TRIBUNTRENDS.COM - Suasana di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Ngablak, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mendadak berubah mencekam setelah ribuan ikan lele yang dibudidayakan di salah satu kolam ditemukan mati secara bersamaan.
Sekitar 5.000 ekor ikan lele berusia sekitar 45 hari yang sebelumnya tumbuh normal tiba-tiba mengambang tanpa tanda-tanda kehidupan.
Peristiwa yang diketahui pada Kamis (16/7/2026) itu tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga memunculkan dugaan adanya unsur kesengajaan.
Kecurigaan semakin menguat setelah pengelola menguras kolam dan menemukan sebuah benda berwarna putih yang diduga merupakan kapur barus di dasar kolam.
Akibat kejadian tersebut, kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.
Kini, kepolisian tengah menyelidiki kemungkinan adanya dugaan peracunan yang menyebabkan kematian massal ribuan ikan tersebut.
Baca juga: Purbaya Bongkar Skema Modal Kopdes Merah Putih, Menkeu Siap Stop Kucuran Dana Jika BPKP Temukan Ini
Kapolsek Wonosegoro, IPTU Hidayat Seno Harjanto, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 18.30 WIB.
Saat itu, salah seorang pengelola kolam datang untuk memberikan pakan seperti biasanya.
Namun, kondisi kolam nomor C5 terlihat berbeda dibandingkan kolam lainnya.
Alih-alih menyambut pakan, ribuan ikan justru terlihat mengambang di permukaan air tanpa memberikan respons.
Setelah kolam dikuras untuk memastikan penyebabnya, petugas menemukan benda mencurigakan di dasar kolam.
"Setelah kolam dikuras, ditemukan satu butir benda berwarna putih yang diduga kapur barus di dasar kolam," ujar Hidayat dalam keterangannya yang diterima TribunSolo.com, Senin (20/7/2026).
Penemuan benda tersebut membuat polisi menduga adanya kaitan antara benda yang ditemukan dengan kematian ribuan ikan lele.
Meski demikian, aparat kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Penyelidikan pun terus dilakukan guna memastikan apakah kematian ikan benar-benar disebabkan oleh zat tertentu atau terdapat faktor lain.
Baca juga: Menteri HAM Pigai Buka Suara Soal Isu Paksa Warga Belanja Rp1 Juta/Bulan di Kopdes Merah Putih
Untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut, jajaran Polsek Wonosegoro bersama Unit Resmob Polres Boyolali langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui kondisi kolam sebelum dan sesudah kejadian.
Selain itu, beberapa barang bukti turut diamankan guna mendukung proses penyelidikan.
Barang bukti tersebut meliputi satu butir benda yang diduga kapur barus, sampel air kolam, serta beberapa ekor ikan lele yang ditemukan mati.
Seluruh barang bukti tersebut nantinya akan diperiksa lebih lanjut melalui uji laboratorium.
Dalam proses penyelidikan, kepolisian juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.
Di antaranya Puskesmas Wonosamodro, Puskeswan Karanggede, hingga Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Boyolali.
Pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat memastikan kandungan zat yang terdapat pada air kolam maupun benda yang ditemukan di dasar kolam.
Baca juga: Barang yang Paling Laris Diburu di Kopdes Merah Putih Ternyata Bukan Sembako, Tembus Rp56,8 Miliar
Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, mengatakan penyidik hingga kini masih terus mendalami perkara tersebut.
Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu kunci penting untuk memastikan penyebab kematian ribuan ikan.
"Hasil uji laboratorium masih kami tunggu untuk memastikan penyebab kematian ikan. Penyidik juga terus mengumpulkan alat bukti guna mengungkap pelaku maupun motif dugaan peracunan ini," kata Winarsih.
Seiring masih berlangsungnya penyelidikan, Polres Boyolali mengajak masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut agar segera menyampaikan keterangan kepada pihak kepolisian.
Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap apakah benar terdapat unsur kesengajaan di balik matinya sekitar 5.000 ekor lele di kolam Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngablak.
Sementara itu, kepastian mengenai penyebab kematian ikan maupun ada tidaknya unsur tindak pidana masih menunggu hasil penyelidikan serta pemeriksaan laboratorium yang saat ini sedang berjalan.
***