Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit menyoroti berbagai persoalan strategis pembangunan di kawasan Indonesia Timur yang masih berstatus daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) saat membuka Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), di Aula Asumpta Ruteng, Senin (20/7/2026).
Dalam sambutannya, Hery Nabit menegaskan bahwa tantangan pembangunan di Indonesia Timur tidak hanya dirasakan wilayah terluar, tetapi juga daerah-daerah di bagian dalam yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, transportasi, listrik serta akses logistik.
Menurutnya, otonomi daerah menjadi instrumen penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan.
Namun, berbagai hambatan struktural tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Baca juga: Kongres PMKRI XXXIV, Ketua PP PMKRI Minta Pemerintah Hapus Status 3T NTT, Maluku dan Papua
"Kami berharap forum ini melahirkan gagasan dan rekomendasi yang mampu menjawab persoalan pembangunan, khususnya di wilayah Indonesia Timur," ujarnya.
Bupati Hery Nabit juga berharap Kongres PMKRI mampu menghasilkan rekomendasi konkret untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk meningkatkan minat generasi muda pada sektor pertanian melalui pendekatan modern dan berorientasi bisnis.
Pada kesempatan itu, Hery Nabit menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Manggarai sebagai tuan rumah Kongres XXXIV PMKRI.
Menurutnya, meski Ruteng merupakan kota kecil, hal itu tidak mengurangi semangat untuk melahirkan gagasan besar bagi Gereja Katolik dan bangsa Indonesia.
"Ruteng mungkin kota kecil yang tidak banyak dikenal dalam peta nasional, namun merupakan kehormatan besar bagi kami menjadi tuan rumah forum tertinggi PMKRI. Besar atau kecilnya daerah penyelenggara tidak boleh mengurangi semangat membangun cita-cita besar bagi Gereja Katolik dan Indonesia," katanya.
Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI berlangsung pada 19–25 Juli 2026 dengan mengusung tema "Mempertegas Arah Pembangunan Nasional Menuju Indonesia yang Berdaulat dan Berkeadilan."
Pembukaan kongres dihadiri perwakilan kepala daerah dari sejumlah kabupaten di Flores dan Lembata, pimpinan DPRD Manggarai, Forkopimda, jajaran perangkat daerah, Rektor Unika St. Paulus Ruteng, para pastor moderator, delegasi dari 57 cabang PMKRI se-Indonesia, Pengurus Pusat PMKRI, organisasi Cipayung Plus, tokoh Gereja, akademisi serta para undangan lainnya.
Hery Nabit menegaskan Pemerintah Kabupaten Manggarai berkomitmen mendukung penuh penyelenggaraan Kongres PMKRI karena organisasi tersebut dinilai sebagai representasi Gereja Katolik di tingkat nasional, wadah kaderisasi pemimpin muda, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah. (rob)