SURYA.CO.ID - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, belakangan ini gencar menginstruksikan jajaran Dinas Perhubungan untuk menata parkir di berbagai titik kota.
Berdasarkan data dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, masalah parkir menjadi isu yang paling banyak dikeluhkan warga melalui layanan Hotline Lapor Cak Eri.
Selama tiga bulan program ini berjalan, tercatat ribuan aduan masuk ke Pemkot.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, Eddy Christijanto, mengungkapkan bahwa dari total 9.217 laporan yang masuk, mayoritas warga mengeluhkan persoalan parkir.
“Mayoritas laporan yang masuk adalah masalah parkir dengan 1.442 aduan,” ujar Eddy saat memberikan keterangan, Jumat (17/7/2026) dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: Pagar dan Lampu Hias di Ketabang Surabaya Digondol Maling, Cak Ji Kesal: Raimu Gak Kestrum Ta?
Tingginya angka laporan mengenai parkir liar ini jauh melampaui keluhan lainnya, seperti masalah lalu lintas dan PKL yang berada di angka 823 laporan, serta Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebanyak 817 laporan.
Eddy menjelaskan bahwa tren laporan warga sempat mengalami fluktuasi sejak diluncurkan pada Mei 2026. Namun, memasuki periode Juni hingga Juli, jumlah pesan yang masuk meningkat tajam.
“Menurun di bulan Juni, akhir Juni sampai Juli luar biasa bahkan sampai di atas 300-an sehari. Karena memang eksekusinya kita harus 1x24 jam,” jelasnya.
Meski volume laporan sangat besar, Pemkot Surabaya berkomitmen menyelesaikan setiap keluhan dengan cepat.
Hingga saat ini, sebanyak 9.077 aduan atau hampir 98 persen dari total laporan telah dinyatakan tuntas. Sisanya masih dalam tahap pengerjaan oleh dinas terkait.
“103 laporan (yang belum diselesaikan) itu akan dieksekusi oleh teman-teman dari dinas hari ini, dan hari ini bisa tuntas, besok tinggal laporannya sudah nol," tambah Eddy.
Walaupun tidak membalas pesan satu per satu secara langsung demi efisiensi waktu, Wali Kota Eri Cahyadi dipastikan memantau setiap keluhan yang masuk.
Setiap aduan yang masuk ke hotline segera didistribusikan kepada Perangkat Daerah (PD) yang berwenang untuk ditindaklanjuti di lapangan.
“Cuma mungkin Pak Wali tidak menjawab langsung, tapi itu langsung diteruskan kepada teman-teman PD, sehingga itu akan dieksekusi," kata Eddy.
Menurut Eddy, langkah ini diambil agar pelayanan publik tetap berjalan cepat tanpa terhambat birokrasi komunikasi.
“Bayangkan seorang wali kota harus menjawab 300 sampai 400 WA (WhatsApp) setiap harinya, kan tentunya memerlukan waktu yang panjang,” tuturnya.
Selain masalah parkir dan lalu lintas, Hotline Lapor Cak Eri juga menampung berbagai persoalan lain, mulai dari masalah sosial kemasyarakatan (715 laporan), infrastruktur jalan (542 laporan), gangguan trantibum (421 laporan), hingga masalah drainase (355 laporan).
Dengan adanya data ini, penertiban parkir liar dipastikan akan tetap menjadi prioritas utama Pemkot Surabaya guna memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan di Kota Pahlawan.