Usai Dikeluhkan Warga, Perusahaan Galian C Bersihkan Lumpur yang Tutupi Jalan Poros Bambaira
Abd Rahman July 20, 2026 09:47 AM

 

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Setelah dikeluhkan warga karena membahayakan pengguna jalan, pihak perusahaan galian C akhirnya melakukan pembersihan material lumpur yang menutupi Jalan Poros Desa Bambaira, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Senin (20/7/2026), aktivitas pembersihan berlangsung sejak pagi dengan mengerahkan satu unit alat berat jenis ekskavator dan beberapa truk pengangkut material tanah.

Ekskavator tampak bekerja di sisi kiri jalan, tepat di bekas lokasi galian C yang sebelumnya menjadi sumber material tanah yang meluber ke badan jalan saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Baca juga: Dojang Kantor Gubernur Sulbar Juara Umum II Manakarra Taekwondo Festival VI 2026

Baca juga: Polisi Bersihkan Sampah Sisa Nobar Final Piala Duni 2026 di Tugu Benteng Kayu Mangiwang Mateng

Dengan lengan hidroliknya, alat berat itu mengeruk timbunan tanah yang menutup saluran drainase. 

Material hasil kerukan kemudian diangkat menggunakan bucket dan dimuat satu per satu ke bak truk yang telah menunggu di samping alat berat.

Sesekali truk bergeser maju agar seluruh bak dapat terisi penuh sebelum material diangkut keluar dari lokasi.

Bekas lumpur yang sebelumnya menutupi sebagian badan jalan juga mulai dibersihkan. Sejumlah pekerja terlihat mengatur proses pengangkutan agar aktivitas alat berat tidak mengganggu arus lalu lintas.

Meski proses pembersihan berlangsung, kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melintas secara bergantian di ruas jalan tersebut. 

Pengendara tampak memperlambat laju kendaraan ketika melewati lokasi karena alat berat bekerja hanya beberapa meter dari badan jalan.

Di sepanjang bahu jalan masih terlihat sisa-sisa tanah berwarna cokelat, namun kondisinya jauh lebih bersih dibanding beberapa hari sebelumnya ketika lumpur menutupi hampir separuh badan jalan.

Selain mengangkat material yang mengotori jalan, perusahaan juga mengeruk saluran drainase yang sebelumnya tertutup tanah. 

Drainase yang sempat tidak berfungsi akibat timbunan material kini mulai dibuka kembali agar aliran air hujan dapat mengalir normal dan tidak lagi meluap ke badan jalan.

Pembersihan tersebut dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang licin dan membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Humas perusahaan galian C, Windra, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menurunkan alat berat untuk membersihkan material tanah di lokasi.

Ia mengatakan, perusahaan bertanggung jawab melakukan pembersihan agar akses masyarakat kembali aman dilalui.

"Kami sudah menurunkan ekskavator dan truk untuk mengangkat material tanah yang berada di badan jalan. Drainase yang tertutup juga kami keruk supaya aliran air kembali lancar," kata Windra.

Menurutnya, material tanah terbawa ke badan jalan akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir sehingga menimbulkan endapan lumpur di ruas jalan tersebut.

Windra memastikan proses pembersihan akan terus dilakukan hingga seluruh material yang mengganggu arus lalu lintas selesai diangkat.

"Kami berharap setelah dibersihkan kondisi jalan kembali normal dan masyarakat bisa melintas dengan aman. Kalau masih ada sisa material, akan kami bersihkan sampai tuntas," ujarnya.

Sebelumnya, ruas Jalan Poros Bambaira sempat dikeluhkan warga karena sekitar 20 meter badan 
jalan tertutup lumpur bekas material galian C. 

Kondisi itu menyebabkan kendaraan harus bergantian melintas dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat hujan maupun pada malam hari.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.