Pemkab Beltim Bagikan Bantuan kepada 500 Nelayan, Hermawan Bersyukur Dapat Sembako
Ajie Gusti Prabowo July 20, 2026 06:50 PM

MANGGAR, BABEL NEWS - Mengenakan kaos putih, Hermawan (25) tampak menunggu antrean pembagian logistik pangan di Aula Kantor Camat Manggar, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Manggar, Senin (20/7). Pria muda asal pesisir Pantai Menara, Desa Baru, Kecamatan Manggar ini merupakan satu dari ratusan nelayan yang merasakan langsung dampak buruk dari musim angin kencang di perairan Belitung Timur.

Hermawan melangkah saat itu sembari tangan kekarnya mendekap paket bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng dari pemerintah daerah. Bagi nelayan yang sudah berkeluarga, bantuan bahan pokok dasar tersebut memiliki nilai yang sangat berarti di tengah masa-masa sulit seperti sekarang. 

"Ya, Alhamdulillah lah ada bantuan sedikit dari bupati, ya. Untuk tahan-tahan di darat, kan mumpung kencang angin gini," ujar Hermawan kepada Posbelitung.co.

Meski wilayah perairan saat ini sedang diamuk oleh fenomena angin kencang yang tidak bersahabat, Hermawan mengaku dirinya tidak memiliki banyak pilihan selain tetap pergi melaut. "Tetap, tetap melaut. Tapi enggak jauh-jauh, main cuma di tepi-tepi karena kan lautnya juga ketarik lebih jauh," ucapnya. 

Hermawan kemudian membeberkan bahwa terdapat perbedaan hasil produksi yang sangat mencolok jika membandingkan kondisi cuaca teduh dengan musim angin kencang seperti sekarang. "Beda. Kalau angin kencang agak susah, soalnya mencari ikannya agak keluar-keluar, kan karena kondisi airnya juga lebih tertarik mundur," ungkapnya. 

Meski begitu, Hermawan memilih untuk tetap bersyukur, terutama atas kepedulian yang ditunjukkan oleh pemerintah daerah. Ia berharap masyarakat pesisir dapat segera membaik serta program bantuan pangan stimulan seperti ini dapat terus konsisten dikucurkan secara rutin.

"Mungkin harap makin membaik lah. Apalagi sekarang musim-musim angin, kan. Kalau ada bantuan gini kan, enak untuk masyarakat lah," jelasnya.

Diketahui, ratusan paket bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng dibagikan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur kepada nelayan. Untuk hari Senin ini, penyaluran perdana paket bantuan khusus diberikan kepada 234 kepala keluarga nelayan yang tersebar di wilayah Kecamatan Manggar.

Sementara itu, sisa paket bantuan dari total kuota 500 paket yang disiapkan dipastikan akan dibagikan secara bergilir ke kecamatan-kecamatan lain di Belitung Timur mulai Selasa hingga Kamis.

Penyaluran berkala ini akan menyasar seluruh wilayah kecamatan pesisir di Belitung Timur, kecuali Kecamatan Simpang Renggiang karena secara geografis tidak memiliki wilayah perairan laut dan masyarakat nelayan.

Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, mengungkapkan pemda di bawah kepemimpinannya akan terus berupaya maksimal memprioritaskan anggaran daerah untuk kepentingan masyarakat kecil. Ia menyatakan, segala bentuk efisiensi anggaran pertambangan dan pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) di lingkup birokrasi tidak akan menyurutkan program pro-rakyat. 

"Makanya saya selalu sampaikan ke masyarakat visi misi kita tuh tetap kita jalankan. Walaupun anggaran kita sekarang efisiensi, TKD kita banyak dipotong, tapi tetap kita usahakan supaya masyarakat tuh yang menerima manfaat," ungkap Kamarudin Muten.

Pemerintah daerah pun berharap bantuan sosial ini dapat dianggarkan kembali pada tahun-tahun anggaran berikutnya diikuti nilai kuota dan jumlah sebaran penerima yang jauh lebih besar lagi. (z1)

Ringankan Beban Ekonomi
KEPALA DSP3A Belitung Timur, Ronny Setiawan, menjelaskan penyaluran stimulan sembako pada hari ini merupakan realisasi perdana dari program daerah yang bersumber dari janji politik kepala daerah. Program sosial ini dirancang untuk mengintervensi serta meringankan beban ekonomi yang dialami para nelayan memasuki musim cuaca ekstrem dan angin kencang di laut.

"Pertama, bantuan ini merupakan bagian dari program strategis bupati sendiri. Jadi, janji politik beliau pada saat itu yang sudah dimasukkan ke dalam RPJMD, sehingga menjadi bagian dari program strategis daerah. Baru pada hari inilah perdana kita membagikan program bantuan untuk nelayan pada saat angin kencang ini," ujar Ronny Setiawan, Senin (20/7). 

Ia mengakui, bantuan pangan berupa kebutuhan pokok ini memang hanya bersifat sebagai stimulan sementara di tengah masa sulit melaut. Meski nominalnya tidak seberapa, langkah ini menjadi komitmen nyata dari pemda untuk tetap hadir melindungi warganya yang sedang terhimpit. 

Terkait penyaringan data, pihak dinas menerapkan mekanisme penyaringan yang sangat ketat melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). DSP3A menyaring data warga pesisir yang berprofesi sebagai nelayan, lalu mengerucutkan prioritasnya khusus pada kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4.

Kemudian, mereka memastikan calon penerima belum pernah atau tidak sedang mendapatkan program bantuan sejenis dari anggaran pemerintah lainnya. "Jadi mereka yang belum pernah menerima bantuan itu, seperti dari PKH, BPNT, atau mungkin CBP, itu yang kita harapkan untuk kita prioritaskan. Yang belum ke terima di tahun ini, mudah-mudahan di tahun berikutnya akan menerima itu secara bergilir," ucap Ronny Setiawan. (z1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.