TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Isuzu Indonesia merayakan pencapain produksi kendaraan yang ke-300.000 unit yang diproduksi pabrik Isuzu di Karawang, Jawa Barat (Karawang Plant), Senin, 20 Juli 2026.
Perayaan produksi ke-300.000 kendaraan Isuzu ini ditandai dengan roll out truk Isuzu Giga FVR dan pikap medium Isuzu Traga di depan sejumlah tamu undangan dari Kementerian Perindustrian RI, serta perwakilan Isuzu Motors Limited Japan, para pemasok dan relasi.
Seluruh kendaraan produksi pabrik Isuzu di Karawang dipasarkan oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) yang sekaligus bertindak sebagai agen pemegang merek kendaraan Isuzu di Indonesia.
Baca juga: Isuzu Raup 354 Unit SPK Selama Empat Hari Penyelenggaraan GIICOMVEC 2026
Isuzu Karawang Plant dibangun sejak 2013 dan mulai berproduksi di 2015 di atas lahan seluas 25 hektare di Kawasan Industri Surya Cipta di Desa Kutamekar dan Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Pabrik ini merakit seluruh kendaraan niaga Isuzu yang saat ini dipasarkan di Indonesia yang mencakup pikap medium Isuzu Traga yang kini menjadi volume maker, truk ringan Isuzu Elf NMR, sasis bus 4 ban Isuzu NLR B dan BL, sasis bus medium Isuzu NQR, hingga truk medium duty Isuzu Giga series.
Volume produksi pabrik ini mencapai 35.000 unit dari total kapasitas produksi 80.000 unit per tahun.
Capaian Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) tertinggi kendaraan Isuzu mencapai 62 persen lebih dan dicapai oleh pikap Isuzu Traga yang saat ini menjadi market leader pasar pikap medium di Indonesia.
Dapat Pujian Bos Isuzu Jepang
Masayuki Umeda, Executive Vice President of Manufacturing Isuzu Motors Limited yang khusus dari Jepang hadir di acara ini memuji performa pabrik Isuzu Karawang Plant ini.
Menurutnya, pabrik ini mampu menghasilkan produk kendaraan Isuzu yang tidak hanya berkualitas tapi juga efisien dalam proses produksinya.
Pabrik Isuzu Karawang Plant menjadi pabrik Isuzu di luar Jepang sangat diandalkan Isuzu Motors Limited untuk memenangi persaingan pasar truk. "Indonesia pasar kunci bagi Isuzu. Pencapaian 300 ribu unit ini buah dari effort yang telah dilakukan selama ini," pujinya.
Kris Sasono Ngudi Wibowo, S.T., M.M. Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memuji pabrik Isuzu Karawang Plant sebagai satu-satunya fasilitas manufaktur kendaraan niaga di Indonesia yang semua produknya memiliki sertifikat TKDN dari pemerintah.
Baca juga: Maksimalkan Bisnis Logistik, Isuzu Pajang Giga FVM Kolaborasi MODA di GIICOMVEC 2026
"Ini caapaian IAMI, menjadi satu satunya industri yang memproduksi kendaraan komersial yang semua produknya ter-TKDN. Total ada 33 sertifikasi TKDN, tertinggi TKDN-nya mencapai 62 persen," ungkap Kris.
Dia menambahkan, capaian ini perlu didukung dalam rangka penguatan dan pendalaman infrastruktur industri nasional. "Ini produksi ke-300 ribu selama 10 tahun pabrik Karawang ini berdiri," bebernya.
Peran Rantai Pasok Penting untuk Kejar Kenaikan TKDN
Dia mengatakan saat ini Pemerintah mengubah cara penghitungan TKDN bagi industri manufaktur termasuk bagi industri kendaraan niaga.
"Hari ini ada perubahan regulasi terkait tata cara perhitungan TKDN dan sekarang memakai Permenperin Nomor 35 Tahun 2025. Aturan baru ini akan membuat kandungan TKDN jadi lebih tinggi," sebutnya.
Kris juga menekankan pentingnya peran rantai pasok sebagai partner strategis untuk memasok komponen ke Isuzu. Maka itu, Kemenperin berkepentingan untuk terus memperkuatnya ke depan agar capaian TKDN Isuzu terus meningkat.
"TKDN tertinggi Isuzu saat ini di Isuzu Traga, mencapai 62 persen lebih. Kita berharap capaian Isuzu ini bisa menginspirasi industri lain untuk meningkatkan TKDN-nya," imbuh Kris.
DR Setia Diarta, Direktur Jenderal ILMATE Kemenperin mengatakan, ekonomi Indonesia tetap resilien di tengah guncangan dan dinamika ekonomi global, kondisi yang sangat dibutuhkan bagi industri manufaktur seperti Isuzu agar terus berkembang.
Baca juga: Isuzu Rilis Pikap Traga Varian AC di GIICOMVEC 2026, Harga Naik Rp9 Juta
"Kami berharap momentum pertumbuhan positif ini bisa dipertahankan dengan sinergi pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Dia berharap Isuzu terus memacu volume produksi kendaraan niaganya agar bisa merealisasikan volume produksi ke-500.000.
"Produksi kendaranan ke-500 ribu ini kita harapkan tidak sulit dicapai dan dalam 3 sampai 4 tahun mendatang, tidak sulit diwujudkan. Sejak berdiri di Mei 1974 dengan nama PT Pantja Motor, Isuzu telah berkontribusi banyak pada perekonomian Indonesia antara lain seperti produksi Panther di 1991 yang banyak diserap pasar Indonesia," sebut Setya Diarta.
Dengan kapasitas produksi pabrik Isuzu Karawang Plant yang mencapai 80 ribu unit per tahun. Dan utilisasi 35 ribu, kita harapkan di tahun-tahun mendatang Isuzu bisa meningkatkannya dan mencapai 50 ribu unit per tahyun untuk memproduksi beragam kendaraan niaga baik light duty truck maupun medium duty truck hingga bus," tegas Setia Diarta.