TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Di saat keterbatasan anggaran pembangunan menjadi tantangan di berbagai daerah, warga Blok Tapak Kuda, Desa Lebak Mekar, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, justru menunjukkan semangat gotong royong yang patut diapresiasi.
Mereka memilih patungan untuk membeli aspal dan pasir demi melapisi jalan sepanjang 490 meter agar lebih kuat, awet dan nyaman dilalui.
Suasana kebersamaan terlihat sejak Minggu (19/7/2026) pagi.
Puluhan warga dari RT 25 dan RT 26, mulai dari bapak-bapak hingga anak muda, bergotong royong mengaspal jalan lingkungan.
Tak hanya masyarakat, Kuwu Desa Lebak Mekar, Mahmud bersama perangkat desa juga tampak turun langsung ke lapangan membantu proses pengerjaan.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga bahu-membahu di setiap tahapan pekerjaan.
Baca juga: BPBD Cirebon Tak Lagi Dipimpin Sekda, Penanganan Bencana Diklaim Bakal Lebih Cepat
Sebagian memanaskan aspal menggunakan drum, sebagian lainnya menyemprotkan aspal cair ke badan jalan.
Setelah itu, warga bersama-sama menebarkan pasir dan meratakannya menggunakan papan kayu sederhana agar lapisan aspal menempel sempurna.
Jalan yang dikerjakan tersebut sebenarnya telah dibangun Pemerintah Desa Lebak Mekar pada akhir 2025 dengan konstruksi jayamix atau cor beton sepanjang sekitar satu kilometer.
Namun, karena belum ada anggaran untuk pelapisan hotmix, warga berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya agar kualitas jalan semakin baik dan lebih tahan lama.
Tokoh masyarakat Blok Tapak Kuda, Alim (60) mengatakan, kegiatan tersebut lahir dari kesepakatan warga setelah melihat keterbatasan anggaran pemerintah.
"Hari ini kegiatan pengaspalan swadaya masyarakat. Kami berkoordinasi dengan pemerintah desa dan alhamdulillah pemerintah desa juga mampu memberikan dukungan."
"Karena sekarang APBD maupun APBN memang belum ada, akhirnya kami berinisiatif mengajak masyarakat RT 25 dan RT 26 untuk bersatu melakukan pengaspalan," ujar Alim, saat diwawancarai media, Minggu (19/7/2026).
Menurut Alim, target pengaspalan swadaya tersebut mencapai sekitar 490 meter.
"Jalan ini sebelumnya sudah di-jayamix pada akhir tahun 2025. Karena untuk pelapisan hotmix belum ada anggaran, akhirnya kami bersama masyarakat berinisiatif patungan agar jalan ini lebih baik. Target kami sekitar 490 meter," ucapnya.
Dana pengadaan material berasal dari swadaya masyarakat yang juga mendapat dukungan dari pemerintah desa.
"Pembelian aspal dari masyarakat, dibantu juga oleh pemerintah desa. Alhamdulillah pemerintah desa sangat kooperatif dan terus mendukung kegiatan masyarakat seperti ini, baik pemikiran maupun materi," jelas dia.
Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Desa Lebak Mekar terhadap pembangunan infrastruktur selama beberapa tahun terakhir.
"Alhamdulillah jalan di Desa Lebak Mekar sekarang sudah bagus semua. Pemerintah desa sangat mendukung pembangunan infrastruktur, termasuk di Blok Tapak Kuda," katanya.
Proses pengaspalan dilakukan dengan metode penyemprotan aspal, kemudian langsung ditutup menggunakan pasir agar lapisan aspal lebih kuat.
"Dilapisi pasir. Aspal disemprot, lalu bagian atasnya ditebar pasir. Semua dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat," ujarnya.
Kekompakan warga juga terlihat saat mereka saling bergantian mendorong gerobak berisi pasir, menyekop material, hingga meratakan lapisan aspal di sepanjang jalan.
Kehadiran Kuwu Mahmud yang ikut memantau sekaligus turun membantu pekerjaan semakin menambah semangat warga.
Semangat gotong royong tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak selalu bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah.
Dengan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah desa, infrastruktur yang telah dibangun dapat dijaga sekaligus ditingkatkan kualitasnya demi mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga sehari-hari.
Upaya swadaya yang dilakukan masyarakat Blok Tapak Kuda pun menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan masih menjadi modal utama dalam membangun desa, terutama di tengah keterbatasan anggaran pembangunan.(*)