Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Pakan ternak unggas berbagai merek di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh dilaporkan mulai naik, Minggu (19/7/2026).
Kenaikan pakan ternak ini berdampak sekali terhadap omzet dan perekonomian peternak unggas di Aceh Tenggara.
Bahkan, mereka terancam gagal panen alias merugi apabila harga pakan ternak terus merangkak naik.
Penjual Pakan Ternak di Toko Sarana Tani Jalan Manunggal, Kutacane, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara, Erick mengatakan pakan ternak Pokphand untuk Bravo 511 dari Rp 570.000 per sak isi 50 kilogram naik menjadi Rp 580.000 per sak.
Bravo 512 dari Rp 560.000 naik menjadi Rp 570.000.Vivo 511 dari Rp 545.000 naik menjadi Rp 555.000.
Kemudian Vivo 311 dari Rp 545.000 menjadi Rp 555.000. Vivo 512 dari Rp 540.000 menjadi Rp 550.000.
Selanjutnya, pakan P-304 dari Rp 445.000 menjadi Rp 455.000 per sak. 324-1M dari Rp 450.000 naik menjadi Rp 460.000.
Lalu 524TA dari Rp 410.000 naik menjadi Rp 420.000. Dan 555SP dari Rp 415.000 naik menjadi Rp 425.000.
N582 dari Rp 360.000 menjadi Rp 370.000. Kenaikan harga pakan ternak ini efektif tanggal 23 Juli 2026.
Selanjutnya, Goldcoin untuk jenis 200 Supreme dari Rp 515.000 menjadi Rp 520.000. 201 Supreme dari Rp 510.000 menjadi Rp 515.000.
202 Supreme dari Rp 505.000 menjadi Rp 510.000. 505C dari Rp 425.000 menjadi Rp 430.000.
415P dari Rp 415.000 menjadi Rp 425.000. Efektif kenaikan pada tanggal 9 Juli 2026.
Kemudian, Japfa jenis BR0 Super dari Rp 540.000 menjadi Rp 550.000. BR1 Super dari Rp 535.000 naik menjadi Rp 545.000.
BR2 Super Rp 525.000 naik menjadi Rp 535.000. Itik B-Red dari Rp 425.000 naik menjadi Rp 435.000. Puyuh petelur dari Rp 415.000 menjadi Rp 425.000.
Leong Hub untuk jenis 9905 Premium dari Rp 420.000 naik menjadi Rp 430.000. 7706 Tp dari Rp 415.000 menjadi Rp 425.000.
8214 Cr dari Rp 345.000 menjadi Rp 355.000 dan 8214 Ms dari Rp 355.000 menjadi Rp 365.000. Harga-harga ini efektif naik mulai 20 Juli 2026.
Selanjutnya, Newhope untuk jenis D93 dari Rp 420.000 naik menjadi Rp 430.000. L83-1 dari Rp 410.000 naik menjadi Rp 420.000.
Seorang Peternak Ayam di Desa Kuta Genting, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, Walad mengatakan, ayam potong dijual ke tingkat agen Rp 22.000 per kilogram.
"Estimasi kalau segitu jual dengan kondisi ayam normal sehat balik modal dan mereka bisa-bisanya rugi untuk biaya operasional dan kebutuhan lainnya.
Apalagi, saat ini harga pakan ternak terus mengalami kenaikan secara berangsur-angsur," ucapnya.
Hal senada diungkapkan peternak ayam petelur, Saiful Rachman.
Menurutnya, peternak akan terancam gagal panen apabila pakan ternak terus merangkak naik.
Karena, harga telur ayam yang mereka jual ke agen Rp 44.000 per papan isi 30 butir.
Seharusnya, melihat harga pakan ayam petelur begitu mahal, mereka harus menjual ke agen dengan harga Rp 50.000 per papan.
Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman mengatakan untuk menekan harga pakan yang terus bergerak naik, di Aceh Tenggara harus ada pabrik pengolahan pakan ternak unggas.
Apalagi bahan baku untuk pengolahan pakan seperti jagung cukup mudah diperoleh dan memadai, karena selama ini biji jagung di jual ke Sumatera Utara (Medan).
Seharusnya, biji jagung itu diolah menjadi pakan agar memudahkan penernak mendapatkan pakan ternak.
Untuk itu, Pemerintah Aceh bersama Pemkab Aceh Tenggara dapat menggandeng investor untuk berinvestasi di Aceh Tenggara membangun pabrik pakan.
Karena, Aceh Tenggara memiliki lahan pertanian jagung yang luas dan peternak ayam dan ikan tawar menjadi andalan di kabupaten ini, sehingga dapat mendokrak pertumbuhan perekonomian masyarakat.
"Jadi, kalau sudah ada investor membangun pabrik pengolahan pakan. Insya Allah peternak akan sejahtera dan pakan ternak jadi murah," demikian Nasrul Zaman. (*)
Baca juga: BMKG Prediksi Seluruh Wilayah Aceh Tenggara Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang Minggu 19 Juli 2026
Baca juga: Inspektorat Aceh Tenggara Tuntaskan Pemeriksaan Dana Desa 2025 di Lima Kecamatan
Baca juga: Sempat Turun Sehari, Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Kembali Merangkak Naik