Astra Honda BeAT Masih Jadi Primadona, Astra Motor Jawa Tengah Ungkap Tren Konsumen Kini Tak Lagi Hanya Soal Harga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Selera masyarakat Jawa Tengah dalam memilih sepeda motor terus mengalami perubahan.
Jika beberapa tahun lalu konsumen lebih mengutamakan harga terjangkau dan irit bahan bakar, kini desain, teknologi, fitur keselamatan, hingga pilihan warna menjadi pertimbangan utama sebelum membeli kendaraan roda dua.
Perubahan tren tersebut tercermin dari masih dominannya penjualan sepeda motor matik di Indonesia.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor nasional sepanjang 2025 mencapai sekitar 6,33 juta unit, dengan lebih dari 90 persen penjualan Honda berasal dari segmen skutik.
Baca juga: Makin Ekspresif New Honda BeAT Hadir Sesuai Gaya Hidup Terkini, Cek OTR Jawa Tengahnya
Jawa Tengah sendiri menjadi salah satu pasar terbesar sepeda motor nasional karena tingginya mobilitas masyarakat dan besarnya kebutuhan kendaraan roda dua sebagai sarana transportasi maupun penunjang aktivitas ekonomi.
Marketing Manager Astra Motor Jawa Tengah, Kresna Murti Dewanto, mengatakan karakter konsumen kini semakin berkembang.
Masyarakat tidak lagi hanya mencari kendaraan yang hemat bahan bakar, tetapi juga motor yang mampu menunjang gaya hidup serta memberikan kenyamanan dan keamanan saat berkendara.
"Kalau dulu keputusan membeli motor lebih banyak dipengaruhi faktor harga, sekarang konsumen jauh lebih selektif. Mereka mempertimbangkan desain, fitur keselamatan, teknologi, hingga warna yang sesuai dengan karakter dan gaya hidup. Sepeda motor kini menjadi bagian dari identitas penggunanya," ujar Kresna, Senin (20/7/2026).
Di tengah perubahan tersebut, Honda BeAT masih menjadi model yang paling diminati masyarakat Jawa Tengah.
Motor matik 110 cc itu tetap menjadi pilihan utama karena dikenal irit bahan bakar, mudah dikendarai di berbagai kondisi jalan, memiliki biaya perawatan yang relatif rendah, serta harga yang kompetitif.
Selain Honda BeAT, sejumlah model premium seperti Honda Scoopy, Vario 160, Stylo 160, PCX160, dan ADV160 juga menunjukkan tren penjualan yang terus meningkat.
Menurut Kresna, hal ini menunjukkan daya beli masyarakat terhadap motor dengan teknologi dan fitur yang lebih lengkap semakin baik.
"Kami melihat konsumen di Jawa Tengah mulai berani memilih motor yang sesuai kebutuhan dan gaya hidupnya. Tidak sedikit yang rela berinvestasi pada motor premium karena mengutamakan kenyamanan, performa, serta teknologi yang ditawarkan," katanya.
Ia menambahkan, tren personalisasi kendaraan juga semakin kuat, terutama di kalangan generasi muda.
Pilihan warna, desain bodi, hingga aksesori menjadi daya tarik tersendiri yang memengaruhi keputusan pembelian.
Fenomena tersebut mendorong Astra Motor Jawa Tengah untuk terus menghadirkan berbagai pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, mulai dari motor harian yang ekonomis hingga motor premium yang menawarkan teknologi dan kenyamanan lebih baik.
Menurut Kresna, inovasi menjadi kunci agar industri otomotif tetap mampu menjawab perubahan perilaku konsumen yang berlangsung sangat cepat.
"Pasar sepeda motor akan terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Karena itu kami terus menghadirkan produk dengan teknologi terbaru, desain yang modern, konsumsi bahan bakar yang efisien, serta fitur keselamatan yang semakin lengkap agar mampu memberikan pengalaman berkendara yang aman dan nyaman," jelasnya.
Selain menghadirkan produk yang kompetitif, Astra Motor Jawa Tengah juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berkendara melalui berbagai program Safety Riding.
Menurut Kresna, secanggih apa pun teknologi yang dimiliki sebuah sepeda motor, keselamatan tetap ditentukan oleh perilaku pengendaranya.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya memiliki motor yang berkualitas, tetapi juga memiliki kesadaran berkendara yang aman. Karena tujuan utama kami bukan hanya menghadirkan kendaraan terbaik, tetapi juga ikut menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih baik di Jawa Tengah," tambahnya. (*)