juga memberikan penglihatan yang lebih optimal melalui penggunaan lensa Premium Intraocular Lens (Premium IOL).
Melalui teknologi tersebut, pasien memiliki peluang untuk kembali beraktivitas dengan nyaman tanpa bergantung pada kacamata minus, plus, maupun silinder.
Baca juga: Aksi Sosial Menyentuh Hati, Operasi Katarak Gratis Bantu Warga Kembali Melihat
Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas hidup di usia senja juga mendorong kebutuhan akan layanan operasi katarak premium yang semakin tinggi.
Menjawab kebutuhan tersebut, Eyelink Education bersama RS & Klinik Mata KMU dan National Eye Center (NEC) Surabaya menyelenggarakan Symposium & Workshop Premium IOL Course pada 18–19 Juli 2026 di Oakwood Hotel dan NEC Surabaya.
Premium IOL Course merupakan pelatihan ilmiah yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dokter spesialis mata dalam menguasai teknik operasi katarak premium sekaligus memahami perkembangan terbaru teknologi lensa intraokular.
Kegiatan ini juga menjadi forum berbagi pengalaman untuk memperkuat standar pelayanan operasi katarak modern di Indonesia.
Ketua Pelaksana Premium IOL Course, dr. Denisa Rosati, Sp.M, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pelatihan pertama yang secara khusus membahas teknik serta penerapan teknologi Premium IOL secara komprehensif.
Baca juga: Siloam Hospitals Surabaya bersama PUKAT dan Rotary Club Sukses Gelar Operasi Katarak Gratis
"Selama symposium dan workshop berlangsung, peserta memperoleh pembaruan ilmu mengenai pemilihan pasien, perencanaan operasi, teknik implantasi lensa premium, hingga strategi mencapai hasil penglihatan yang optimal," jelas dokter RS & Klinik Mata KMU ini.
Pelatihan tersebut mendapat sambutan antusias dari puluhan dokter spesialis mata yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Samarinda, Mataram, Kendari, Toraja, hingga Palembang.
Selain mendapatkan materi ilmiah, peserta juga mengikuti diskusi kasus dan praktik langsung untuk meningkatkan keterampilan klinis sehingga dapat diterapkan dalam pelayanan kepada pasien.
Mengusung semangat Eyelink Education sebagai pusat pengembangan ilmu kesehatan mata, para dokter dari RS & Klinik Mata KMU dan NEC Surabaya berbagi pengalaman serta perkembangan teknologi operasi katarak premium yang diperoleh melalui berbagai forum ilmiah nasional maupun internasional.
"Symposium & Workshop Premium IOL Course ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan kompetensi dokter mata dalam menghadirkan layanan operasi katarak premium yang berkualitas," tuturnya.
Melalui pelatihan tersebut, Eyelink Education berharap semakin banyak dokter spesialis mata di Indonesia yang mampu melakukan operasi katarak premium secara optimal sehingga masyarakat dapat menikmati penglihatan yang lebih baik, hidup lebih mandiri tanpa ketergantungan pada kacamata, dan memperoleh kualitas hidup yang semakin meningkat.
Salah seorang peserta, dokter mata Ni Made Dwipayani dari Bali, mengaku materi yang diberikan melampaui ekspektasinya karena disampaikan secara aplikatif dan sistematis oleh para narasumber.
"Kami tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan langsung tantangan yang mungkin dihadapi saat menangani pasien. Setelah mengikuti course ini, saya semakin percaya diri untuk mulai mengimplementasikan ilmu Premium IOL dalam praktik sehari-hari untuk memenuhi ekspektasi dan kebutuhan pasien," imbuhnya.