Berita Arema FC Hari Ini Populer: Rahasia Transfer Marcos Vinicius, Mantan Bek Gabung Madura United
Sarah Elnyora Rumaropen July 21, 2026 07:35 AM

SURYAMALANG.COM, MALANG - Langkah Arema FC mendatangkan Marcos Vinicius untuk Super League 2026/2027 rupanya tak lepas dari peran vital Gabriel Silva sebagai perantara informasi dan pembuka jalan.

Winger asal Brasil tersebut rela melakukan negosiasi khusus dengan presiden klub lamanya di Brasil demi memutus kontrak lebih awal agar bisa mengenakan seragam Singo Edan.

Sementara itu, geliat bursa transfer Jawa Timur juga diwarnai pergerakan Madura United yang resmi meminang mantan bek Arema FC, Brandon Scheunemann, untuk memperkokoh lini pertahanan mereka.

Berikut ulasan selengkapnya:

Gabriel Silva kembali berperan dalam proses kedatangan Marcos Vinicius, sebagai pemain baru Arema FC untuk musim 2026-2027.

Setelah berkawan dengan Careca dan Diego Landis yang merupakan rekan setim saat di Terengganu FC, hal yang sama juga terjadi kepada Marcos Vinicius.

Bintang Arema FC yang akrab disapa Gabi itu ternyata pernah bermain satu tim dengan Marcos Vinicius saat di Liga Brasil.

Gabi menjadi salah satu faktor utama yang meyakinkan Marcos Vinicius untuk berkarier di Indonesia bersama Arema FC.

Pemain yang berposisi sebagai winger itu memiliki hubungan dekat dengan Gabriel Silva.

Keduanya bukan sosok asing satu sama lain karena pernah bermain bersama di klub Brasil, Volta Redonda, yang bermarkas di Rio de Janeiro pada 2021.

Persahabatan yang terjalin sejak di Brasil membuat Gabi menjadi sumber informasi utama bagi Marcos Vinicius mengenai Arema FC. 

Dari komunikasi tersebut, Marcos Vinicius mulai mengenal lebih jauh kultur sepak bola Indonesia, termasuk besarnya dukungan Aremania.

"Saya sudah lama memantau Arema. Saya dan Gabi pernah bermain bersama dalam waktu yang lama. Lewat dia, saya mulai mengikuti perkembangan Arema di media sosial," katanya, Minggu (19/7/2026).

Informasi yang diberikan Gabi itulah membuat ketertarikan Marcos Vinicius terhadap Arema FC semakin besar. 

Ia mengaku terkesan dengan fanatisme Aremania yang kerap dilihatnya melalui media sosial maupun berbagai tayangan pertandingan.

Menurutnya, dukungan suporter menjadi salah satu alasan yang membuat dirinya tertantang menerima tawaran Arema FC meski harus melalui proses transfer yang tidak mudah.

"Saya tahu tim ini punya suporter yang sangat fanatik dan penuh gairah. Saya berharap bisa menandai musim ini dengan performa yang hebat," ungkapnya.

Meski demikian, kedatangan Marcos Vinicius ke Arema FC ternyata tidak terjadi secara instan. 

Pemain berusia 29 tahun itu harus melewati proses panjang sebelum akhirnya resmi berseragam Singo Edan untuk menghadapi Super League 2026-2027.

Marcos Vinicius mengungkapkan bahwa proses kepindahannya sempat terhambat karena dirinya masih terikat kontrak dengan klub lamanya di Brasil. 

Situasi tersebut membuat negosiasi berlangsung cukup rumit hingga ia harus turun tangan secara langsung untuk menyelesaikan persoalan kontraknya.

Ia bahkan menemui petinggi klub dan melakukan pembicaraan khusus dengan presiden klub agar kontraknya dapat diakhiri lebih cepat sehingga bisa bergabung dengan Arema FC.

"Kasus saya sedikit lebih rumit karena awalnya saya masih terikat kontrak aktif di Brasil. Saya meminta langsung kepada pemilik klub di sana untuk menyelesaikan kontrak. Saya sangat senang semua selesai dan kini bisa berada di sini," tandasnya.

 

 

Madura United terus melengkapi skuad menyambut Super League 2026/2027 dengan target bisa bersaing di papan atas.

Terbaru, tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab itu mengenalkan bek naturalisasi keturunan, Brandon Scheunemann, Sebagai rekrutan baru.

Di kasta tertinggi sepak bola nasional, Brandon Scheunemann pernah memperkuat Arema FC.

Kedatangan pemain berusia 21 tahun itu disampaikan Annisa Zhafarina, Dirut PT PBMB, perusahaan yang mengelola Madura United.

Annisa menyebut bahwa Brandon Scheunemann didatangkan agar lini pertahanan lebih kokoh.

Pengalaman yang dimiliki disebutnya cocok dengan karakter permainan Madura United.

"Lahir dari garis keturunan sepak bola sebagai putra mantan pemain profesional berdarah Jerman, Brandon tumbuh dengan pemahaman taktis, karakter kuat, dan mentalitas bertanding di atas rata-rata," kata Annisa Zhafarina, Senin (20/7/2026).

Ia menilai Brandon juga memiliki modal penting lain, terutama fisik menjulang yang mencapai 1,86 cm.

"Pengalamannya membela Timnas Indonesia di kelompok umur serta atribut fisiknya yang tangguh menjadikan Brandon sosok bek modern yang fleksibel," jelasnya.

Brandon berpotensi diduetkan dengan Mendonca dan Pedro Monteiro, dua bek asing yang lebih dulu berseragam Madura United.

"Kami optimis kualitas dan darah dingin yang dimilikinya akan memberikan dimensi baru bagi lini belakang Madura United musim ini," terang Annisa.

Brandon Scheunemann menjadi pemain asing baru ketiga Madura United setelah sebelumnya mengenalkan Danilo Santacruz dan Gali Freitas. Juga mempertahankan sederet pemain asingnya musim lalu.

Annisa menyebut kedatangan Brandon Scheunemann bukan rekrutan terakhir Madura United menyambut musim 2026/2027.

Pihaknya akan terus berburu pemain untuk melengkapi skuad di bawah asuhan pelatih baru, Ze Gomes.

"Untuk evaluasi di sektor lainnya, akan kami umumkan secara bertahap dalam waktu dekat," pungkas Annisa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.