Kylian Mbappe telah mencapai puncak sejarah Piala Dunia, namun kapten tim nasional Prancis itu tampak siap menerima kenyataan bahwa statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa mungkin hanya bertahan kurang dari 24 jam. Meskipun berhasil melampaui Lionel Messi dengan total 22 gol untuk menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah turnamen, penyerang Real Madrid tersebut yakin mantan rekan setimnya di Paris Saint-Germain itu masih berpeluang memberikan perlawanan dalam final hari Minggu melawan Spanyol.
Mbappe yakin Messi akan merebut kembali takhta pencetak gol
Mbappe tidak ragu bahwa Messi akan mencetak gol untuk Argentina saat menghadapi Spanyol di final Piala Dunia hari Minggu nanti guna merebut kembali posisinya sebagai pemain paling produktif dalam sejarah kompetisi ini. Kapten Prancis itu mencatatkan rekor luar biasa tersebut pada hari Sabtu setelah mencetak dua gol ke gawang Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung sengit.
Messi saat ini memiliki koleksi 21 gol di ajang terbesar sepak bola dunia, namun masih memiliki satu pertandingan lagi untuk kembali menempati posisi puncak. “Leo, dia selalu mencetak gol. Besok dia pasti mencetak gol,” kata Mbappe kepada Fox Sports.
Momen bersejarah yang terasa pahit bagi Mbappe
Bagi Mbappe, momen yang seharusnya menjadi catatan manis dalam sejarah justru menyisakan rasa pahit. Ancaman bahwa Messi akan segera menyalipnya di daftar pencetak gol terbanyak hanyalah salah satu alasan yang membuat suasana hatinya murung, terlebih karena Les Bleus kalah 6-4 dalam laga penuh kekacauan melawan The Three Lions.
“Saya hanya mencoba membantu tim setiap kali bermain,” ujarnya ketika membahas pencapaiannya di tengah kegagalan kolektif tim. “Sudah pasti ketika Anda mencetak banyak gol di Piala Dunia, itu membawa Anda ke level tertentu. Tapi saya lebih memilih tidak menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dan bisa bermain di final besok.”
Perebutan Sepatu Emas
Meski kini memegang rekor sepanjang masa, persaingan untuk meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026 masih sangat menarik menjelang hari terakhir turnamen. Mbappe saat ini memimpin daftar pencetak gol dengan 10 gol, dua lebih banyak dari Messi. Namun, kapten Argentina berusia 39 tahun itu masih memiliki kesempatan untuk membalas di partai final. Jika Messi gagal mencetak gol penentu kemenangan di laga puncak, Mbappe akan menjadi pemain pertama dalam sejarah yang berhasil memenangkan Sepatu Emas Piala Dunia dua kali. Catatan gol Mbappe di era modern terbilang luar biasa, menempatkannya di kelompok elit yang hanya beranggotakan delapan pemain, termasuk Just Fontaine, Eusebio, dan Ronaldo, yang pernah mencetak delapan gol atau lebih dalam satu turnamen.
Rabiot kecam penampilan memalukan tim Prancis
Suasana di ruang ganti Prancis semakin suram setelah kekalahan akibat rapuhnya lini pertahanan melawan Inggris, yang membuat gelandang Adrien Rabiot merasa sangat marah. Pemain AC Milan tersebut tidak menahan kritiknya terhadap penampilan tim di babak pertama yang membuat mereka tertinggal 4-0. Rabiot menyebut performa tersebut sebagai “tidak dapat diterima” dan “memalukan”, serta menuding beberapa rekan setimnya tidak menunjukkan profesionalisme yang diperlukan untuk pertandingan perebutan medali perunggu.
“Kami memulai babak pertama dengan cara yang cukup memalukan,” ujar Rabiot kepada beIN Sports. “Saya melihat perilaku dari beberapa pemain yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Sangat mengecewakan, karena ini adalah pertandingan terakhir untuk memberikan kesan baik di turnamen. Ada banyak kekecewaan setelah kekalahan dari Spanyol, tetapi masih ada tugas yang harus diselesaikan, dan kami tidak boleh tampil seolah-olah sudah menyerah begitu saja.”