Kasus Penipuan Rp170 Juta di Dapur MBG Dinilai Ancam Kepercayaan Pemasok Bahan Baku
Noval Andriansyah July 20, 2026 01:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila), Budi Rizki Husin, mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku penipuan yang menyasar penyedia bahan baku dapur Makanan Bergizi Gratis ( MBG ) di Bandar Lampung.

Baca juga: Mengaku Rugi hingga Rp170 Juta, Bos Buah Laporkan Mitra Dapur MBG ke Polisi

Kasus kriminal yang menimbulkan kerugian hingga Rp170 juta ini dinilai sangat mencederai momentum pembenahan total di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN).

Pria yang juga menjabat sebagai Konsultan Hukum MBG Kota Bandar Lampung ini menjelaskan, dugaan penipuan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lokal tersebut terjadi di saat BGN tengah berfokus melakukan refocusing atau perbaikan tata kelola internal.

"Penipuan semacam ini perlu ditindak dengan sangat tegas. Momentumnya sangat tidak tepat karena saat ini BGN sedang memperbaiki tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) hingga urusan administrasi secara keseluruhan," ujar Budi Rizki Husin saat diwawancarai via pesan WhatsApp, Minggu (19/7/2026).

Efek Domino Terhadap Program Nasional

Langkah bersih-bersih institusi tersebut digencarkan lantaran BGN belakangan ini tengah menjadi sorotan tajam pemerintah dan publik akibat kasus hukum yang menjerat mantan kepala instansi sebelumnya.

Munculnya kasus penipuan baru di tingkat operasional dinilai berpotensi memperkeruh situasi pemulihan lembaga.

Budi menekankan bahwa dampak dari tindak kejahatan ini tidak main-main dan memiliki efek domino yang luas terhadap keberlanjutan program strategis pemerintah pusat.

"Jika kasus ini sampai mengakibatkan operasional dapur terhenti atau bahkan ditutup, hal itu akan merusak citra BGN di mata publik. Dampak fatal lainnya adalah hilangnya kepercayaan dari pihak ketiga atau mitra pemasok komoditas lokal," jelas Rizki.

Ancaman Suplai Bahan Baku

Kekhawatiran terbesar terletak pada relasi dengan para petani dan agen penyuplai bahan makanan. Salah satunya adalah pemasok buah melon atau bahan baku lainnya yang menjadi korban dalam perkara ini.

Begitu kepercayaan dari para mitra logistik ini luntur, Dapur MBG terancam kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku segar di kemudian hari. Kondisi tersebut secara otomatis akan menghentikan program pemenuhan gizi gratis untuk anak-anak dan masyarakat.

Oleh sebab itu, respons cepat dari pihak kepolisian untuk menangkap pelaku sangat dinantikan guna menjamin kepastian hukum bagi para pelaku usaha kecil yang menjadi mitra program pemerintah tersebut.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.