Balas Kematian 2 Tentaranya, AS Lancarkan Serangan ke Iran, Pentagon: Tak akan Ragu Ambil Tindakan
Tribun-video July 20, 2026 01:57 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Sebanyak tujuh tentara Amerika Serikat (AS) menjadi korban dari keganasan rudal Iran.Iran meluncurkan rudal mereka ke pangkalan udara AS di Yordania pada Sabtu (18/7/2026).Akibatnya, dua tentara AS dilaporkan tewas dan empat orang laiunnya mengalami luka-luka.Tak hanya itu, satu tentara AS dilaporkan menghilang setelah serangan rudal Iran terjadi."Dua anggota militer AS tewas di Yordania saat menjalankan tugas defensif bersama pasukan sekutu untuk menghalau serangan rudal balistik dan drone yang diluncurkan oleh Iran," demikian pernyataan resmi Komando Sentral AS (CENTCOM), menurut laporan Axios.CENTCOM menambahkan, empat prajurit yang mengalami luka-luka sempat dievakuasi secara medis ke rumah sakit terdekat di Yordania.Namun, kini mereka telah diperbolehkan pulang.Sementara itu, sejumlah personel yang mengalami luka ringan dilaporkan sudah kembali ke pos dan bertugas seperti biasa.Hingga saat ini, Pentagon masih merahasiakan identitas kedua tentara yang tewas demi menghormati privasi keluarga sebelum pemberitahuan resmi selesai dilakukan.Tewasnya dua tentara di Yordania ini menandai pertama kalinya personel militer AS gugur sejak kesepakatan gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara dinyatakan runtuh dua pekan lalu.Secara akumulatif, total korban jiwa dari pihak militer AS kini telah melonjak menjadi 16 orang sejak perang pertama kali pecah pada Februari lalu.Di sisi lain, Iran mengklaim serangan udara ini merupakan bagian dari "Operasi Lightning" tahap ke-14.Melalui siaran televisi pemerintah, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim tidak hanya menggempur fasilitas penyimpanan bahan bakar di pangkalan militer Yordania, tetapi juga berhasil menghancurkan jet tempur milik sekutu Barat.Merespons jatuhnya korban jiwa di pihak AS, Menteri Pertahanan Pentagon Pete Hegseth menegaskan Washington tidak akan mundur.Melalui akun media sosial resminya, Hegseth menyatakan gugurnya para prajurit AS justru akan memperkuat tekad militer untuk melancarkan tindakan balasan yang lebih masif terhadap Teheran.Hujani Gudang Drone dan Pusat KomandoSetelah rudal Iran menghantam pangkalan udara di Yordania, AS langsung meluncurkan serangan udara baru.Serangan udara kali ini menyasar jantung-jantung pertahanan militer Iran.Pentagon mengonfirmasi armada jet tempur mereka telah dikerahkan untuk menggempur sejumlah titik strategis di wilayah Iran.Berdasarkan rilis resmi dari Pentagon, operasi udara tersebut menargetkan infrastruktur militer yang dinilai krusial.Beberapa di antaranya meliputi fasilitas penyimpanan drone serta pusat komando dan kendali militer yang diduga kuat dioperasikan oleh pasukan elite Iran.Mengutip Al Jazeera, pihak Washington menegaskan serangan ini murni bersifat defensif.Langkah ini diklaim sebagai bentuk perlindungan mutlak dan respons tegas demi menjamin keselamatan personel militer AS yang saat ini ditempatkan di pos-pos strategis Timur Tengah."Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan apa pun yang diperlukan guna membela rakyat dan kepentingan kami dari serangan-serangan yang tidak beralasan," tegas juru bicara Pentagon, Sean Parnell.Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan, kematian tentara Amerika dalam serangan Iran di Yordania adalah "hal yang sangat menyedihkan"."Kami tidak akan pernah mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir," tegas Trump. (*)Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 7 Tentara AS jadi Korban Serangan Rudal Iran di Yordania, Trump Langsung Serang Gudang Drone, https://www.tribunnews.com/internasional/7856285/7-tentara-as-jadi-korban-serangan-rudal-iran-di-yordania-trump-langsung-serang-gudang-drone?page=all&s=paging_new.Program: Tribunnews UpdateEditor Video: Ramadhan Aji PrakosoUploader: Radifan Setiawan
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.