TRIBUNJAKARTA.COM - Putra sulung Hotman Paris, Frank Alexander Hutapea, menyebut sang ayah mengambil amplop pernikahan adiknya, Fritz Hutapea.
Pernyataan tersebut langsung ramai diperbincangkan karena muncul di tengah perdebatan mengenai pengakuan Hotman yang menyebut dirinya tidak mengharapkan bayaran dalam menangani perkara Febrie Adriansyah.
"Halah kebanyakan pencitraan Fritz Married aja angpaonya lo ambil ala ala ga mau duit," tulis Frank Hutapea.
Hotman Paris membantah telah mengambil uang angpao pernikahan anaknya, Fritz Hutapea.
"Seolah-olah Hotman mengambil uang angpao dari anak. Kamu semua akan terkejut betapa baiknya seorang bapak," katanya di Instagram.
Ia bercerita beberapa sebelum hari pernikahan, salah seorang pengusaha terkaya di Indoensia, Prajogo Pangestu memanggil ke kantor.
"Beberapa hari sebelum acara resepsi pernikahan Fritz, konglomerat Prajogo memanggil Hotman dan Fritz ke kantor dan pada saat itu bapak Prajogo menyediakan dua boks berbeda yang isinya uang," kata Hotman.
Kotak pertama berisi uang Rp 200 juta diserahkan kepada Fritz sebagai angpao pernikahan.
"Kotak pertama isinya Rp 200 juta, oleh bapak Prayogo dan sekretarisnya diserahkan kepada Fritz dan disebutkan ini angpao dari bapak Prayogo kepada Fritz yaitu Rp 200 juta," katanya.
Sedangkan satu kotak lain berisi Rp 800 juta, diserahkan ke Hotman Paris bukan sebagai angpao pernikahan anak.
"Sedangkan kotak kedua diserahkan ke Hotman isinya Rp 800 juta karena beliau itu adalah mantan klien saya ," katanya.
Hotman menegaskan dari pemberian tersebut yang menjadi hak Fritz adalah yang Rp 200 juta.
"Jadi sekali lagi angpao itu hanya Rp 200 juta. Tegas itu disebutkan itulah angpao dari pak Prajogo Pangestu. Itulah yang dituduh seolah-olah yang Rp 800 juta pun saya ambil," katanya.
"Padahal itu adalah oleh-oleh dari mantan klien kepada mantan pengacaranya dan tegas disebutkan dalam pertemuan tersebut," tambah Hotman.
Lalu ketika acara resepsi pernikahan, kata Hotman, secara aturan adat semua uang angpao harusnya diserahkan untuk orang tua.
"Kemudian lanjut ke resepsi pernikahan adat, secara hukum adat batak harusnya seluruh angpao itu diambil oleh orang tuanya, tapi saya mengatakan kepada istri, kasih semua sehingga seluruh uang angpao dari semua relasi-relasi saya diserahkan kepada Fritz 100 persen," katanya.
"Demikian juga nikahan dari Frank yang nikah di hotel sangat mewah, 100 persen uang angpaonya diserahkan kepada Frank. Tidak ada satu perak pun yang dipersoalkan," katanya.
Hotman Paris menegaskan tidak mungkin mengambil uang yang bukan haknya.
"Gak mungkin saya mengambil uang yang bukan hak saya, saya tidak kelas begitu," katanya.
Fritz Hutapea justru membantah pernyataan Hotman Paris.
Ia mengaku memang menerima Rp 200 juta dari Prayogo.
"Benar saya terima hanya 200 juta dari pak prayogo," katanya.
Namun ia sama sekali tidak menerima uang angpao dari yang lain.
"Tapi sisanya angpao di pesta Jakarta itu saya TIDAK TERIMA dan tidak diinfokan juga sampai saat ini. Kenapa ngomongnya dikasih, terus ke publik lagi?" katanya.
Frank juga menyinggung program bantuan hukum gratis yang selama ini identik dengan nama Hotman Paris.
Menurut Frank, program tersebut bukan murni didorong oleh kepedulian sosial, melainkan hanya menjadi bagian dari strategi membangun citra.
"Orang miskin itu cuman dijadiin senjata marketing aja. He never really care he only care about being center of attention," tulisnya.
Frank juga melontarkan kritik terhadap akun media sosial Hotman 911, yang selama ini dikenal sebagai wadah masyarakat mencari bantuan hukum.
Menurutnya, akun tersebut sebaiknya tidak lagi digunakan.
"Tutup aja ini IG pengais keadilan marketing ala ala buat jualan alcohol di Holywings lebih hina dari hina," katanya.