Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Seratus anak terlihat antusias mengikuti coaching klinik, bersama pelatih Nasional Indoensia, Indra Sjafri, di Lapangan Mengger Soccer Field, Kota Bandung, Minggu (19/7/2026).
Tak hanya Indra Sjafri, masih terdapat mantan pemain Timnas Indoensia asal Jawa Barat dan juga legenda Persib, Atep, dan matan pemain Timnas Indonesia, Yongki Ariwibowo, yang turut melatih dalam acara McDonald's Football Clinic.
Meski panas terik matahari, anak-anak yang mengikuti coaching clinik tetap bersemangat, keceriaan terlihat di wajah mereka.
Dalam sesi tersebut, Indra Sjafri mengajarkan teknik dasar sepakbola, mulai dari passing, dribling, dan lainnya, acara ini diakhiri dengan melakukan game.
Tentunya, pelatih nasional ini juga bukan sekedar melatih, tapi juga memberikan motivasi kepada anak-anak yang mengikuti acara supaya semangat dalam berlatih dan kelak menjadi pemain sepak bola nasional.
Di acara ini juga bukan hanya anak-anak yang dibekali oleh pelatih nasional ini, tapi juga terdapat sesi sharing bersama para orang tua.
Baca juga: Igor Tolic Pastikan Beri Kesempatan Seluruh Pemain Mendapat Menit Bermain di Piala Presiden
Indra dan Atep memeparakan bentuk dukungan seperti apa yang harus dilakukan oleh orang tua, supaya anaknya bisa berhasil dalam sepak bola.
Seorang anak yang mengikuti coaching clinic dari Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Purnama (12), mengaku sangat senang bisa ikut coaching clinic ini.
"Sangat senang, gak nyangka bisa dilatih oleh coach Indra Sjafri dan Atep. Soalnya cita-cita saya jadi pemain sepak bola profesional," ujar Purnama.
Begitu juga dangan salah satu orang tua yang anaknya ikut coaching clinik, Lia, mengaku dirinya senang karena anaknya juga senang bisa mengikuti coaching clinik ini.
"Kami mendapatkan pengalaman luar biasa. Anak saya sangat senang sekali ikut coaching klinik ini, mendapat hal yang berbeda-beda dari setiap coach, yang memiliki keahlian masing-masing," kata Lia.
Menurut Lia, tak semua tempat bisa mengadakan coaching clinic seperti ini, terbuka dan siapapun bisa ikut.
"Saya melihat di media sosial, dan mendaftarnya juga tak susah," ujar dia.
Lia mengaku, dalam acara ini tak hanya coaching clinic karena terdapat sharing para orang tua dengan para mantan pemain nasional, dan ia mengaku banyak ilmu yang didapat untuk mendukung perkembangan anaknya dalam sepak bola.
"Yang mendasar banget dari sharing dan bagi saya mengenai, yakni harus ada keseimbangan, sepak bola, dengan sekolah, dan keagamaan. Lalu harus terus kita pantau terus setiap perkembangannya, ini sangat luar biasa," ucapnya.
Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia, Caroline Kurniadjaja, mengungkapkan McDonald's menjadi sponsor Piala Dunia 2026, dan pihaknya juga memilki kegiatan lokal salah satunya McDonald's Football Clinic ini.
"Peserta coaching klinik ini sebelumnya digelar di Jakarta dan sekarang di Bandung, yang mengikutinya terdapat 200 anak," ujar Caroline.
Caroline mengatakan, coaching klinik ini diikuti bukan hanya konsumen Mcdonald's dan umum saja.
"Tapi juga kami menggandeng 20 anak berbakat dari SSB di daerah, yang memiliki keterbatasan akses, untuk memberikan semangat kepada mereka," kata Caroline.
Pihaknya juga, kata Caroline, akan memberikan sepatu dan Jersey untuk anak- anak tersebut supaya mereka bersemangat untuk mengejar cita-citanya dalam sepak bola.
Baca juga: Gempa Bumi Tektonik Guncang Wilayah Sukabumi, Terasa Hingga Cimahi dan Lembang
"Sehingga 20 anak berbakat ini merasakan dilatih dengan pelatih nasional," ujar dia.
Caroline menjelaskan, tidak semua anak memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari pelatih nasional dan bertemu dengan pemain profesional.
"Kami ingin menghadirkan kesempatan tersebut lebih dekat kepada mereka melalui McDonald’s Football Clinic, kami berharap para talenta muda ini tidak hanya memperoleh pengalaman latihan yang berkualitas, tetapi juga mendapat pembekalan untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter baik, percaya diri, disiplin, dan berani mengejar cita-citanya,” tuturnya.
Caroline mengatakan, pihaknya memilih Indra Sjafri dan Atep sebagai pelatih dalam acara ini karena ingin memberikan yang terbaik.
"Indra Sjafri merupakan pelatih terbaik, sedangkan Atep merupakan mantan pemain tim nasional Indonesia dan merupakan legenda Persib," ucapnya.
Sedangkan Indra Sjafri, mengungkapkan, di Jakarta dan di Bandung, pihaknya memberikan sesi latihan yang sama dengan metodologinya yang sama.
"Tentu coaching clinic ini tidak langsung bisa menjadikan anak- anak sebagai pemain hebat," ujar Indra.
Tetapi menurut Indra, apa yang disampaikan pada coaching clinic ini merupakan salah satu hal yang sangat luar biasa, yang diprakarsai oleh McDonald's Indonesia.
"Walaupun baru dua kota, dengan ini untuk mereka berkumpul dengan teman-temannya, itu kita lihat sendiri tadi mereka sangat happy," kata Indra.
Menurut Indra, dalam pembinaan usia dini, setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda sehingga metode latihan juga perlu disesuaikan.
"Melalui rotasi di setiap zona latihan, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan teknis secara bertahap sekaligus belajar berkoordinasi dan mengambil keputusan di lapangan,” ujar dia.
Atep mengungkapkan, untuk menjadi pemain sepak bola profesional, ia mengaku melalui perjalanan panjang.
"Bagi anak-anak mendapatkan kesempatan dilatih oleh pelatih nasional, dan bertemu pemain profesional, terdapat ilmu yang bisa didapat dan bisa kembangkan oleh anak-anak," katanyam
Atep mengaku, seperti dirinya dulu, mencoba mencari informasi, dulu media sosial tidak seperti sekarang, bagaimana bisa dapat coaching klinik dan dilatih oleh pelatih nasional.
"Itu impian saya dulu, dan ini (coaching clinic) akan jadi memori yang disimpan anak-anak untuk mengejar mimpi," katanya.
Tapi untuk bisa meraihnya, kata Atep, dirinya harus berjuang dengan segala keterbatasan dan akhirnya bisa menjadi pemain nasional.
"Perjalanan saya dimulai dari seorang anak kampung di sebuah kota kecil dengan akses dan fasilitas yang serba terbatas. Namun, hal itu tidak menyurutkan tekad saya untuk menjadi pemain profesional. Bahkan setelah menjadi pemain nasional pun, tantangan selalu ada," kata Atep.
Atep menegaskan, tidak ada proses yang instan, setiap kesuksesan dibangun dari disiplin berlatih, kemauan untuk terus belajar, dan tidak lupa beribadah.
"Saya sangat senang melihat semangat adik-adik yang hadir. Bukan tidak mungkin dari McDonald’s Football Clinic hari ini, ada dari mereka yang menjadi bintang lapangan hijau di masa depan,” ucapnya. (*)