- Upaya pencarian Femas, peserta tur yang diduga sengaja menghilang saat perjalanan wisata di Korea Selatan, hingga kini masih terus dilakukan.
Bahkan pihak travel Berani Backpacker, yang menggelar sayembara dengan hadiah liburan gratis, bagi siapa saja yang berhasil memberikan informasi keberadaan pria asal Madiun tersebut.
Berani Backpacker, agen perjalanan yang memfasilitasi keberangkatan Femas, mengonfirmasi adanya sayembara tersebut sebagai bagian dari upaya pencarian.
Marketing sekaligus Tour Leader Berani Backpacker, Dwiky Prayogi, mengatakan hadiah yang disiapkan berupa paket liburan ke Singapura dan Malaysia untuk satu keluarga.
Hingga kini, pencarian terhadap Femas Yani Arianto masih terus dilakukan.
Pihak travel agent berharap sayembara tersebut dapat membantu mempercepat ditemukannya keberadaan pria berusia 22 itu.
Dwiky dan tim sempat mengunjungi rumah orang tua Femas di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Di awal komunikasinya dengan pihak keluarga, ibu Femas berdalih tidak mengetahui keberadaan sang anak, bahkan mengaku tidak tahu Femas melakukan perjalanan ke Korea Selatan.
Sesampainya di Madiun, Dwiky merasa ada yang ditutup-tutupi.
Sementara itu dari keterangan sejumlah tetangga, Femas sempat mengikuti pelatihan di LPK selama 2 tahun sebagai persiapan bekerja di Korsel.
Dwiky mengaku semua pihak dirugikan atas kaburnya Femas.
Berani Backpacker terancam dijatuhi denda hingga Rp125 juta dari otoritas Korea Selatan.
Atas kejadian ini, Berani Backpacker meminta Femas segera kembali ke Indonesia.
Bahkan, mereka siap memberikan fasilitas berupa tiket kepulangan secara gratis.
Selain itu, Berani Backpacker melaporkan keluarga Femas ke polisi.