Spanyol Sah Juara Piala Dunia 2026, Terima Kasih para Pemain Pengganti La Furia Roja!
Drajat Sugiri July 20, 2026 06:25 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Spanyol mendapatkan tuah dari para pemain pengganti yang dimasukan pelatih Luis de la Fuente di babak kedua saat berhadapan dengan Argentina di final Piala Dunia 2026 pada Senin (20/7/2026) di New York New Jersey Stadium.

Tim berjuluk La Furia Roja ini mendapatkan gol dari Ferran Torres di menit 106, yang notabene sang pemain baru masuk di babak kedua, tepatnya menit ke-62 dan membuat Spanyol berhasil menundukan Argentina dengan skor tipis 1-0.

Torres menggantikan Mikel Oyarzabal yang belum maksimal menjalankan peran sebagai false nine.

Ia bekerja sama dengan Nico Williams untuk mencetak gol ini.

Di mana Nico juga merupakan pemain pengganti yang masuk di menit ke-75.

Satu gol saja dari Torres itu sudah cukup bagi Spanyol mendapatkan gelar juara Piala Dunia mereka yang kedua sepanjang sejarah, setelah pertama kali mereka mendapatkannya pada 2010 silam.

Sekaligus mereka memupus impian Argentina untuk bisa melakukan back-to-back atau juara beruntun di ajang yang sama.

"Hasil final Piala Dunia kerapkali ditentukan detail kecil, seperti kualitas penyelesaian akhir , penyelamatan kiper, situasi bola mati, hingga peran supersub," ujar Hamid Anwar, seorang pengamat sepak bola dari @analiskampungsebelah, pada podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Terkait supersub, entah Merino (Spanyol) dan Lautaro (Argentina), keduanya mampu mencetak gol krusial dengan peran tersebut, jadi kualitas supersub kedua tim tidak kalah dengan pemain utamanya (dalam memengaruhi hasil laga)," tambahnya.

Baca juga: Spanyol vs Argentina 0-0 di Waktu Normal, Messi Cs Tampil 10 Pemain di Babak Tambahan

Jalannya Laga

Argentina mendapatkan kesempatan untuk mengawali kick-off.

Namun mereka tak langsung menerapkan tempo tinggi dalam penyerangan mereka.

Justru mereka membiarkan Spanyol untuk menguasai bola dan menerapkan zona marking di sektor tengah.

Pada awal babak pertama, Rodri berpapasan posisi dengan Lionel Messi.

Meski dalam formasi yang dikeluarkan Argentina menempatkan Messi di kanan, tetapi area operasi La Pulga sejauh ini masih condong ke area tengah.

Peluang pertama hadir dari Spanyol di menit kelima.

Ia bekerja sama dengan Dani Olmo yang bertugas memantulkan bola kembali kepadanya.

Ruang yang terbuka di sisi kanan dimanfaatkan Yamal untuk merangsek dan melepaskan tendangan.

Untungnya sepakan yang dilakukan sang pemain tak berhasil menembus jala Emi Martinez.

Argentina masih tak bisa mendapatkan kendali atas bola.

Mereka kesulitan untuk mengembangkan permainan mereka sendiri sejauh ini.

Lini tengah benar-benar dikuasai Spanyol.

Argentina mencoba memberikan ancaman lewat sisi sayap, terutama di sisi kiri.

Memasuki menit 10, kedudukan masih 0-0 bagi kedua tim.

Mulai terjadi pelanggaran-pelanggaran yang sedikit menguji kesabaran kedua kubu.

Namun hingga menit ke-20 masih belum ada kartu kuning atau merah yang keluar dari saku wasit.

Argentina dan Spanyol juga masih sama-sama mencoba mencari celah lawan.

Albiceleste mulai berani melakukan pressing lebih ketat ketika pertandingan sudah mendekati 25 menit.

Lisandro Martinez tak membiarkan Dani Olmo mengontrol bola lebih lama di area berbahaya.

Spanyol masih lebih banyak menguasai bola ketimbang Argentina.

Namun hal itu tak menjamin La Furia Roja bisa memberikan ancaman lebih nyata.

Spanyol mencoba membangun serangan mereka lebih sering lagi dari sisi kiri.

Ada Marc Cucurella dan Alex Baena yang menjadi andalan.

Pada menit ke-38, Spanyol mendapatkan peluang dari skema serangan yang cukup lama dibangun.

Mikel Oyarzabal sayangnya tak bisa menuntaskan itu dengan sepakan yang lebih keras.

Kartu kuning pertama jatuh kepada Lisandro Martinez yang melakukan pelanggaran kepada Oyarzabal yang mencoba membangun serangan balik.

Sebuah peluang emas terjadi di menit ke-42 bagi Spanyol.

Marc Cucurella melepaskan sebuah tendangan dari luar kotak penalti tetapi masih tipis melebar.

Petaka bagi Argentina terjadi tak lama setelahnya lantaran mendapati bek mereka, Lisandro Martinez mengalami masalah di bagian pahanya.

Ia harus ditarik keluar dan digantikan oleh Nicolas Otamendi.

Pada babak kedua, permainan masih buntu bagi kedua tim.

Namun Argentina sedikit mulai berani keluar menyerang dengan keberadaan Leandro Paredes yang masuk di awal babak pertama.

Di sela-sela peluang yang didapatkan Spanyol, La Furia Roja sebenarnya juga masih sulit melancarkan serangan yang berbahaya.

Sebuah pelanggaran keras terjadi di ujung babak kedua.

Enzo Fernandez yang mencoba merebut bola dari Pau Cubarsi, ternyata tak bisa mendapatkan bola.

Tekelnya malah membahayakan Cubarsi yang membuat wasit langsung mencabut kartu merah dari sakunya.

Pertandingan berlanjut ke momen babak tambahan.

Momen yang ditunggu Spanyol akhirnya datang di menit ke-95.

Mereka mencetak gol lewat upaya dari Nico Williams yang memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti Argentina.

Namun wasit buru-buru menganulir gol tersebut karena dianggap sudah terjadi pelanggaran terlebih dahulu.

Susunan Pemain Spanyol

Kiper: Unai Simon

Bek: Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella

Tengah: Rodri, Fabian Ruiz, Dani Olmo

Depan: Lamine Yamal, Alex Baena, Mikel Oyarzabal

Susunan Pemain Argentina

Kiper: Emi Martinez

Bek: Gonzalo Montiel, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico

Tengah: Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister

Depan: Nico Gonzalez, Lionel Messi, Julian Alvarez

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.