Kelurahan se-Kota Yogya Terima Alokasi Rp65 Juta untuk Penanganan Sampah, Eko Suwanto: Optimalkan
Muhammad Fatoni July 20, 2026 06:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kalangan legislatif mendorong optimalisasi pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat di tingkat kelurahan se-Kota Yogyakarta.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengatakan guna mendukung upaya penanganan sampah dari hulu, setiap kelurahan mendapat alokasi anggaran Rp65 juta yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais).

​"Setiap kelurahan di Kota Yogyakarta kita bantu Rp65 juta untuk mendukung penanganan sampah berbasis partisipasi masyarakat," katanya, saat melakukan peninjauan lapangan di Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Senin (20/7/2026).

​Eko menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari skema fasilitasi Pemda DIY bagi 45 kelurahan di Kota Yogyakarta yang telah berjalan sejak 2025.

​Selain alokasi penanganan sampah sebesar Rp65 juta, setiap kelurahan juga menerima kucuran dana Rp120 juta yang dikhususkan untuk menekan angka stunting. 

Jika diakumulasikan, total anggaran yang digelontorkan pun mencapai Rp185 juta per kelurahan, atau secara keseluruhan bernilai sekira Rp8,325 miliar.

​Oleh sebab itu, ia pun turun langsung ke lapangan untuk memastikan penggunaan dana tersebut benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi warga.

​"Dengan dana Rp8,3 miliar secara total itu, harapannya masalah stunting-nya rampung, masalah sampahnya juga beres. Kami mengapresiasi kerja keras para lurah dan jajaran," tandasnya.

"Tapi, tentu kita tidak boleh cepat puas, dan harus mengoptimalkan program ini ya, supaya berkelanjutan, tidak hanya berhenti sampai di sini saja," tambah Politikus PDI Perjuangan tersebut.

Baca juga: Ketika Eko Suwanto Putar Ayun Ayun Gobyok di Depan Mahasiswa, Diskusi Pun Gayeng

Fokus Penggunaan Dana

Sementara, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Muja Muju, M Aziz, menuturkan bahwa alokasi dana Rp65 juta di wilayahnya difokuskan pada peningkatan kapasitas warga serta penyediaan sarana dan prasarana.

Dijelaskan, dana tersebut diwujudkan dalam bentuk pelatihan pemilahan dan pencacahan, hingga pengadaan tiga unit mesin pencacah sampah.

​"Alokasi Rp65 juta itu salah satunya untuk pelatihan pencacahan dan pemilahan sampah. Kita juga adakan tiga unit mesin pencacah sampah yang disepakati bersama penggerak masyarakat dan Forum Bank Sampah untuk dibagikan ke warga," ujarnya.

​Ia menuturkan, pengadaan infrastruktur penunjang ini menjadi bagian dari komitmen wilayah dalam mendukung gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS).

​Hingga kini, penanganan sampah organik rumah tangga di Muja Muju terus digencarkan, salah satunya melalui optimalisasi 1.000 titik Lodong Sisa Dapur (Losida) dan ember penampungan sisa dapur rumah tangga.

​"Untuk sampah organik saat ini sudah tertangani dengan baik dan dijemput oleh DLH untuk diserahkan ke offtaker. Pengelolaan sisa dapur lewat Losida juga terus berjalan aktif di tiap RT dan rumah tangga," ucapnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.