BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Tiga desa di Kabupaten Balangan mendapat bantuan kios pangan atau outlet pangan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Balangan
Pembangunan outlet pangan ini sebagai upaya untuk memastikan masyarakat mudah mendapatkan bahan pangan pokok lebih dekat.
Kios tersebut ditempatkan di desa-desa yang masuk kategori rawan pangan. Tiga tempat yang dipilih pada tahun ini berada cukup jauh dari wilayah kecamatan, bahkan masuk dalam kategori desa pedalaman.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPPP Balangan, Dewi, mengatakan penambahan kios dilakukan agar akses masyarakat terhadap pangan semakin dekat dan terjangkau.
"Tahun ini ada penambahan tiga kios pangan. Untuk lokasi tahun 2026 ada di Desa Mamantang, Binuang Santang dan Mampari," ujar Dewi saat dihubungi media, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, penentuan lokasi didasarkan pada status desa rawan pangan. Salah satu faktor yang membuat suatu desa rawan pangan adalah akses terhadap ketersediaan dan keterjangkauan pangan.
Kehadiran outlet pangan ini ungkap Dewi agar warga tidak perlu jauh-jauh lagi untuk mendapatkan bahan pokok. Selain itu harga juga sama dengan harga pasar, sehingga lebih dekat untuk mendapatkan bahan pangan.
Baca juga: Satpolairud Polres Tanahbumbu, Bekuk Dua Pengedar Narkoba dan Sita 38,9 Gram Sabu
Diketahui saat ini ada dua kios pangan sudah lebih dulu beroperasi di Desa Matang Lurus dan Binjai Punggal, ditambah pula satu kios di depan Kantor DKP3 Kabupaten Balangan.
Dewi menerangkan, outler pangan bertujuan untuk menjamin ketersediaan dan akses pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau.
Selain itu juga untuk menstabilkan harga bahan pangan pokok agar tidak melonjak dan tetap sesuai daya beli masyarakat serta memperpendek rantai pasokan, sehingga petani mendapat harga lebih baik dan konsumen mendapat harga lebih murah.
Tidak kalah penting, outlet pangan juga mendukung ketahanan pangan daerah dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah. Selain itu juga mendorong pemanfaatan dan pemasaran produk pangan lokal.
Dewi pun berharap dengan adanya outlet pangan, masyarakat lebih mudah mendapatkan bahan pangan yang aman, bermutu, dan harganya stabil.
"Bagi petani dan pelaku usaha lokal, kami berharap hasil pertanian dan produk daerah lebih mudah diserap pasar, harga jual lebih layak, dan pendapatan meningkat," katanya.
Pihaknya juga menargetkan kios pangan dapat berjalan berkelanjutan, dikelola secara baik oleh warga, dan menjadi solusi nyata menjaga stabilitas pangan di tengah masyarakat. (Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)