TRIBUNBENGKULU.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia Nababan, tengah menjadi sorotan publik setelah unggahannya di media sosial menyebut almamater Universitas Indonesia (UI) mirip dengan daster.
Di tengah polemik tersebut, publik justru dibuat terkejut oleh fakta bahwa Ulta ternyata merupakan alumnus Program Studi Ilmu Politik Universitas Indonesia, kampus yang almamaternya baru-baru ini menjadi bahan sindiran dalam unggahannya.
Perempuan kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 1995 itu diketahui menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia sebelum melanjutkan studi ke luar negeri.
Setelah lulus dari UI, Ulta meraih gelar Master of Arts (M.A.) di bidang studi insurgensi dan terorisme dari University of Leeds, Inggris. Ia juga memperdalam kajian mengenai keamanan Indo-Pasifik di salah satu lembaga pertahanan di Prancis.
Dalam perjalanan akademiknya, Ulta tercatat menerima dua beasiswa internasional bergengsi, yakni Chevening Scholarship dan Fulbright Scholarship.
Sebelum bergabung dengan Kantor Staf Presiden, Ulta dikenal sebagai analis hubungan internasional sekaligus peneliti kontra-terorisme.
Berdasarkan sejumlah sumber, ia pernah melakukan penelitian lapangan di berbagai wilayah konflik, mulai dari Filipina Selatan yang menjadi basis kelompok Abu Sayyaf, Afghanistan di bawah kekuasaan Taliban, hingga sejumlah daerah di Indonesia seperti Aceh dan Papua.
Selain aktif menulis analisis mengenai geopolitik dan keamanan, Ulta juga mendirikan organisasi Milenial untuk Pertahanan dan Keamanan (MAPAN) yang bertujuan meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap isu pertahanan nasional.
Karier politiknya semakin dikenal saat Pemilu 2024. Ketika itu, Ulta dipercaya menjadi juru bicara sekaligus Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.
Berkat kiprahnya tersebut, nama Ulta sempat masuk dalam daftar penghargaan "40 Under 40" sebagai salah satu tokoh muda inspiratif.
Nama Ulta kembali menjadi perbincangan publik setelah mengomentari pernyataan seorang mahasiswi UI dalam program televisi yang membahas pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ulta mempertanyakan pernyataan mahasiswi tersebut yang menyebut banyak sekolah mengalami kendala dalam pelaksanaan program MBG.
"Lahhh 'banyak sekali sekolah-sekolah' ukuran banyak sekali-nya ini dari mana sih? Terus pas ditanya angka enggak mau jawab, malah playing victim," tulis Ulta.
Tak lama kemudian, ia juga melontarkan sindiran yang menyamakan jas kuning almamater Universitas Indonesia dengan daster.
"Kochaque bunda pakai daster kuning ini. Maaf Bund beli dasternya di mana?" tulisnya disertai emoji tertawa.
Unggahan tersebut langsung menuai berbagai respons dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial menilai pernyataan itu tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat publik.
Dalam unggahan lainnya, Ulta kembali membagikan tangkapan layar komentar yang mengkritik mahasiswi tersebut dan menyisipkan kalimat bernada sindiran.
"Retorika-retorika kosong. Hmmm, mirip capres yang ono yahh. Siapa namanya?" tulisnya.
Hingga kini, unggahan Ulta Levenia Nababan masih ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan beragam tanggapan dari publik.