TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Pengurus Cabang (Pengcab) Pertina Medan membidik gelar juara umum cabang olahraga tinju pada Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Target tersebut dipasang setelah melihat komposisi atlet yang dinilai cukup kompetitif serta hasil pembinaan yang telah dilakukan sejak awal tahun.
Sebanyak 14 petinju disiapkan untuk memperkuat kontingen Kota Medan. Mereka merupakan hasil seleksi internal yang telah berlangsung sejak Januari 2026 dan merupakan atlet-atlet yang memiliki pengalaman bertanding di level daerah, nasional, bahkan internasional.
Sekretaris Umum Pengcab Pertina Medan, Muhammad Iqbal Aflah Siregar, mengatakan proses persiapan telah dimulai sejak awal tahun dengan menggelar pemusatan latihan sekaligus seleksi internal untuk menentukan atlet terbaik di setiap kelas.
"Kita sejak awal Januari sudah mulai persiapan sambil seleksi berjalan secara internal. Kuota atlet juga sudah kita ajukan ke KONI," ujar Iqbal kepada Tribun Medan.
Dari hasil seleksi tersebut, Pertina Medan menetapkan 14 petinju yang akan turun pada berbagai kelas pertandingan, terdiri dari enam atlet putri dan delapan atlet putra.
Di sektor putri, kelas 48 kilogram akan diisi Anggi Novita Sari Simanjuntak yang ditargetkan meraih medali perunggu. Pada kelas 50 kilogram, Medan mengandalkan Lolo Putri Cibro, peraih medali perunggu PON XXI 2024 dan emas Kejurda 2026, yang dibebani target medali emas.
Selanjutnya, kelas 52 kilogram diperkuat Luthfia Lisandri, peraih emas Serawak Open 2024 dan emas Seleksi PPI 2026. Di kelas 54 kilogram terdapat Amirah Afifah yang juga membawa modal emas Seleksi PPI 2026 serta emas Kejurda 2026. Sementara kelas 57 kilogram dipercayakan kepada Letri Wahyuni Cibro, peraih emas Seleksi PPI 2026 dan Kejurda 2026. Adapun Putri Aulia akan turun di kelas 60 kilogram putri dengan target meraih medali perak.
Sementara di sektor putra, kelas 48 kilogram ditempati Ezekhiel Moreno Situmeang. Kelas 51 kilogram akan diperkuat Fajar Efendi Nainggolan yang membawa bekal medali perak Kejurda 2026.
Untuk kelas 54 kilogram, Muhammad Maulana yang pernah meraih medali perak Penang International Boxing Tournament 2026 dan Kejurda 2026 ditargetkan kembali menyumbang medali perak.
Pada kelas 57 kilogram, Pertina Medan mengandalkan Duta Fadilah Simatupang, peraih medali perak PON XXI 2024, emas Penang International Boxing Tournament 2026, serta emas Kejurda 2026. Duta diproyeksikan menjadi salah satu penyumbang medali emas.
Di kelas 60 kilogram, Iqbal Rasoki Simatupang yang pernah meraih perunggu PON XXI 2024, perak Penang International Boxing Tournament 2026, dan emas Seleksi PPI 2026 juga dibebani target emas.
Kemudian Irfan Rambe Raja Nalu akan bertanding di kelas 63,5 kilogram dengan target medali perak. Sementara Mohinder Singh yang tampil di kelas 67 kilogram ditargetkan mampu meraih medali emas setelah sebelumnya mengoleksi medali perunggu POPNAS 2025 dan Penang International Boxing Tournament 2026.
Salah satu andalan utama Kota Medan adalah Christian H.T.E. Simanjuntak di kelas 71 kilogram putra. Petinju asal Langkat tersebut memiliki catatan prestasi yang impresif setelah meraih emas Piala Panglima TNI 2026, emas Seleksi PPI 2026, emas Kejurda 2026, serta medali perak pada Turnamen Tinju Internasional Penang 2026.
Untuk mendampingi para atlet, Pertina Medan menyiapkan enam pelatih, yakni Muhammad Iqbal Aflah Siregar, Dedy Suwandana, Nurmala, Togap Marbun, Nazarudin Lubis, dan Muliadi.
Iqbal mengatakan, secara realistis Pertina Medan menargetkan enam medali emas pada Porprovsu 2026. Meski demikian, ia berharap capaian tersebut bisa melampaui target sehingga mengantarkan Kota Medan mempertahankan status sebagai juara umum.
"Kita targetkan enam medali emas. Artinya itu yang realistis bisa kita capai, mudah-mudahan bisa lebih. Dan target kita tetap juara umum," katanya.
Menurutnya, persaingan pada Porprovsu nanti diperkirakan berlangsung ketat. Beberapa daerah dinilai memiliki kekuatan yang patut diwaspadai, terutama Tapanuli Utara, Asahan, dan Pematangsiantar.
Iqbal menyebut Tapanuli Utara menjadi salah satu rival terkuat karena masih diperkuat petinju-petinju senior yang memiliki pengalaman dan prestasi nasional.
"Taput memiliki atlet senior seperti Saroha dan Jacky Manalu. Kalau mereka turun bertanding tentu menjadi lawan yang berat. Kemudian Asahan juga karena mereka punya sejarah juara walaupun hanya di beberapa kelas," ucapnya.
Meski demikian, ia menegaskan jajaran pengurus maupun pelatih tetap optimistis mampu mempertahankan gelar juara umum. Pada Porprovsu 2022 lalu, Medan mendominasi dengan meraih total 16 medali terdiri dari 10 medali emas, 2 medali perak, dan medali perunggu dari 20 kategori yang dipertandingkan
Optimisme tersebut, menurutnya, didasarkan pada data hasil pertandingan, perkembangan atlet, serta pemetaan kekuatan lawan yang telah dilakukan selama masa persiapan.
"Kita dari jajaran pengurus dan pelatih tetap optimistis bisa juara umum. Optimisme itu juga berdasarkan data dan melihat kekuatan lawan," ujarnya.
Di sisi lain, Iqbal mengakui masih terdapat kendala yang dihadapi tim, terutama terkait dukungan anggaran selama proses pembinaan.
Menurutnya, program latihan tetap berjalan sesuai rencana. Namun, pihaknya berharap adanya dukungan lebih cepat dari KONI Medan maupun Pemerintah Kota Medan agar kebutuhan operasional atlet dapat terpenuhi.
"Kendala kita sejauh ini hanya di anggaran. Pembinaan tetap berjalan, hanya saja kita menunggu bantuan dari KONI Medan dan Pemko Medan untuk kebutuhan atlet agar mereka semakin semangat. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan," katanya.
Menjelang Porprovsu yang tinggal beberapa bulan lagi, Iqbal juga mengingatkan seluruh atlet agar tidak hanya fokus menjalani latihan, tetapi juga menjaga kondisi fisik dan kebugaran.
"Untuk atlet sekarang harus lebih fokus latihan karena pertandingan sudah semakin dekat. Yang paling penting menjaga kondisi fisik. Percuma latihan rutin kalau kondisi fisiknya tidak dijaga," tuturnya.
Ia menambahkan, perkembangan para petinju Medan secara umum menunjukkan tren positif. Meski ada beberapa atlet yang performanya mengalami penurunan, sebagian besar justru mengalami peningkatan, termasuk munculnya sejumlah petinju muda yang mulai menunjukkan potensi untuk menjadi andalan Kota Medan pada Porprovsu 2026.
(Cr29/tribun-medan.com)