Ibu Femas Syok Anak Hilang di Korsel saat Tur Berujung Ganti Rugi Rp50 Juta, Ngaku Pamit ke Surabaya
Januar Imani Ramadhan July 19, 2026 10:42 PM

- MT, Ibu Femas Yani Arianto, buka suara terkait kaburnya sang anak saat tur di Korea Selatan.

Saat ditemui di rumahnya Desa Wungi, Minggu (19/7/2026), ibu Femas mengaku syok karena sama sekali tidak mengetahui anaknya pergi ke luar negeri.

Menurut MT, sebelum berangkat Femas hanya berpamitan akan pergi ke Surabaya.

Ia baru mengetahui putranya berada di Korea Selatan setelah menerima kabar dari berbagai pihak yang menghubunginya untuk mengonfirmasi hilangnya Femas dalam rombongan tur.

Kabar tersebut membuat MT langsung terpukul.

Kondisinya semakin berat setelah pihak agen perjalanan menghubunginya dan meminta pertanggungjawaban berupa ganti rugi sebesar Rp50 juta akibat peristiwa tersebut.

MT mengaku tekanan itu membuat kesehatannya menurun.

Selama tiga hari terakhir ia mengalami asam lambung kambuh, tubuh lemas, pusing, hingga tidak sanggup keluar rumah karena terus memikirkan keberadaan putranya.

Di tengah cobaan itu, kondisi ekonomi keluarga juga terbilang sederhana.

MT merupakan seorang janda setelah suaminya meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Sejak kepergian sang suami, usaha jual beli pupuk yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga juga ikut berhenti.

Femas merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Kakaknya telah berkeluarga, sementara adiknya masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar.

Di tengah ketidakpastian kabar sang anak, MT hanya berharap Femas berada dalam keadaan selamat, sehat, dan dapat segera kembali ke rumah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.