Bahlil Targetkan Golkar Sulsel Tambah Kursi, IAS Terpilih Aklamasi di Musda
Darwin Sijabat July 20, 2026 12:03 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Kader Partai Golkar diminta untuk mempertahankan Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai lumbung suara partai di wilayah Indonesia Timur.

Permintaan itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulsel di Makassar, dikutip Minggu (19/7/2026).

Harapan itu disampaikannya berdasarkan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) sebelum-sebelumnya meski dominasinya menurun pada Pemilu 2024.

"Kalau berbicara Partai Golkar di wilayah timur, simpulnya itu di Sulawesi Selatan," kata Bahlil Lahadalia di hadapan ribuan kader Partai Golkar.

"Kejayaan Partai Golkar di wilayah timur selalu Sulawesi Selatan menjadi contoh," tambahnya.

Tak hanya menyampaikan harapan, Bahlil juga memberikan target khusus kepada pengurus baru untuk meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029 mendatang.

"Satu yang saya tekankan, kursi harus naik. Itu adalah perintah DPP kepada ketua DPD yang nanti ditetapkan melalui musda. Kursi Partai Golkar harus bertambah, baik di DPR, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota," tegas Bahlil Lahadalia.

Menteri ESDM kelahiran Banda, Maluku Tengah ini menilai konsolidasi menjadi kunci mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan.

Baca juga: Formasi Baru Golkar Tebo Resmi Disahkan: Khalis Mustiko Ketua, Liga Marisa Sekretaris

Baca juga: Ujung Jalan Tol Jambi-Palembang Kian Dekat, Logistik Sumatera Diakselerasi

Bahlil yang hadir bersama Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji dan Bendahara Umum Sari Yuliati, meminta kepengurusan baru segera menuntaskan musyawarah cabang (muscab) di seluruh DPD II kabupaten dan kota, kemudian melanjutkan konsolidasi hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.

"Saya meminta nanti setelah musda selesai, dilaksanakan muscab kabupaten kota. Selanjutnya di tingkat kecamatan dan desa. Karena, kekuatan partai kita itu ada di sana," katanya.

Dalam kesempatan itu Bahlil juga menyinggung kadernya yang ingin hijrah ke partai lain usai perhelatan Musda. 

Menurutnya, meski banyak kader memilih mendirikan atau bergabung dengan partai lain seperti Partai Nasdem, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Hanura, Partai Golkar tetap konsisten menjalankan amanat konstitusi.

"Partai Golkar adalah partai yang inklusif, bukan partai yang eksklusif. Memang beda pola partai kita," ujar Bahlil.

Sebagai informasi Partai Golkar saat ini memiliki 14 kursi di DPRD Provinsi Sulsel hasil Pemilu 2024. 

Dengan perolehan tersebut, Golkar menduduki posisi kedua terbanyak dan menempati kursi wakil ketua DPRD Sulsel periode 2024–2029.

Sementara itu, Partai Golkar memperoleh 4 kursi di DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel pada Pemilu 2024.

Dalam Musda tersebut, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi terpilih sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel. IAS terpilih secara aklamasi usai menjadi calon tunggal. 

Penetapan dilakukan melalui sidang Musda Golkar Sulsel yang dipimpin oleh perwakilan DPP Golkar, Mustafa Raja di Makassar, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 22.00 WITA. 

Sidang berlangsung setelah seluruh tahapan pencalonan selesai dan IAS menjadi calon tunggal yang memenuhi syarat.

"Menetapkan Ilham Arief Sirajuddin sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel terpilih sekaligus ketua formatur untuk menyusun kepengurusan," ujar Mustafa Raja membacakan konsideran penetapan yang disambut tepuk tangan peserta Musda Golkar Sulsel.

Profil Singkat Ilham Arief Sirajuddin

Terpilihnya Ilham Arief Sirajuddin (IAS) secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel menandai kembalinya sosok berpengaruh ke tampuk pimpinan politik formal di Sulawesi Selatan. 

Baca juga: Disentil Golkar dan PKB soal Oposisi, PDIP: Kalah Menang Tetap Ingin Ikut Berkuasa

Baca juga: Krisis Berlapis Hotman Paris: Diamuk Anak Sulung dan Dikecam Komunitas Pers

Pria kelahiran Gowa, 16 September 1965 ini bukanlah orang baru dalam konstelasi politik lokal dan nasional.

Dikenal akrab dengan sapaan "Aco", IAS merupakan mantan Wali Kota Makassar dua periode yang menjabat pada tahun 2004–2009 dan 2009–2014. 
Di bawah kepemimpinannya, Makassar meraih julukan Cyber City dan mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia yang sempat menyentuh angka 10,83 persen pada tahun 2008.

Ia dijuluki sebagai "Bapak Pembangunan Makassar" atas keberaniannya mengeksekusi proyek infrastruktur ikonik tanpa membebani APBD, seperti revitalisasi Lapangan Karebosi dan Pantai Losari. 

Selama satu dekade memimpin ibu kota Sulsel, IAS berhasil membawa pulang sekitar 160 penghargaan tingkat nasional hingga internasional.

Rekam Jejak Organisasi dan Politik

Sebelum menjabat wali kota, IAS mengawali karier legislatornya sebagai Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Golkar (1999–2004). 

Selain di Beringin, ia sempat melanglang buana memimpin partai lain, termasuk memenangkan Musda Partai Demokrat Sulsel pada 2010. 

IAS juga tercatat sebagai salah satu dari 45 deklarator organisasi massa Nasional Demokrat (NasDem). 

Di luar politik, ia dikenal luas oleh masyarakat bola sebagai mantan manajer dan Ketua Umum tim sepak bola kebanggaan daerah, PSM Makassar.

Pasang Surut Perjalanan

IAS merupakan putra dari pasangan Arief Sirajuddin dan Hj. Djohra, serta menikah dengan Aliyah Mustika. 
Langkah politiknya sempat mencapai puncak saat maju sebagai calon Gubernur Sulsel pada Pilgub 2013 berpasangan dengan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, meski akhirnya harus puas menempati posisi kedua.

Perjalanan kariernya juga sempat diuji oleh persoalan hukum. 

Ia sempat tersandung kasus kerja sama pengelolaan PDAM Makassar yang membuatnya menjalani masa tahanan dari tahun 2015 hingga bebas pada Juli 2019. 

Kini, melalui Musda XI Golkar Sulsel 2026, IAS resmi kembali ke basis politik lamanya dengan tugas besar dari Bahlil Lahadalia: mengembalikan kejayaan Golkar di Indonesia Timur.

Baca juga: Roy Suryo Gempur Polisi per Item di Kasus Ijazah Jokowi, Lanjut Praperadilan Ke-4?

Baca juga: Ujung Jalan Tol Jambi-Palembang Kian Dekat, Logistik Sumatera Diakselerasi

Baca juga: Nasib Status Tersangka UU ITE Roy Suryo Ditentukan di Ruang Sidang Hari Ini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.