Kejuaraan Sepak Kenchi Ultimate Jianzi Championship 2026 Medan Sukses Digelar, Diikuti 125 Peserta
Ayu Prasandi July 19, 2026 07:55 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kejuaraan Sepak Kenchi Ultimate Jianzi Championship 2026 sukses digelar di Elite One GOR, Jalan T Amir Hamzah, Kota Medan, pada 18-19 Juli 2026.

Turnamen yang telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya itu menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan olahraga sepak kenchi kepada masyarakat yang lebih luas.

Kejuaraan tersebut diprakarsai oleh Thamrin Kenchi Club (TKC) dengan melibatkan sejumlah klub, yakni Cemara Kenchi Club, Merdeka Jianzi Club, Tamani Kenchi Club, serta klub tamu dari Singapura.


Ketua Indonesia Shuttlecock Association (ISA), Edy Putra, mengatakan penyelenggaraan kejuaraan tahun ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Menurutnya, antusiasme peserta terus meningkat dari tahun ke tahun, bahkan kini mulai mendapat perhatian dari komunitas olahraga di luar Indonesia.


"Secara garis besar, event ini sudah berjalan selama tiga tahun dan hasilnya mulai terlihat. Kami sengaja menggelarnya di GOR yang menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat agar olahraga sepak kenchi semakin dikenal, termasuk oleh para pegiat bulu tangkis maupun cabang olahraga lainnya," ujar Edy Putra.


Ia menambahkan, kehadiran peserta dari Singapura menjadi bukti bahwa olahraga tersebut mulai mendapat perhatian di tingkat internasional.


"Kalau dilihat dari antusiasme, setiap tahun terus meningkat. Tahun ini bahkan diikuti peserta dari negara tetangga, Singapura. Artinya, gaung olahraga ini sudah mulai meluas hingga ke luar negeri," katanya.


Edy berharap perkembangan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga sepak kenchi memperoleh dukungan yang lebih besar dalam pembinaan maupun pengembangan organisasi.


Menurutnya, sepak kenchi merupakan olahraga tradisional yang memiliki sejarah panjang dan dianggap sebagai cikal bakal lahirnya olahraga seperti bulu tangkis maupun sepak takraw.


"Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih sehingga olahraga ini bisa berkembang. Harapannya, sepak kenchi ke depan dapat masuk dalam pembinaan KONI ataupun KORMI agar pembinaan atlet semakin terarah," ucapnya.


Sementara itu, Ketua Umum Thamrin Kenchi Club (TKC), Wendy Zheng, mengatakan penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi momentum mempererat hubungan antarklub sekaligus memperluas jaringan persahabatan dengan komunitas olahraga dari luar negeri.


"Kami berkolaborasi dengan Cemara Kenchi Club, Tamani Kenchi Club, dan Merdeka Jianzi Club. Kami juga sangat berterima kasih atas kehadiran tamu spesial dari Singapura. Kehadiran mereka membuat kejuaraan ini semakin bermakna dan mempererat kebersamaan," ujar Wendy.


Ia menjelaskan, pemilihan Elite One GOR sebagai lokasi pertandingan bukan tanpa alasan. Selain berada di pusat Kota Medan, lokasi tersebut juga ramai dikunjungi masyarakat sehingga diharapkan mampu memperkenalkan sepak kenchi kepada lebih banyak orang.


"Kami ingin olahraga ini semakin dikenal masyarakat. Karena itu kami memilih lokasi yang strategis agar masyarakat yang datang berolahraga juga bisa melihat langsung pertandingan sepak kenchi," katanya.


Wendy berharap seluruh komunitas dan klub dapat terus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus memperluas pembinaan atlet usia dini.


"Kami ingin olahraga ini terus berkembang. Tidak hanya meningkatkan kualitas permainan, tetapi juga memperkenalkan sepak kenchi kepada bibit-bibit baru sehingga regenerasi atlet dapat terus berjalan," tambahnya.


Di sisi lain, Ketua Panitia Augustinus mengungkapkan kejuaraan tahun ini diikuti sebanyak 125 peserta, termasuk atlet dari Singapura.


Selama dua hari pelaksanaan, seluruh rangkaian pertandingan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan.


"Sebanyak 125 peserta mengikuti kejuaraan ini. Syukurnya seluruh pertandingan berjalan lancar dan semua peserta terlihat menikmati setiap pertandingan," ujarnya.


Menurut Augustinus, selain mengejar prestasi, tujuan utama penyelenggaraan kejuaraan adalah mempererat persaudaraan di antara para pecinta sepak kenchi.


"Kami berharap seluruh peserta bisa bermain dengan gembira, tetap sehat, menjunjung tinggi sportivitas, dan yang paling penting adalah mempererat kebersamaan. Nilai-nilai itulah yang ingin kami bangun melalui kejuaraan ini," pungkasnya.

(Cr29/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.