Sebanyak 173 Tim Dari Berbagai Daerah, Ikuti Turnamen Nasional Soccer For Equality 2026
Kemal Setia Permana July 19, 2026 08:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sebanyak 173 tim dengan 32 tim merupakan tim sepak bola perempuan dari usia 10-12 tahun dari berbagai daerah, mengikuti Turnamen Nasional Soccer for Equality 2026.

Turnamen ini diinisiasi oleh Plan Indonesia bersama  SalingJaga dari Kitabisa dan menjadi panggung kompetisi sepak bola inklusif, serta gerakan solidaritas nasional untuk mendukung akses pendidikan dan kesempatan yang setara bagi anak-anak, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kali ini Kota Bandung ditunjuk menjadi tuan rumah babak final sekaligus puncak rangkaian turnamen nasional sepak bola inklusif tingkat nasional, Soccer for Equality 2026.

Rangkaian Soccer for Equality 2026 dimulai di Jabodetabek pada 16–17 Mei 2026, berlanjut ke Malang pada 30–31 Mei 2026, Balikpapan pada 13–14 Juni 2026, Makassar pada 4–5 Juli 2026), dan puncaknya di di Stadion Siliwangi, Koata Bandung pada 18-19 Juli 2026.

Direktur Eksekutif Plan Indonesia Soccer for Equality,  Dini Widiastuti, mengungkapkan, sepak bola adalah ruang yang setara.

Baca juga: Ratusan anak Antusias Ikuti Coaching Clinic Bersama Indra Sjafri dan Legenda Persib Atep

"Di lapangan, tidak ada batasan siapa yang boleh bermimpi atau menunjukkan kemampuan. Melalui Soccer for Equality, kami ingin memastikan lebih banyak anak perempuan memiliki kesempatan berpartisipasi dalam olahraga, termasuk sepak bola yang selama ini identik dengan laki-laki," ujar Dini, di Stadion Siliwangi, Minggu (19/7/2026).

Dini mengatakan, pihaknya ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.

"Berani memimpin, dan yakin bahwa mereka mampu meraih cita-citanya," katanya.

VP Crowdfunding Kitabisa sekaligus perwakilan dari SalingJaga / Beyond The Game, Marsudi Wijaya, mengatakan, pihaknya di SalingJaga percaya, perubahan besar dimulai dari aksi bersama.

"Dengan semangat gotong royong lewat sepak bola, kami ingin mengajak masyarakat terlibat aktif dalam perjuangan mewujudkan kesetaraan," ujar Marsudi.

Marsudi mengatakan, kolaborasi bersama Plan Indonesia memadukan esensi perlindungan, kesehatan dan solidaritas sosial.

"Demi memberikan kesempatan yang adil bagi anak-anak perempuan di NTT untuk meraih hak pendidikan mereka," katanya.

Di balik kemeriahan turnamen Soccer for Equality 2026, tersimpan misi sosial yang mendesak bagi kesejahteraan anak perempuan di NTT.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata lama sekolah di Nusa Tenggara Timur pada 2024 baru mencapai sekitar 8,38 tahun, masih tertinggal dari rata-rata nasional sebesar 9,22 tahun.

Kondisi ini kian diperparah oleh tingginya angka perkawinan anak dan diskriminasi berbasis gender yang terus menjadi penghalang besar bagi anak perempuan untuk meraih masa depan. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.