TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Pemkot Blitar, Jawa Timur, mulai menyalurkan bantuan beras kesejahteraan daerah (rastrada) non-tunai tribulan pertama pada Senin (20/7/2026).
Tahun ini, Pemkot Blitar berkolaborasi dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dalam penyaluran bantuan rastrada non-tunai kepada masyarakat.
Penyaluran bantuan rastrada non-tunai secara simbolis dilakukan oleh Pj Sekda Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono di KKMP Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur.
Tiap keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan rastrada non-tunai senilai Rp 65.000 per bulan atau sekitar 4,8 kilogram beras per bulan dengan HET beras Rp 13.500 per kilogram.
Baca juga: Mochamad Irsyad Nakhodai TDA Kediri 6.0, Siapkan Program Kolaborasi hingga Digitalisasi UMKM
Bantuan rastrada non-tunai langsung diberikan selama tiga bulan, yaitu, Rp 195.000 atau sekitar 14,5 kilogram beras.
Sedang jumlah keluarga penerima manfaat bantuan rastrada non-tunai di Kota Blitar pada 2026 ini sebanyak 7.401 KPM.
Penyaluran Rastrada Non-tunai Molor
Pj Sekda Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono mengatakan, penyaluran rastrada non-tunai tribulan pertama pada 2026 ini agak terlambat.
Penyaluran rastrada non-tunai tribulan pertama untuk Januari, Februari, dan Maret 2026 ini baru bisa dilaksanakan pada Juli 2026.
"Kami meminta maaf kepada masyarakat, karena penyaluran rastrada non-tunai tribulan pertama agar terlambat. Kami memang harus lebih hati-hati dalam pelaksanaan program bantuan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," kata Tri Iman.
Dikatakannya, penyaluran rastrada non-tunai juga hanya boleh dibagikan maksimal untuk tiga bulan.
Maka itu, kali ini, Pemkot Blitar hanya menyalurkan bantuan rastrada non-tunai tribulan pertama untuk Januari, Februari, dan Maret.
"Setelah selesai ini, akan dilanjutkan penyaluran rastrada non-tunai tribulan kedua untuk April, Mei, dan Juni. Penyaluran rastrada tribulan pertama ini ditargetkan selesai sampai 28 Juli 2026," ujarnya.
Penyaluran Lewat KKMP
Penyaluran bantuan rastrada non-tunai di Kota Blitar tahun ini dilakukan lewat KKMP.
Sebelumnya, penyaluran rastrada non-tunai dilakukan lewat e-warung yang menjadi mitra Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar.
"Tahun ini, kami berkolaborasi dengan KKMP untuk menyalurkan bantuan rastrada non-tunai," kata Tri Iman.
Ia menjelaskan, KKMP yang menyediakan beras untuk para KPM penerima bantuan rastrada non-tunai.
Para KPM penerima bantuan rastrada non-tunai tinggal mengambil beras di masing-masing KKMP.
Total ada 21 KKMP di Kota Blitar. Dari 21 KKMP, sebanyak 13 KKMP sudah dilaunching dan delapan KKMP masih menunggu launching.
"Beras bantuannya disediakan oleh KKMP di masing-masing kelurahan," katanya.
Nilai Bantuan Rastrada Non-tunai Berkurang Separuh
Tri Iman mengatakan, nilai bantuan rastrada non-tunai pada 2026 ini berkurang separuh dibandingkan pada tahun sebelumnya.
Tahun ini, nilai bantuan rastrada non-tunai yang diberikan kepada masyarakat sebesar Rp 65.000 per bulan atau setara 5 kilogram beras per bulan.
Sedang tahun lalu, nilai bantuan rastrada non-tunai yang diberikan kepada warga Rp 130.000 per bulan atau setara 10 kilogram beras per bulan.
Menurutnya, nilai bantuan rastrada non-tunau berkungan karena dampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
"Kami juga mohon maaf kepada masyarakat, karena nilai bantuan rastrada non-tunai tahun ini berkurang separuh dibandingkan tahun lalu. Tapi, yang perlu disyukuri, program ini masih tetap bisa terealisasi," katanya.
Camat Kepanjenkidul Kota Blitar, Asrofi Romli mengatakan, jumlah KPM penerima bantuan rastrada non-tunai di Kelurahan Bendo sekitar 300 KPM.
Penyaluran rastrada non tunai dilakukan secara bergilir agar tidak terjadi antrean
"Untuk hari ini di Kelurahan Bendo sementara 100 KPM dari 300 KPM yang mengambil bantuan rastrada di KKMP Bendo. Berasnya dijadikan satu kemasan berat 14,5 kilogram untuk penerimaan selama tiga bulan," katanya.
KPM Bantuan Rastrada, Muzilatun (47) mengatakan, penyaluran rastrada non-tunai tahun ini memang agak terlambat.
Biasanya, penyaluran bantuan rastrada non-tunai tribulan pertama dilakukan pada Januari-Februari.
"Tahun ini penyalurannya mundur. Penyaluran bantuan rastrada tribulan pertama baru dilakukan Juli ini," katanya.
Selain itu, katanya, nilai bantuan rastrada non-tunai pada tahun ini juga berkurang dibandingkan tahun lalu.
Tahun lalu, sekali penyaluran, ia mendapatkan sekitar 30 kilogram beras untuk penerimaan selama tiga bulan.
Tahun ini, ia hanya mendapatkan sekitar 15 kilogram beras untuk penerimaan selama tiga bulan.
Tapi, ia tetap bersyukur karena masih mendapatkan program bantuan rastrada pada tahun ini.
"Tidak apa-apa (nilainya berkurang), bersyukur saja masih dapat bantuan. Saya sudah lama menerima bantuan. Ini cukup untuk satu bulan, untuk lima anggota keluarga saya," katanya.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)