Belasan Siswa SD di Blora Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Orangtua Panik: Saya Dikabari Gurunya
muslimah July 20, 2026 03:11 PM

Belasan Siswa SD di Blora Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Orangtua Panik: Saya Dikabari Gurunya

TRIBUNJATENG.COM, BLORA –  Sebanyak 19 siswa SD Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, diduga mengalami keracunan seusai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (20/7/2026). 

Belasan siswa itu langsung dilarikan ke Puskesmas Ngawen untuk mendapatkan pertolongan.

Berdasarkan pantauan Tribunjateng.com, sekira pukul 10.30 WIB, sejumlah siswa masih terbaring di kasur pasien di Puskesmas Ngawen, dengan didampingi orang tuanya.

Baca juga: Pamit Salat Tak Kembali, Kepala SPPG di Blora Resign Mendadak, Dapur MBG Berhenti Beroperasi

Salah satu orang tua siswa, Pranti, sempat merasa panik setelah mendapat kabar dari guru bahwa anaknya harus dibawa ke puskesmas karena mengalami keluhan usai mengonsumsi susu kemasan yang dibagikan di sekolah.

"Saya dikabari gurunya. Kalau anak saya dibawa ke Puskesmas. Mendapatkan kabar itu ya kaget, panik, badan sampai gemetar," katanya, saat ditemui, di Puskesmas Ngawen.

Pranti langsung menyusul anaknya ke Puskesmas. Anak Pranti, bernama Aliando, siswa kelas 5 SDN Sendangrejo.

Adapun gejala yang dialami anaknya, yakni muntah, sakit perut, dan pusing, usai meminum susu kemasan dari menu MBG.

"Katanya habis minum susu kemasan, terus muntah di sekolah. Perutnya sakit dan pusing," ujarnya.

Pranti mengatakan putranya dibawa ke puskesmas menggunakan sepeda motor oleh guru sekolah. 

"Tadi sudah diperiksa dokter. Katanya kalau sudah tidak apa-apa nanti boleh pulang," terangnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ngawen, Sri Endarti, mengatakan belum mengetahui pasti penyebab anak-anak tersebut mengalami keluhan itu.

"Dugaan belum tahu, kan baru dikirim sampelnya. Anak-anak masih dipantau kondisinya, meskipun sudah membaik," paparnya.

Kesaksian Guru

Fatonoi, Guru kelas 2 SD Negeri Sendangrejo menceritakan kronologi dugaan keracunan yang dialami 19 siswanya.

Menurutnya, menu MBG yang diterima di sekolahnya berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti.

Menu MBG itu telah tiba di sekolah sekitar pukul 06.30 WIB. Menu tersebut kemudian dibagikan kepada para siswa seusai upacara bendera sekitar pukul 08.00 WIB.

"Setelah upacara sekitar jam delapan baru kami bagikan ke anak-anak," ujarnya, saat ditemui di Puskesmas Ngawen.

Tak lama setelah meminum susu kemasan yang menjadi bagian dari menu MBG, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual dan sakit perut. Bahkan, sekitar delapan siswa mengalami muntah.

"Gejalanya mual-mual, sakit perut. Yang muntah sekitar delapan anak," kata Fatoni.

Menurutnya, seluruh siswa yang mengalami keluhan muncul hampir dalam waktu bersamaan.

Guru-guru kemudian bergegas membawa para siswa ke Puskesmas Ngawen, dengan menggunakan motor untuk mendapatkan penanganan medis.

"Habis minum susu anak-anak merasakan mual, sakit perut, terus saya dan guru lainnya membawa anak-anak ke puskesmas," terangnya.

Sebanyak 19 siswa yang dibawa ke puskesmas berasal dari kelas 3, 4, dan 5. Meski demikian, Fatoni memastikan tidak ada siswa yang sampai mengalami pingsan.

Usai kejadian tersebut, pihak sekolah langsung memeriksa susu kemasan yang menjadi bagian dari menu MBG.

Seluruh susu yang belum sempat diminum siswa kemudian ditarik untuk dijadikan sampel pemeriksaan laboratorium.

Pihaknya sempat mengecek kemasan susu, susu tersebut dalam kemasan masih berlaku hingga 2027. Namun, pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut.

"Kalau kedaluwarsa tidak. Masih sampai 2027. Mungkin cara penyimpanannya atau bagaimana kami tidak tahu," tuturnya.

Fatoni berharap pengawasan terhadap menu MBG diperketat sebelum makanan dibagikan kepada siswa agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami berharap lebih diperbaiki lagi dan dicek sebelum dibagikan ke anak-anak. Kasihan anak-anak," katanya. (Iqs)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.