TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Suasana di UGD RSUD Klungkung tiba-tiba crowded, Minggu 19 Juli 2026.
Sebanyak 11 warga harus dirawat di RSUD karena mengalami luka bakar setelah insiden puluhan balon hidrogen meledak di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung, Bali.
Beberapa pasien anak-anak tampak mengerang kesakitan di IGD. Wajah mereka diperban, karena mengalami luka bakar cukup parah.
Adapun nama-nama korban yang sempat dilarikan ke RSUD Klungkung yaitu I Ketut Upadana (43), I Nengah Yasa (59), Kadek Parwata (55), I Ketut Agastya Dharma Mahottama (5), Ni Putu Eka Krisna Arya Putri (11), Ni Putu Yure Kalea Anjani (7), I Kadek Agus Radhika Yuta Pramana (5), Putu Devanka Kayanapradipta (6), I Ketut Pradipta (6), Gede Surya Adinata (21), dan Ni Wayan Ayu Trisna Novita Kawi (11).
Baca juga: Insiden Ledakan Balon Di Klungkung Bali, Bupati Larang Penggunaan Balon Gas Pada Acara Seremonial
Musibah itu terjadi tepat sesaat setelah seremonial pelepasan balon (berisi gas hidrogen) di acara pembukaan peringatan HUT Harkopnas di Klungkung, Bali, Minggu 19 Juli 2026.
Ketika itu diadakan seremonial pelepasan balon di timur Balai Budaya Ida I Dewa Istri Kanya.
Di IGD RSUD Klungkung, raut wajah Ni Wayan Ayu Trisna Novita Kawi (11) tampak masih syok. Saat itu, ia mendampingi adiknya yang mengalami luka bakar akibat peristiwa meledaknya di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe.
Ia ingat betul, bagaimana peristiwa puluhan balon itu meledak dan langsung menyebabkan dirinya termasuk 10 orang lainnya dilarikan ke RSUD Klungkung.
“Saya tadi (kemarin) juga berada di sana. Balon itu tidak bisa terbang, saat jatuh dikerumuni anak-anak,” ujar Novita Kawi saat ditemui, Minggu 19 Juli 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali, musibah tersebut terjadi di sela-sela kegiatan peringatan HUT Harkopnas di Klungkung, Minggu 19 Juli 2026.
Ketika itu diadakan seremonial pelepasan balong di timur Balai Budaya Ida I Dewa Istri Kanya.
Namun karena balon tersebut terikat banner, lalu kembali turun ke arah sisi selatan alun-alun. Balon yang berjumlah sekitar 40 pcs itu langsung dikerumuni anak-anak.
“Saat banyak anak-anak itu, ada orang yang motong tali balon dengan korek. Ketika itu balonnya meledak semua,” cerita Novita.
Saat meledak, ia mendengar suara keras dan merasa panas pada wajahnya.
Beberapa orang dewasa dan anak-anak mengerang kesakitan karena kulit mereka mengalami luka bakar. Suasana tiba-tiba berubah panik.
“Beberapa orang alami luka di wajah,” ungkapnya.
Setelah balon itu meledak, beberapa warga langsung teriak, ada yang merasakan panas di wajah dan di tubuhnya.
Beberapa warga bahkan sudah mengalami luka bakar, sehingga mereka langsung dilarikan ke UGD RSUD Klungkung.
“Balon itu turun, dikerumuni anak-anak. Karena itu kan lokasinya publik jadi ramai di sana,” ujar Panitia acara Harkopnas di Klungkung, I Kadek Semardana saat ditemui di depan UGD RSUD Klungkung.
Lalu ada seorang warga yang berinisiatif hendak membagikan balon itu ke anak-anak. Namun warga tersebut memutus talinya menggunakan korek api. Seketika puluhan balon meledak dan mengeluarkan suara yang keras.
“Itu suaranya keras sekali, seperti ban truk meledak. Saat itu kami panitia fokusnya ke acara, karena masih berlangsung,” ungkapnya.
Pantauan Tribun Bali di UGD RSUD Klungkung, beberapa korban masih tampak dirawat.
Beberapa diataranya wajah mereka harus diperban karena luka bakar yang cukup parah.
Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa mengatakan, ada 11 orang yang masuk ke UGD RSUD Klungkung sekitar pukul 11.30 Wita.
Dari jumlah itu, saat ini 6 orang di antaranya sudah masuk ke ruang perawatan, sementara 3 orang sudah diperbolehkan pulang dan sisanya masih di rawat di UGD.
“Dari 6 warga itu, terdiri dari 3 anak-anak dan 3 orang dewasa,” ungkap Widiyasa, Minggu 19 Juli 2026.
“Pasien alami luka bakar cukup parah, mereka rawat inap. Masih harus dikonsultasikan dengan spesialis bedah plastik,” ujar Widiyasa.
Sementara itu, Panitia acara Harkopnas di Klungkung, I Kadek Semardana mengatakan, kejadian tersebut merupakan musibah atau di luar kendali pihak panitia acara.
Pihaknya tidak mengetahui secara pasti, pihak yang memotong balon tersebut dengan api. Mengingat lokasi kejadian merupakan tempat publik, yang cukup banyak warga.
“Jadi di lokasi itu tidak hanya peserta dan panita acara, banyak warga di sana. Itu kan tempat umum,” jelasnya.
Ketika ledakan terjadi, kebetulan pantia juga tengah fokus mengatur acara. Mengingat rangkaian acara masih berlangsung.
Sebagai bentuk simpati, pihak panitia acara Harkopnas di Klungkung tetap ikut mendampingi dan mengurus pasien yang harus dirawat di RSUD Klungkung.
“Ini namanya kan musibah,” ungkap dia. (mit)
Bupati Pastikan Penanganan Medis Maksimal
Insiden ledakan balon gas yang terjadi saat puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Bali di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kabupaten Klungkung, Minggu 19 Juli 2026, mendapat perhatian serius dari Bupati Klungkung I Made Satria.
Peristiwa yang mengakibatkan 11 warga, termasuk anak-anak, mengalami luka bakar itu langsung direspons Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung.
Tak lama setelah kejadian, Bupati Made Satria bersama Ketua TP PKK Klungkung Ny. Eva Satria dan Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra mendatangi RSUD Klungkung untuk melihat kondisi para korban.
Di sela kunjungannya, Bupati memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis secara maksimal.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh korban, terutama anak-anak, mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Kami berharap mereka segera pulih,” ujar Made Satria.
Menyikapi kejadian tersebut, Bupati Made Satria menegaskan penggunaan balon gas pada kegiatan seremonial di Kabupaten Klungkung tidak akan lagi diperbolehkan.
Menurutnya, insiden tersebut menjadi pelajaran penting agar aspek keselamatan menjadi prioritas dalam setiap penyelenggaraan kegiatan.
“Peristiwa ini menjadi evaluasi bersama. Penggunaan balon gas sangat berisiko terhadap keselamatan masyarakat. Untuk kegiatan-kegiatan berikutnya, saya minta tidak lagi menggunakan balon gas. Kita bisa memilih bentuk seremoni lain yang lebih aman dan tidak membahayakan masyarakat,” tegasnya.
Pemkab Klungkung juga menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut serta berharap seluruh korban dapat segera pulih.
Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dan tidak menggunakan balon berisi gas mudah terbakar dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang. (mit)